Arsitektur & Interior

5 Tips Mendesain Ruang Tunggu yang Bikin Betah di Klinik

image6-7f7c3783

Kenyamanan ruang tunggu merupakan salah satu elemen penting yang tak hanya mempengaruhi image tempat tersebut, tetapi juga bagi penggunanya. Mendesain Ruang tunggu klinik kesehatan tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan namun ruang tunggu yang tidak nyaman menambah penderitaan pasien padahal waktu yang dihabiskan di ruang tunggu cenderung paling banyak dibandingkan pada ruang atau tempat lain. Selain itu, studi menunjukkan bahwa ketidakpuasan pengunjung klinik bukan berasal dari prosedur kesehatan yang diterimanya melainkan dari pengalaman pengunjung ketika berada di klinik kesehatan. Kepuasan pengunjung sendiri bisa dicapai dengan kualitas sumber daya manusia didalamnya namun bisa juga didukung dengan lingkungan salah satu caranya yaitu dengan membuat desain ruang tunggu yang menarik. Nah, bagaimana sih caranya membuat desain ruang tunggu yang bikin betah? Yuk simak tipsnya

Memilih Material dan Warna yang Tepat

Sumber Gambar : Behance.net

Klinik kesehatan akan memiliki semua jenis pasien dari semua lapisan masyarakat oleh karena itu pastikan untuk menggunakan desain yang memenuhi berbagai estetika dan akan tahan lama. Penggunaan warna yang sangat berani atau bahan yang kasar dapat menjadi simulasi dan membuat beberapa pasien cemas.

Gunakan warna netral dan hangat untuk menciptakan suasana yang tenang dan santai seperti ruang tamu rumah yang sangat besar daripada fasilitas medis. 

Penggunaan material yang salah juga dapat memberikan pengalaman yang kurang menyenangkan. Tidak ada yang suka bahan plastik atau kulit yang menempel di kulit tubuh ketika sudah lama duduk.

Seperti contoh foto diatas yang menggunakan material kain untuk finishing tempat duduk membuat lebih nyaman karena tidak memerangkap panas dan tidak menempel di tubuh setelah duduk lebih dari tiga puluh menit.

Untuk material dinding dan lantai dapat pula menggunakan material dengan permukaan halus seperti vinyl, formika, teraso, dan sebagainya. Perpaduan warna dan material seperti contoh foto diatas yang menggunakan kaca, cat berwarna lebih hangat serta finishing lantai yang sedikit motif membuat ruang tunggu memiliki suasana nyaman dan menenangkan pengunjung di dalamnya. 

Kenyamanan Fisik

Mendesain Ruang Tunggu

Sumber Gambar : behance.net

Kenyamanan fisik merupakan kenyamanan yang bisa langsung dirasakan oleh tubuh. Selain kenyamanan sentuhan fisik, kenyamanan fisik dapat dicapai dengan pengaturan pencahayaan dan  penghawaan yang sesuai.

Pencahayaan memainkan bagian penting dalam desain ruang tunggu medis. Pencahayaan dapat membantu mengatur suasana ruang yang ingin diperoleh. Ruangan yang gelap dan suram tidak cocok untuk klinik kesehatan namun lampu putih yang terlalu kuat yang dapat membuat ruangan terasa dingin dan tidak menarik.

Pencahayaan yang cocok untuk ruang tunggu yaitu pencahayaan yang hangat dan memberikan kesan ramah terhadap pengunjung. Jika tidak dapat menggunakan pencahayaan alami, lampu aksen dapat menjadi solusi yang menarik untuk menciptakan suasana hangat dan ramah serta menambah nilai estetika dari armatur lampu itu sendiri.

Pemilihan lampu perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi ruang dan layout tempat duduk untuk meminimalisir lampu yang kurang terang, terlalu terang, silau, bahkan menimbulkan bayangan yang tidak nyaman.

Gunakan lampu LED untuk menghindari lampu yang berkedip-kedip serta untuk memaksimalkan distribusi cahaya yang merata.

Ketika memasuki suatu ruangan, tubuh kita secara otomatis merasakan termal ruang tersebut dan mempengaruhi fisiologis serta psikologis. Kondisi ruang tunggu yang memiliki suhu, kelembaban, pergerakan udara tidak normal dapat membuat sumpek dan memicu kecemasan atau rasa tidak nyaman pada pasien.

Pengaturan penghawaan dapat menggunakan alami atau buatan, asal nyaman secara termal, tidak panas dan tidak sumpek. Dapat pula ditambahkan teknologi seperti air purifier untuk menjaga kualitas udara didalamnya.

Namun perlu diingat untuk penempatan air conditioner harus disesuaikan dengan layout tempat duduk dari pengunjung agar tidak beresiko menimbulkan kondisi yang tidak nyaman dan memicu penyakit.

Letakkan di tempat-tempat sirkulasi sehingga angin tidak langsung mengenai tubuh pengunjung pada waktu yang lama namun tetap dapat memenuhi kebutuhan udara dan temperatur yang sesuai.

Pengaturan Tempat Duduk

Mendesain Ruang Tunggu

Sumber Gambar : steelcase.com

Penting untuk mengatur tempat duduk tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial. Pasien pada klinik kesehatan cenderung memiliki keadaan fisik dan psikologis yang tidak stabil akibat dengan penyakit yang dialaminya. Sehingga untuk membuatnya merasa lebih nyaman diperlukan privasi atau ruang pribadi.

Deretan kursi yang memungkinkan siku saling bersentuhan dengan orang asing bukan ide yang bagus untuk di ruang tunggu. Begitu pula dengan kursi yang diatur saling membelakangi karena kepala mereka mungkin tidak sengaja bersentuhan.

Sebaiknya, atur tempat duduk ruang tunggu dengan memperhitungkan ruang pribadi pengunjung. Selain itu bisa juga memberikan pilihan furniture tempat duduk serta membuat kelompok kursi untuk pengunjung bersama keluarga atau pasangan. Lalu, pastikan setiap kursi memiliki ruang yang cukup untuk memberikan ruang pribadi setiap pasien.

Misalnya dengan menggunakan kursi berlengan untuk kursi pribadi sebagai penyekat dengan pengunjung lain dan menempatkan kursi loveseat saling berhadapan untuk memudahkan komunikasi dengan keluarga atau pasangan.

Dengan cara ini, ruang tunggu tidak akan memberikan rasa canggung kepada setiap pasien serta memberikan pasien kontrol untuk untuk menentukkan bentuk tempat duduk yang nyaman menurut preferensinya.

Memberikan Gangguan Positif

Mendesain Ruang Tunggu

Sumber Gambar : pinterest.com

Aktivitas menunggu dapat menghasilkan 2 respons psikologis dan fisiologis dasar seperti ketidakpastian, lekas marah, dan stres. Untuk mengurangi tanggapan ini, fasilitas kesehatan biasanya menyediakan beberapa bentuk gangguan.

Seperti misalnya pemandangan, artwork, musik, dan hiburan lainnya seperti televisi, majalah, dan sebagainya. Pemandangan sebagai gangguan positif telah ditemukan secara efektif mengurangi stres dalam waktu tiga menit hingga lima menit.

Namun apabila pemandangan tidak dapat dipenuhi maka dapat juga menggunakan artwork sebagai “view” buatan. Pemandangan atau artwork ini dapat diletakkan di sekitar ruang tunggu yang memungkinkan pengunjung dapat melihat secara langsung dan bebas tanpa halangan.

Tujuan utamanya adalah untuk memberikan distraksi kepada pengunjung agar tidak merasa bosan ketika menunggu. Namun selain itu dapat menambah estetika dari ruang itu sendiri.

Selain itu, musik dapat mengurangi kecemasan yang sehingga membantu untuk mengembalikan keseimbangan emosional. Kemudian juga memberikan stimulus pada tubuh untuk mengontrol rasa sakit atau perasaan tidak nyaman.

Suara atau musik dapat dihasilkan dari alam seperti suara gemericik air, kicauan burung, alat musik, bahkan lagu yang dapat membuat pengunjung ikut bersenandung dan mengistirahatkan pikirannya untuk sejenak.

Gangguan positif tersebut dapat memberikan orang pilihan apa yang dapat mereka lakukan ketika mereka menunggu serta dampak positif untuk membantu proses penyembuhan psikologis dari pasien.

Display dan Storage

Mendesain Ruang Tunggu

Sumber Gambar : Behance.net

Biasanya ruang tunggu dekat dengan area resepsionis yang biasanya memiliki banyak aktivitas dan dapat dengan mudah menjadi berantakan.

Penting untuk mengatur sistem penyimpanan pada area ini untuk menghindari polusi visual yang dapat mengganggu kenyamanan pasien.

Contohnya dengan menyediakan kotak penyimpanan tertutup, furniture built-in untuk arsip, dan sebagainya. Pada bagian ruang tunggu dapat juga menambahkan bagian kecil untuk pasien untuk menyimpan barang tambahan agar ruang tunggu tetap bersih.

Dengan begitu, pengunjung berikutnya masih dapat menikmati suasana ruang tunggu yang nyaman dan bersih.

Waktu menunggu memungkinkan pengunjung untuk melihat lebih detail lingkungan sekitarnya. Jika klinik kesehatan menyediakan produk untuk ditawarkan maka gunakan display yang menarik untuk mempromosikan produk tersebut.

Sehingga pengunjung yang sedang menunggu dapat tertarik untuk melihat produk tersebut lebih lanjut. Konsep yang sama dapat digunakan untuk memberikan edukasi atau informasi seputar pelayanan klinik kesehatan.

Selain untuk membuat ruang tunggu lebih menarik, tips ini dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan ingatan bagi pasien.

Tidak ada yang senang menunggu, namun desain ruang tunggu bisa membuat perbedaan besar. Ruang tunggu adalah titik kontak pertama pengunjung sehingga penting untuk menciptakan pengalaman yang akan mengarah pada ingatan yang positif.

Satu tip cepat terakhir membuat pengunjung betah di ruang tunggu ? sediakan snack dan minuman, mainan untuk anak-anak, dan koneksi wifi yang lancar. Selamat mencoba! 

Penulis: Yoanna Listiyani | Mahasiswi Prodi Desain Interior Universitas Kristen Petra
About author

Related posts
Arsitektur & Interior

Tips Mendesain Cafe Unik, Bikin Penasaran!

Arsitektur & Interior

Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Menata Multifunctional Space Pada Hunian

Arsitektur & Interior

Seni Membangun Ruang: Ruang Tidak Hanya Punya Fungsi tapi Juga Ada Citranya!

Arsitektur & Interior

Tips Desain Rumah Ala Korea yang Minimalis nan Cantik