GenK LIFE

Anhedonia, Gangguan Mental Berbahaya yang Mungkin Kamu Alami dan Sepelekan

Pada dasarnya, semua manusia bisa merasakan senang atau sedih, susah atau bahagia dan sebagainya. Tapi terkadang ada juga lho, keadaan atau perasaan yang kamu sendiri mungkin pernah mengalaminya tapi susah menjelaskannya. Keadaan atau perasaan yang dimaksud adalah seperti tidak merasa bahagia atau senang, padahal di saat yang sama, kamu sedang tidak mengalami hal yang tidak mengenakkan alias sedang biasa saja. Fenomena semacam ini menurut ilmu psikologi disebut dengan istilah anhedonia.

Apa itu anhedonia? Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

Definisi Anhedonia

Sumber Gambar : hbr.org

Anhedonia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan menurunnya minat seseorang akan aktivitas yang umum dan biasa dinikmati. Dikarenakan penurunan minat ini, maka secara otomatis orang yang bersangkutan akan kehilangan gairah untuk melakukan apapun dan merasa tidak bahagia atau senang. 

Dalam ilmu psikologi, anhedonia ini merupakan gejala inti dari gangguan depresi mayor yang juga bila dibiarkan berlarut-larut akan membuat kesehatan mental seseorang terganggu.

Apa Saja Gejalanya?

Sumber Gambar : self.com

Sejauh ini, para pakar masih terus meneliti segala sesuatu yang terkait dengan masalah tersebut. Anhedonia ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu sosial dan fisik. Anhedonia sosial adalah sebuah kondisi ketika kamu tidak lagi tertarik dengan semua aspek hubungan interpersonal dan segala hal yang berkaitan dengan sosial. Sedangkan anhedonia fisik lebih mengacu pada menurunnya rasa untuk dapat menikmati segala sesuatu, seperti rasa makanan, sentuhan sampai dengan seks.

  • Adapun gejala dari anhedonia antara lain:
  • Menarik diri dari hubungan interpersonal atau sosial
  • Menurunnya tingkat kesenangan dan kesukaan akan aktivitas sehari-hari
  • Tidak lagi tertarik dengan hobi yang sebelumnya digeluti
  • Menghilangnya libido akan keintiman fisik

Penyebab Anhedonia

Anhedonia

Sumber Gambar : medicalnewstoday.com

Pada umumnya, anhedonia disebabkan oleh penyalahgunaan obat-obatan tertentu dalam jumlah besar atau dalam durasi yang lama. Dikarenakan hal itu, maka seseorang akan mengalami fase di mana tidak ada lagi yang dapat membuatnya senang dan nyaman. Depresi dan skizofrenia adalah inti dari gangguan mental semacam ini.

Hanya saja perlu diingat bahwa anhedonia ini tidak sama dengan social anxiety atau kecemasan sosial. Perbedaannya cukup jelas, yaitu social anxiety lebih pada penarikan diri pada situasi sosial karena ketakutan yng muncul secara langsung pada suatu situasi atau kondisi yang terjadi, sedangkan anhedonia lebih ke penarikan diri pada situasi sosial karena merasa tidak ada hal yang dapat membuatnya menarik ketika melakukan hubungan sosial atau interpersonal.

Jadi dapat dikatakan bahwa social anxiety lebih ke ketakutan yang dirasakan secara langsung di saat yang sama, sedangkan anhedonia adalah ketidaktertarikan akan hubungan sebelum benar-benar mengalami.

Risiko yang Disebabkan Anhedonia

Anhedonia

Sumber Gambar : cache.com

Seperti yang disebutkan di atas, depresi dan skizofrenia adalah inti dari anhedonia yang artinya adalah ketika kamu mengalami 2 masalah tersebut, maka tingkat risiko berkembangnya annhedonia di diri akan semakin besar. Adapun faktor-faktor risikonya antara lain:

Hidup dengan PTSD (post-traumatic stress disorder) yang parah

Berkurangnya kualitas hidup dan menyebabkan munculnya penyakit kronis

Gangguan makan dan pola hidup sehat

Jangan Mendiagnosa Sendiri!

Anhedonia

Sumber Gambar : sanity.io

Tentunya untuk masalah mental seperti ini, kamu tidak bisa melakukan self-diagnosis atau diagnosa secara pribadi. Ketika kamu sudah merasa apapun yang dilakukan dan didapatkan tidak lagi dapat membuatmu bergairah, menarik, senang ataupun nyaman, maka segeralah pergi ke dokter, psikolog ataupun psikiater. Kamu dapat curhat apapun tentang yang kamu rasakan agar mereka tahu bagaimana cara penanganannya.

Akan ada tes dan pemeriksaan fisik juga mental yang harus kamu lalui untuk mengetahui seberapa parah tingkat anhedonia yang kamu alami. Mungkin juga, kamu akan diambil sampel darah untuk mengetahui tingkat vitamin atau juga yang terkait dengan tiroid yang memiliki kontribusi pada munculnya gejala depresi.

Setelah itu, kamu dapat melakukan konseling secara reguler atau juga mungkin akan mendapatkan obat-obatan khusus yang dapat kamu konsumsi setiap harinya untuk mengatasi anedonia tersebut. 

Jadi, ketika kamu merasakan ada yang aneh dan tidak biasa dalam hidup, jangan dibiarkan berlarut-larut. Segera konsultasikan agar dapat ditangani secara dini.

About author

Related posts
GenK LIFE

Menjaga Hidrasi Kulit dengan Glow Better Coconut Series. Yuk Ketahui Urutan Pakainya!

GenK LIFE

10+ Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 untuk Keluarga, Teman hingga Pacar

GenK LIFE

Kenali 5 Jenis Jerawat dan Tips Mengatasinya Agar Tidak Membekas

GenK LIFE

Olahraga Saat Puasa? Why Not! Ini Jenis Olahraga yang Dapat Kamu Lakukan di Bulan Ramadan