Creativepreneur and Career

3 Jenis False Belief dalam Bisnis yang Wajib Diketahui dan Cara Penanggulangannya

Dalam semua bisnis, ada satu istilah yang mengatakan bahwa “konsumen adalah raja.” Segala hal akan dilakukan agar produk atau layanan yang ditawarkan dapat diterima oleh konsumen. Tapi, untuk meraih target pasar, dalam hal ini konsumen, bukan suatu hal yang mudah seperti membalik telapak tangan. Banyak konsumen yang memiliki false belief terhadap perusahaan atau produk dan jasa atau layanannya. Lalu apa itu false belief? Secara umum, false belief memiliki artian kesalahpahaman atau kekeliruan yang berasal dari pemahaman yang salah. Dan, false belief dalam bisnis mempunyai artian yang relatif sama, yaitu keyakinan konsumen yang keliru akan produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan, padahal apa yang dikhawatirkan itu belum tentu benar.

Fungsi mengetahui false belief dari konsumen adalah agar pebisnis tahu permasalahan dan dapat memberikan solusi tepatnya. Ada 3 macam false belief di konsumen yang wajib diketahui oleh seorang pebisnis. Apa saja itu? Berikut daftarnya.

Internal False Belief

Sumber Gambar : vocovo.com

Internal false belief adalah bentuk keyakinan salah dari konsumen yang akhirnya memunculkan keresahan pada diri sendiri. Dapat dikatakan juga bahwa internal false belief ini hadir karena ketidaktahuan seorang konsumen akan jasa, layanan atau produk yang ditawarkan tapi masih ada korelasinya. Keyakinan salah tersebut membuatnya pada akhirnya ragu untuk menggunakan atau membeli jasa, layanan atau produk yang ditawarkan.

Contohnya saja adalah ketika ada seorang marketer atau sales yang menawarkan produk cat anti-air kepada konsumen. Tapi kemudian si konsumen ragu karena banyak pertimbangan dan pemikiran yang muncul dan memenuhi pikirannya. Seperti “Benar gak sih produk ini mampu atasi kebocoran?,” “Bagaimana kalau nanti ternyata cat anti-air ini justru akan merusak lapisan bangunan?” atau juga “Kalau tiba-tiba setelah kalengnya dibuka dan ternyata warnanya nggak sesuai, bagaimana dong?” dan lain sebagainya. 

External False Belief

Sumber Gambar : entrepreneur.com

Kebalikan dari internal false belief, external false belief ini adalah pemikiran dan keyakinan yang keliru karena disebabkan hal-hal di luar kaitan dengan produk, jasa atau layanan yang ditawarkan. Jadi dapat dikatakan, tidak ada korelasi atau hubungan dengan yang sedang dijual. 

Masih mengambil contoh dari produk cat anti-air di atas, external false belief dari konsumen adalah seperti Cat anti-air ini adalah produk luar, trus apakah nantinya saya akan bayar sesuai dengan kurs mata uang sekarang? atau “Apakah jika saya mengecat menggunakan cat ini, kemudian akan membuat kulit saya iritasi?” dan lain sebagainya.

Vehicle False Belief

false belief dalam bisnis

Sumber Gambar : business2community.com

Vehicle false belief ini mirip dengan internal false belief yang muncul karena keresahan konsumen akan produk, layanan dan jasa yang ditawarkan itu tidak tepat untuk mereka gunakan. Keyakinan yang salah dan muncul dengan kuat tersebut akhirnya membuat mereka tidak percaya walaupun belum pernah mencoba sebelumnya.

Contohnya saja adalah “Saya nggak yakin produk cat anti-air ini dapat mengatasi kebocoran, soalnya saya sudah pernah memakai produk A dan hasilnya tetap saja bocor” atau “Cat anti-air ini pasti sama seperti produk-produk lainnya,” dan lain sebagainya.

Cara Mengatasi False Belief

false belief dalam bisnis

Sumber Gambar : incimages.com

Cara mengatasi ketiga false belief di atas cukup mudah. Kamu hanya perlu meyakinkan baik dengan data atau dengan logika kenapa produk, jasa atau layanan yang sedang kamu tawarkan bagus dan tepat untuk mereka gunakan. Pendekatan secara persuasif juga sangat manjur untuk dipakai sebagai menanggulangi false belief tersebut. 

Cara lain untuk menanggulangi false belief secara masif adalah dengan menggunakan iklan yang benar-benar memberikan jawaban atas apa yang diragukan dan dipertanyakan oleh konsumen. Penggunaan iklan secara kontinu dapat menghilangkan false belief dalam bisnis.

Selamat mencoba!

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Hal Penting Buat Diperhatikan Saat Career Shifting ke Digital Marketing

Creativepreneur and Career

Apa Itu 1:1 Meeting Serta Manfaatnya untuk Hubungan dalam Pekerjaan

Creativepreneur and Career

Ini Dia Rekomendasi Bisnis Franchise 2022!

Creativepreneur and Career

5 Aplikasi Pengatur Keuangan Terbaik untuk Bantu Kamu Kelola Finansial Setiap Bulannya