Creativepreneur and Career

5 Formula Sukses Investasi Saham Ala Pat Dorsey, Investor Pemula Wajib Tau!

investabook

GenK, kamu tau gak buku berjudul The Intelligent Investor karya Benjamin Graham? Buku ini cukup terkenal dan cocok banget loh buat kamu yang mau terjun ke dunia pasar modal! Si The Intelligent Investor ini bisa dibilang “kitab suci”-nya para investor pemula dan emang cukup sering direkomendasiin sebagai bekal buat kamu yang mau mulai berinvestasi, karena ada beberapa formula sukses investasi yang wajib diketahui.

Sayangnya, pemakaian bahasa dalam buku The Intelligent Investor ini agak susah dipahami, terutama buku yang versi terjemahan bahasa Indonesia. Contoh kasus yang disajikan pun sedikit ketinggalan zaman dan gak sedikit pula investor yang gagal paham akan value dari buku The Intelligent Investor ini.

Maka dari itu, Kreativv mau kasih rekomendasi alternatif nih buat kamu para investor pemula. Buku The Five Rules for Successful Stock Investing karya Pat Dorsey. Di buku ini, kamu akan diajak “bertamasya” ke dunia pasar saham dengan bahasa yang lebih mudah dipahami.

Formula Sukses Investasi

The Five Rules for Successful Stock Investing karya Pat Dorsey

Kreativv juga udah rangkum beberapa poin penting buat kamu ketahui. Yuk, simak lima highlight dari buku The Five Rules for Successful Stock Investing karya Pat Dorsey berikut:

1. “Formula” Sukses Investasi Saham

Tanpa kerangka investasi yang jelas, kamu mungkin bakal kesulitan menghadapi gimana cara untuk sukses di pasar saham. Untuk itu, Pat Dorsey udah meracik lima formula yang bikin dia sukses di investasinya:

  • Do Your Homework

Kamu gak boleh membeli suatu saham tanpa tau gimana cara kerja bisnisnya. Investasi itu sifatnya abu-abu, gak sejelas hitam atau putih. Makanya, kalau kamu bergantung sama rekomendasi saham yang dibikin orang lain, baik gratis maupun berbayar, pastinya akan meninggalkan efek samping, salah satunya kamu jadi gak punya pemahaman utuh tentang saham yang kamu beli. 

  • Find Economic Moat

Economic moat adalah istilah untuk kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keunggulan kompetitifnya yang susah ditiru oleh pesaing. Jadi, perusahaaan bisa memberikan imbal hasil yang tinggi dan berkelanjutan. Memasukkan penilaian economic moat ke kerangka investasi jadi penegasan kalau sebagai investor jangka panjang, kamu harus selalu bisa lebih fokus terhadap keunggulan kompetitif suatu bisnis daripada hal lain.

  • Have a Margin of Safety

Secara harfiah, Margin of Safety (MoS) ini berarti jaring pengaman. MoS ini erat banget kaitanya sama valuasi. Jadi, kamu harus punya MoS untuk meminimalisir risiko “membayar kemahalan” untuk harga sebuah perusahaan.

  • Hold for the Long Haul

Kalau investasi jangka panjang, dinamika harga saham akan mengikuti fundamental atau pokok perusahaan. Sedangkang mood dan momentum cuma akan membentuk harga saham dalam jangka pendek. 

  • Know When to Sell

Idealnya, kalau kamu mau investasimu bisa di-hold selamanya, kamu juga harus tau kapan saat yang tepat untuk menjual saham yang kamu beli. Saat yang tepat itu akan muncul ketika ada hal lain yang berubah, baik dari segi fundamental bisnis ataupun dari sudut pandangmu secara keseluruhan.

2. Kesalahan yang Harus Dihindari Investor Pemula

Gak cuma lima formula sukses yang dipaparkan secara terstruktur, Dorsey juga membeberkan tujuh kekeliruan yang sering terjadi di kalangan investor. Dalam bukunya, Dorsey mengemukakan 7 kekeliruan yang gampang banget buat kamu hindari tapi masih sering dilakukan para investor, di antaranya:

1. Swinging for the Fences

Bisa dibilang, kamu habis-habisan banget dalam mengisi portofolio saham kamu. Misalnya, mengisi portofolio saham kamu dengan “the next Microsoft” atau “the next lainnya”. Padahal itu sama aja kamu lewat jalan pintas yang menuju kesengsaraan. Pada dasarnya, buat menemukan kembali kesempatan-kesempatan seperti itu dari start-up kecil akan susah banget.

