GenK LIFE

Apa Itu Orang Toxic? Yuk, Kenali Ciri-Cirinya! Siapa Tahu Kamu Salah Satunya

orang-toxic

Pernahkah kamu merasa nggak nyaman, selalu kesal, dan hawanya ingin marah kalau dekat dengan seseorang? Mungkin saja dia adalah orang yang toxic. Toxic people adalah istilah untuk orang toxic. Yap, istilah yang diberikan kepada orang yang menyebalkan ini sedang menjadi tren di kalangan masyarakat dan warganet. Dikit-dikit bilang toxic, marah dibilang toxic, semuanya jadi serba toxic. Supaya lebih paham soal karakter menyebalkan ini, kami akan membahas seputar apa itu toxic, ciri-ciri orang yang toxic, dan cara terhindar dari sikap toxic itu sendiri. Yuk, baca terus!

Apa Itu Toxic?

apa-itu-toxic

Ilustrasi orang toxic (Sumber: drchloe.com)

Toxic toxic club, sebutan ini ditujukan buat sekelompok orang yang dianggap toxic. Tapi, tahukah kamu apa itu toxic? Jangan sampai kamu sering mengatakan istilah toxic, tapi malah nggak tahu artinya. Jadi, kata toxic itu kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah mengandung racun.

Wah, dari artinya saja sudah serem dan bahaya banget, kan? Tapi, racun di sini bukan kata “racun” yang sebenarnya loh, melainkan racun berbentuk sifat diri yang menyebabkan orang lain terkena dampak negatif dari yang kita perbuat. Kalau dilihat dari kamus Bahasa Inggris, toxic adalah kata sifat yang digunakan untuk mendeskripsikan kepada orang yang punya banyak sifat negatif, orang yang mudah jengkel, suka berbicara kasar ke orang lain, dan sebagainya.

Ciri-Ciri Orang Toxic

Yakin kamu bukan orang toxic? Daripada cuma menduga-duga, yuk, simak ciri-ciri orang toxic berikut ini. Siapa tahu ada salah satu cirinya yang mirip dengan sifatmu.

1. Playing Victim untuk Menyalahkan Orang Lain

playing-victim

Ilustrasi playing victim (Sumber: rukita.co)

“Pokoknya semua salah dia. Aku nggak mau ikut-ikutan deh”. Ingatlah bahwa masalah di kehidupan sosial pasti berhubungan antara satu orang dengan orang lainnya atau bahkan sebuah kelompok. Sehingga ada kemungkinan kesalahan nggak muncul murni dari satu orang saja. Nggak akan ada asap kalau nggak ada api.

Orang toxic akan senang bila berada di dalam situasi di mana ia bisa dengan gampang menyalahkan orang lain. Nggak jarang, ia akan dengan senang hati menerima peran sebagai korban. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk menyalahkan orang lain atas semua permasalahan yang terjadi. Keadaan seperti ini diartikan sebagai playing victim. Nah, sekarang kamu jadi tahu juga kan, arti playing victim.

Sekarang saatnya bercermin dengan diri sendiri. Kamu lebih suka tenggelam di dalam kesengsaraan dan mengambil peran sebagai korban atau bangkit lagi sambil mencari jalan keluar demi hidup yang lebih baik? Kalau hasilnya ternyata kamu lebih senang playing victim, berarti kamu termasuk ke dalam salah satu ciri orang yang toxic.

2. Drama Queen

drama-queen

Ilustrasi drama queen (Sumber: shutterstock.com)

Mencari perhatian lewat drama adalah ciri-ciri apa itu toxic yang sangat menjengkelkan. Segala sesuatu yang ada di bumi ini dianggap selalu salah. Selalu dan terus begitu. Jika ada masalah yang bisa diselesaikan, maka dia akan dengan sigap mengungkit masalah baru lagi. Orang yang seperti ini hanya menginginkan simpati dan dukungan, namun nggak mau mencari solusinya. Kerjaannya hanya mengeluh dan terus mengeluh. Ini berarti masih berkaitan dengan ciri toxic sebelumnya, yaitu playing victim.

