GenK LIFE

7 Fakta Disney Princess Syndrome yang Sering Melanda Cewek, Pernah Mengalaminya?

Aku ini princess! Pokoknya aku adalah putri raja!” – Waspada, karena bisa saja ini awal dari Disney Princess Syndrome, GenKs.

Ngomongin soal Disney Princess, kayaknya nggak bakalan ada habisnya. Banyak dari kita yang tumbuh bersama cerita Cinderella, Snow White atau Rapunzel, para putri Disney dengan wajah cantik sempurna dan terkenal punya kebaikan hati tanpa cela.

Tapi, kamu tahu nggak, sih, guys, kalau diam-diam sebagian dari cewek-cewek tanpa mereka sadari udah terkena sindrom putri Disney, lho.

What? Disney Princess Sydrome? Apa itu? Kok, bisa, kondisi ini banyak dialami kaum hawa? Berbahaya nggak, sih, sindrom ini? Yuk, cek kebenarannya di bawah ini!

Apa Itu Disney Princess Syndrome?

Sumber Gambar : time.com

Menurut Psychology Today, orang-orang yang mengidap sindrom ini akan menjalani hidupnya seperti tinggal di negeri dongeng. Mereka akan menempatkan diri sebagai pusat perhatian alias self-centered, sangat terobsesi dengan penampilan dan cenderung nggak bisa mandiri.

Sindrom ini bisa muncul sejak kecil dan meski usianya bertambah dewasa sulit untuk hilang. Mereka yang mengidap sindrom ini bisa merasa dirinya sangat penting sehingga harus dinomorsatukan di segala kondisi.

Cewek Pengidap Sindrom Ini Akan Terjebak dalam Perilaku Feminin Stereotip

Sumber Gambar : 4meee.com

Berdasarkan hasil penelitian, cewek yang mengidap sindrom putri akan terperangkap dalam perilaku feminin stereotip. Nah, bahayanya stereotip ini adalah si pengidap akan jadi terlalu bergantung pada orang lain, punya kepercayaan diri yang rendah, terobsesi tinggi pada penampilan dan benci menjadi kotor.

Selain merasa bahwa kaum perempuan nggak bakalan bisa melakukan hal-hal sebaik cowok, mereka juga berpikir segala sesuatunya dibatasi oleh peraturan gender tradisional. Cukup banyak yang sampai terobsesi memiliki tubuh ideal dengan penampilan super sempurna untuk mendapat pujian laki-laki.

Dipengaruhi Tontonan

Sumber Gambar : dailydot.com

Penyebab dari Disney Princess Syndrome, seperti namanya, yakni tayangan Walt Disney. Lebih tepatnya, tontonan yang berkaitan dengan film-film Disney dari era Renaissance, seperti Snow White and the Seven Dwarfs (1937), Cinderella (1950), Sleeping Beauty (1959) hingga The Little Mermaid (1989).

Dari semua film lawas Disney ini punya pola khusus, di mana perempuan digambarkan lemah, pasif dan memiliki sifat submisif. Representasi dari para putri Disney itu sebagai sosok yang cuma diam menanti kedatangan pangeran tampan untuk menyelesaikan masalah dengan mengajak menikah.

Yah, dan seperti yang kita semua tahu, di film Disney lama, pasti akan terdengar suara narator mengatakan, “…and then they live happily, ever after.”

Menguatkan Stereotip Gender Perempuan dan Laki-Laki

Sumber Gambar : azurewebsites.net

Film-film Disney lawas emang jelas-jelas mengangkat stereotip peran gender tradisional. Sebagai contoh, si Cinderella yang pasif dan submisif, dia mengerjakan semua tugas domestik, mulai dari mencuci piring hingga menyajikan teh.

Dalam film animasi buatan 1950 ini juga menguatkan konsep female rivalry, di mana antar perempuan nggak ragu saling menjatuhkan sesamanya untuk bersaing dan berkompetisi memperebutkan pria.

Kecantikan Fisik adalah Segala-Galanya

Disney Princess Syndrome

Sumber Gambar : nextgenerationvillage.com

Kecantikan fisik dan penampilan yang memesona adalah senjata paling penting bagi orang yang mengidap sindrom Disney Princess. Bermodalkan keduanya, mereka merasa bisa menaklukkan segalanya, termasuk laki-laki. Pola pikir ini dipengaruhi alur cerita film-film Disney lawas.

Si Putri Salju yang terbangun dari kematian setelah dicium pangeran yang tertarik padanya karena wajah cantiknya, atau Cinderella yang diselamatkan pangeran dari hidupnya yang penuh nestapa karena disiksa ibu dan ibu tiri yang kejam, contohnya.

Alam bawah sadar kita ternyata menyimpan fakta ini. Padahal, pemikiran seperti ini bisa menjadi racun, lho, guys. Pasalnya, kamu jadi nggak bisa terlepas dari pria.

‘Sang Pangeran Berkuda Putih’ Akan Datang Menyelamatkanmu dari Nasib Buruk

Disney Princess Syndrome

Sumber Gambar : googleusercontent.com

Kaum hawa yang sudah terlanjur terinternalisasi sindrom ini beranggapan bahwa suatu hari akan datang prince charming untuk menyelamatkan mereka dari nasib buruk. Sama seperti yang dilakukan putri-putri Disney dari film lawas. Mereka cuma duduk diam tanpa melakukan apa pun, berharap pangeran tampan hadir untuk mengubah hidupnya yang pahit.

Akhirnya, Disney Memoles Karakter Princess Ciptaan Mereka

Disney Princess Syndrome

Sumber Gambar : wegotthiscovered.com

Dan seiring berjalannya waktu, kesalahan ini pun mulai disadari oleh pihak Disney. Akhirnya mereka mulai merombak total stereotip princess dalam animasi-animasi terbarunya. Kini karakter putri Disney nggak lagi menye-menye yang cuma mengejar cinta, tapi mereka adalah sosok putri yang tangguh dan pemberani, seperti karakter Merida yang digambarkan dalam Brave (2012) dan sosok putri penerus pemimpin suku dalam Moana (2016).

Itulah 7 fakta menarik tentang Disney Princess Syndrome yang perlu kamu ketahui. Belajar jadi Disney princess yang tangguh dan berani, yuk, GenKs!

About author

Related posts
GenK LIFE

Menjaga Hidrasi Kulit dengan Glow Better Coconut Series. Yuk Ketahui Urutan Pakainya!

GenK LIFE

10+ Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 untuk Keluarga, Teman hingga Pacar

GenK LIFE

Kenali 5 Jenis Jerawat dan Tips Mengatasinya Agar Tidak Membekas

GenK LIFE

Olahraga Saat Puasa? Why Not! Ini Jenis Olahraga yang Dapat Kamu Lakukan di Bulan Ramadan