2. Believing that It’s Different This Time

There’s nothing new under the sun. Sejarah akan terulang, bubble akan pecah dan acuh akan sejarah it’s a big no-no. Jadi, ada baiknya kamu jangan terlalu percaya sama kalimat “kali ini pasti beda”, akan lebih baik kalau kamu belajar dari yang sudah-sudah.

3. Falling in Love with Products

Kamu harus pertimbangkan hal lain seperti peluang pertumbuhan pasar dan keberadaan kompetitor, jangan hanya putuskan memilih saham tertentu karena kamu cinta dengan produknya.

4. Panicking When the Market is Down

Pada umumnya, saham lebih menarik saat gak ada yang mau membelinya, bukan saat TikTok traders yang ngasih kamu tips-tips jitu tentang pasar saham. Percayalah, akun-akun seperti itu cuma berpartisipasi layaknya headline berita koran bisnis harian. Jadi, ada baiknya kalau kamu riset lagi lebih mendalam.

5. Trying to Time the Market

Market timing itu mitos terbesar di dunia investasi karena gak ada strategi konsisten yang menunjukkan kapan kamu harus masuk dan keluar dari pasar.

6. Ignoring Valuation

Satu-satunya alasan membeli saham adalah karena bisnisnya sedang dihargai di bawah kemampuannya menciptakan arus kas di masa depan, bukan karena seseorang rela membayarnya lebih mahal di masa depan. Makanya, kamu gak boleh mengabaikan valuasi atau penilaian.

7. Relying on Earnings for the Whole Story

Pada akhirnya, bukan laba bersih yang harus kamu utamakan, tapi arus kas bersih. Laporan arus kas lebih susah untuk dimanipulasi dan bisa memberikan lebih banyak gambaran tentang kondisi bisnis perusahaan. Jadi, kamu gak boleh cuma mengandalkan laba bersih.

3. Mulai dari Arus Kas, Akhiri dengan Laba/Rugi

Formula Sukses Investasi

Dorsey merekomendasikan untuk melihat laporan arus kas saat pertama kali mengevaluasi kinerja bisnis suatu perusahaan. Laporan arus kas itu menyajikan informasi aktual berapa banyak kas yang berhasil dikumpulkan perusahaan dalam satu periode pelaporan, yang pastinya penting buat kamu tau.

4. Economic Moat: Keunggulan Kompetitif

Kamu bisa lakukan empat langkah ini untuk menganalisis economic moat sebuah perusahaan:

  1. Evaluasi profitabilitias historis perusahaan
  2. Temukan sumber profitabilitas perusahaan
  3. Perkirakan daya tahan economic moat-nya
  4. Analisis persaingan di skala industri

5. Valuasi

Bisnis yang luar biasa sekalipun akan menjadi investasi yang buruk kalau kamu beli pada harga yang sangat mahal. Makanya, supaya bisa sukses berinvestasi kamu harus membeli saham di perusahaan yang bagus dan di harga yang menarik.

Investor membeli aset pada harga di bawah estimasi nilai berdasarkan kinerja finansialnya. Dalam ruang lingkup valuasi, ada dua istilah yang sepertinya selalu datang bersamaan, padahal menolak untuk disamakan, yaitu valuasi relatif dan valuasi intrinsik.

Nah! Itu dia sorotan mengenai kiat-kiat buat kamu yang akan terjun ke dunia pasar modal dari buku The Five Rules for Successful Stock Investing karya Pat Dorsey. Pastinya, gak cuma buku itu yang bisa kamu jadikan acuan, masih ada banyak rekomendasi buku lain yang bisa kamu baca untuk menambah wawasan kamu sebagai #InvestorNaikKelas dan mendapat formula sukses investasi. Selain itu kamu juga bisa join di Investabook

Formula Sukses Investasi

Investabook menjadi platform edukasi finansial yang lengkap dan menarik buat kamu para investor supaya lebih cermat dalam mengambil keputusan. Investabook siap membantu kamu untuk meraih keberhasilan dalam investasi jangka panjang. Langsung kepoin dan follow Instagram @investabook_ supaya gak ketinggalan info menarik tentang formula sukses investasi dan masalah  keuangan lainnya!

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Hal Penting Buat Diperhatikan Saat Career Shifting ke Digital Marketing

Creativepreneur and Career

Apa Itu 1:1 Meeting Serta Manfaatnya untuk Hubungan dalam Pekerjaan

Creativepreneur and Career

3 Jenis False Belief dalam Bisnis yang Wajib Diketahui dan Cara Penanggulangannya

Creativepreneur and Career

Ini Dia Rekomendasi Bisnis Franchise 2022!