Kamu pasti setuju kan, bersandiwara untuk mendapat kepuasan pribadi dan merugikan orang lain bukanlah tindakan yang benar? Bermain drama memang membuat ketagihan. Kamu mungkin akan menjadi pusat perhatian di dalam drama yang kamu buat sendiri. Namun, orang-orang yang ada di sekelilingmu lama-lama akan lelah kalau terus-terusan mendengar keluhanmu yang nggak berujung. Itu sama saja kamu mengizinkan sifat toxic untuk mengendalikan dirimu sendiri. Kalau ternyata benar kamu punya ciri yang satu ini, ayo mulai sekarang coba untuk mencari kesenangan lain lewat hal-hal yang lebih positif. Kamu pasti bisa!

3. Suka Julid di Media Sosial Adalah Ciri Orang Toxic Loh

apa-itu-toxic-di-medsos

Ilustrasi orang julid di medsos (Sumber: unsplash.com)

Ada artis yang lagi kontroversial, langsung komentar di kolom Instagramnya. Ada kasus yang lagi viral, langsung mendadak jadi social justice warrior (SJW), padahal belum tahu beritanya secara detail. Kalau sekadar ingin senang saja memang mudah melontarkan ucapan apa pun tanpa tanggung jawab. Tapi sepatutnya, kamu mencari dulu kebenaran dari omonganmu sendiri, sebelum orang lain terluka karenanya. Hayo… kamu termasuk yang mana? Yang asal nimbrung tapi ngawur, atau yang cermat dengan opinimu? Kalau masuk ke golongan pertama, berarti harus cepat-cepat dibasmi, karena lama-lama bisa jadi kebiasaan loh.

Mengemukakan pendapat dan membela orang lain memang nggak dilarang kok. Masalahnya itu kalau kamu mengemukakan pendapat dengan cara marah-marah tanpa tahu informasinya secara detail terlebih dulu. Terlebih tulisan kamu di media sosial bakal terus ada dan menjadi jejak digital. Ini akan berakibat fatal saat kamu hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Mereka akan mencari tahu bagaimana jejak digitalmu di internet. Kalau seandainya mereka melihat tulisanmu yang berkoar-koar dengan bahasa kasar, bisa gawat banget, deh! Ayo kurangi sikapmu yang keras kepala dan barbar itu. Sebarkan hal-hal yang positif di media sosialmu!

4. Hobi Memotong Omongan Orang Lain

memotong-pembicaraan-orang

Ilustrasi orang memotong pembicaraan (Sumber: pexels.com)

Apa itu toxic dan ciri yang berikutnya adalah punya hobi memotong omongan lain. Ada tiga kemungkinan, yaitu kamu memang terbiasa bicara dengan cepat, kamu terlalu semangat saat mengobrol, atau kamu memang orang toxicSiapa sih yang mau kalau omongannya dipotong? Bisa-bisa bikin naik darah.

Orang yang toxic akan selalu memotong pembicaraan karena ingin menjadi orang yang paling mendominasi di dalam obrolan tersebut. Curhat sampai habis-habisan tanpa memikirkan perasaanmu juga. Bahkan mereka yang toxic nggak akan menanyakan bagaimana kabarmu, karena mereka hanya fokus pada keresahan yang ingin mereka tumpahkan kepadamu. Wah, curang banget ya. Padahal yang namanya ngobrol seharusnya berjalan dua arah.

Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu toxic. Balik lagi ke diri kamu sendiri. Apakah kamu nyaman menjadi orang yang toxic atau sebaliknya? Semua pilihan ada di tanganmu. Karena kamu adalah pilot untuk kehidupanmu sendiri. Yuk, belajar bijak dalam bersikap di kehidupan sosial!

About author

Related posts
GenK LIFE

Pentingnya 3V dalam Public Speaking Biar Sukses Bicara di Depan Umum

GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Kenalan Dengan Claudia Emmanuela Santoso, Penyanyi Yang Membawakan Hymne Special Olympic 2022

GenK LIFE

Sering Dikira Sama, Kenali Perbedaan Asam Lambung dan GERD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *