Arsitektur & Interior

4 Tren Konsep Interior Kantor di Masa New Normal

Era New Normal yang telah berjalan hampir dua tahun ini, mengakibatkan para pekerja menjalankan aktivitas kerjanya dari rumah atau yang dikenal dengan istilah Work From Home (WFH). Kenyataannya, tidak selamanya para karyawan kantor akan terus ber-WFH. Ada saatnya mereka harus kembali bertemu kolega secara tatap muka untuk memaksimalkan pekerjaan. Salah satu solusinya adalah menciptakan sebuah tren desain kantor yang dapat mewadahi aktivitas dan kebiasaan manusianya. Caranya yaitu dengan menempatkan manusia sebagai pusat yang didukung oleh lingkungan serta kebutuhan bagi komunitasnya baik secara mental, fisik, dan emosional. Berikut ini beberapa tips untuk tren konsep interior kantor yang bisa dicoba di masa depan untuk beradaptasi dengan era New Normal :

1. Kantor berbasis gaya beraktivitas dan bekerja

Interior Kantor di Masa New Normal

Sumber Gambar : Wework.com

Era new normal menciptakan new standard. Tren kantor luas tanpa menggunakan sekat pembatas seperti dinding dan pintu menggantikan kantor tradisional dengan pembatas kubikel yang lebih menjaga privasi. Tren ini mampu menciptakan suasana yang lebih kolaboratif. Akan tetapi, dampak pandemi membuat tren penyekat seperti kubikel kembali digunakan guna mengurangi penyebaran virus. 

Fakta lainnya, setiap orang memiliki gaya bekerja dan kebutuhan personal yang berbeda satu sama lain. Ada saat dimana kita memiliki preferensi bekerja di tempat tenang ketika membutuhkan inspirasi dan suatu ketika kita membutuhkan suasana bising untuk meningkatkan semangat kerja. Oleh karena itu, perlunya konsep desain kantor yang menyediakan area bekerja dimana karyawan dapat bebas memilih. 

Interior Kantor di Masa New Normal

Sumber Gambar : Rupacita.com

Pada desain kantor lazim menggunakan pembatas untuk area kerja. Pembatas tidaklah selalu berupa sekat maupun kubikel yang dibagi rata di setiap meja. Misalnya, membuat desain kantor dalam suatu lantai atau gedung bisa dibagi menjadi: area fokus yang dibatasi dengan partisi kaca berstiker untuk pertemuan formal, area rapat lebih bersifat informal, hingga area privasi bentuk bilik tertutup maupun bilik terbuka yang bisa digunakan 1-2 orang untuk suasana tenang. Tren ini dapat menjaga kestabilan bekerja sesuai kondisi pekerja, baik yang membutuhkan suasana baru maupun kebutuhan khusus. Sehingga tren ini juga bisa memikat dan meningkatkan kerja sama yang kolaboratif di antara pegawai.

2. Kantor multifungsi dan terintegrasi

Sumber Gambar ; Viva.co.id

Perkembangan zaman yang pesat ini membuat semua hal menjadi bersifat all in one. Sebuah kantor yang multifungsi menggunakan furnitur yang mudah digunakan dan ditata ulang. Sehingga karyawan tidak memiliki meja dengan posisi tetap setiap harinya. Dari area kerja disusun menjadi sebuah area pertemuan. Hal ini bisa dicapai dengan penggunaan furnitur bongkar-pasang dan juga beroda serta dapat dikombinasikan dengan dengan konektivitas teknologi sensor. Apabila didukung sistem kerja hybrid, furnitur yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit dan ruangan memiliki sirkulasi yang lebih luas. Kantor ini menciptakan naluri akan berkolaborasi dalam komunitas. Selain itu, dapat menjalankan social distancing dengan penataan letak furnitur dalam jarak dan konfigurasi tertentu. 

3. Kantor sehat, bersih, dan menerapkan protokol kesehatan

Sumber Gambar : kompas.com

Setiap orang menginginkan kantor yang mewah dan terkesan profesional. Pasca pandemi, kesehatan adalah kemewahan dalam interior. Untuk mencapai kesehatan fisik dan psikis yang ideal bagi karyawan yaitu memfasilitasinya dengan perlengkapan kebersihan dan menata interior kantor agar lebih dekat dengan alam supaya karyawan selalu produktif dan meningkatkan kesejahteraan ketika bekerja dengan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal ini tidak hanya dicapai dengan meletakkan pot tanaman ke dalam ruangan saja. Tetapi juga menggunakan jendela besar agar penetrasi matahari mudah masuk, membuat taman kecil dan elemen air, rutin memfiltrasi aliran udara dan membuka jendela serta pemandangan area kerja yang menghadap ke luar ruangan. 

4. Kantor interaktif dengan penerapan teknologi

Sumber Gambar : Dream.co.id

Kantor modern identik dengan smart office. Smart office tidaklah hanya berkaitan dengan teknologi seperti menggunakan sensor, keamanan ruang, koneksi computer cloud, dan wi-fi. Tetapi juga termasuk dalam hal sistem kerja yang mendukung aktivitas perkantoran bagi para pekerja. Contohnya seperti, penggunaan lampu yang bisa diganti warnanya dari warna dingin untuk fokus bekerja dan warna hangat untuk kegiatan yang lebih santai. Bila kantor menerapkan sistem kerja hybrid, maka dapat dimaksimalkan dengan sistem penggunaan ruang bersifat komunal dimana ruangan dapat digunakan secara bergantian dalam waktu tertentu oleh pekerja maupun pengunjung atau client dengan mengisi form kontak yang disediakan perusahaan sehingga lebih terstruktur. 

Sumber Gambar : Medcom.com

Selain itu untuk menjaga karyawan selalu aman dan sehat maka sistem absen karyawan dilengkapi dengan pengukur kesehatan rutin, kantor dilengkapi dengan automatic hand sanitizer sebagai fasilitas mencuci tangan otomatis melalui sensor infra merah agar bebas bakteri dan virus setelah menyentuh benda serta thermometer infrared untuk mengecek suhu tubuh agar selalu dalam kondisi normal (36-37˚C) secara otomatis tanpa menyentuh alat pengukur. Masih banyak lagi sistem yang bisa dikombinasikan untuk membantu konektivitas antar pegawai, client, dan pengunjung dalam melangsungkan aktivitas kantor yang interaktif dengan teknologi.

Semoga tips-tips konsep kantor ini bisa membantu dalam mewujudkan kantor sehat, interaktif, dan nyaman, serta menjadi tren desain kantor yang dapat dicoba masyarakat sekalian untuk merayakan semangat bekerja baru di era New Normal!

Sumber: 

(https://blog.jostle.me/blog/6-strategies-to-create-a-human-centric-workplace)

(https://convene.com/catalyst/create-people-centric-productive-workplace/)

(https://www.sunonglobal.com/inspiration/concept/human-centered-design-redefining-workspaces)

Penulis: 

Renita Camelia Wijaya

(Mahasiswa Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra)

Related posts
Arsitektur & Interior

6 Alasan Serat Daun Nanas Jadi Potensi Besar di Produk Interior Rumah Tinggal

Arsitektur & Interior

Tips Interior Rumah Kekinian Untuk Generasi Muda

Arsitektur & Interior

Neon Room Estetik, Suasana Kamar Instagramable dengan Neon Flex

Arsitektur & Interior

Intip 6 Desain dengan Gaya Eklektik yang Patut Dicoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published.