GenK LIFE

Apakah Cairan Disinfektan Benar Dapat Cegah Virus Corona?

Di tengah maraknya wabah virus corona atau COVID-19 di dunia, membuat banyak orang melakukan berbagai upaya pencegahan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan guna mencegah penyebaran, seperti menjaga daya tahan tubuh hingga kebersihan diri dan juga lingkungan. Selain mencuci tangan dengan sabun dan penggunaan hand sanitizer, ternyata penggunaan disinfektan juga diperlukan.

Penggunaan disinfektan menjadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus corona (SARS-CoV-2). Disinfektan dipercaya mampu untuk mensterilkan benda-benda dari kuman, bakteri ataupun virus. Disinfektan diketahui mengandung bahan yang bernama biosida yang merupakan bahan aktif pembunuh bakteri dan kuman.

disinfektan

Ilustrasi Disinfektan. (Sumber: Unsplah/Clay Banks).

Apa itu disinfektan dan apa saja jenis-jenisnya?

Agar tak keliru membedakan antara disinfektan dengan cairan pembersih lainnya, kita harus tahu dulu apa itu disinfektan. Disinfektan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad remik atau obat untuk membasmi kuman penyakit. Disinfektan juga dapat diartikan sebagai senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan untuk membunuh mikroorganisme yang terpapar langsung disinfektan.

Efektivitas disinfektan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti lama paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH, serta ada dan tidaknya bahan pengganggu. Disinfektan biasa digunakan dalam beberapa hal, seperti membersihkan permukaan lantai, meja dan permukaan lain yang sering tersentuh; membersihkan kain atau pakaian yang terpapar bakteri dan virus; serta mensterilkan peralatan medis.

Walau sama-sama dapat membersihkan, disinfektan ini berbeda loh dengan antibiotik dan antiseptik! Antibiotik digunakan untuk menghancurkan mikroorganisme yang ada di dalam tubuh. Sementara itu, antiseptik sendiri merupakan bahan pembunuh bakteri dan virus yang digunakan di tubuh. Disinfektan sendiri terbagi dalam beberapa jenis, seperti:

  • Glutaraldehyde 2%

Bahan kimia ini lebih banyak digunakan sebagai disinfektan alat-alat operasi yang tidak bisa disterilkan dengan suhu panas. Walau dapat membersihkan, bahan ini juga memberikan efek samping seperti mual, sakit kepala, iritasi mata, dermatitis hingga diskolorasi kulit (perubahan warna kulit).

  • Chloroxylenol 5%

Selain dapat digunakan sebagai disinfektan, bahan kimia ini juga bisa digunakan sebagai antiseptik. Biasanya, bahan ini digunakan untuk membersihkan alat-alat medis dengan cara perendaman dengan campuran alkohol 70%.

  • Chlorine

Klorin yang biasa kita kenal sebagai kaporit juga merupakan salah satu bagian dari bahan disinfektan. Selain untuk membersihkan kolam renang, klorin juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan barang.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan cairan disinfektan

Walau disinfektan dipercaya dapat mensterilkan berbagai virus, namun penggunannya juga perlu diperhatikan, loh! Demi mendapatkan hasil yang maksimal, disinfektan disemprotkan ke ruangan terbuka atau ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik. Hal ini dikarenakan klorin memiliki konsentrasi yang cukup tinggi dan dapat mengeluarkan uap beracun, sehingga sangat tidak disarankan untuk disemprot pada ruangan tertutup.

disinfektan

Ilustrasi membersihkan dengan disinfektan. (Sumber: Unsplash/The Honest Company).

Dalam membersihkan rumah, penggunaan sabun dan air secara teratur memang bisa membunuh kuman atau paling tidak mengurangi jumlah kuman. Bila ingin benar-benar membunuh kuman, permukaan lantai meja atau lainnya juga tetap harus melakukan pembersihan dengan disinfektan. Namun, yang harus diperhatikan adalah untuk jangan mengombinasikan disinfektan dengan produk pembersih lainnya.

Selain itu, untuk memulai pembersihan dengan disinfektan, kita harus menggunakan sarung tangan. Penggunaan sarung tangan ini diperlukan untuk menanggulangi bahaya atau efek samping yang mungkin saja dapat muncul dari semprotan cairan tersebut.

Bila disinfektan disemprotkan pada permukaan yang dapat kontak dengan makanan seperti meja, perlu diperhatikan untuk tak lupa membilasnya dengan air hangat dan membiarkannya kering dulu setelah disinfektan.

Setelah bahasan diatas, mungkin kalian bisa jadi lebih tahu mengenai disinfektan yang belakangan banyak dibahas saat kasus virus corona merebak. Seperti yang telah disampaikan juga, langkah pencegahan akan efektif jika kita juga tetap memperhatikan kebersihan. Jadi, jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar juga, ya GenK!

About author

Related posts
GenK LIFE

Fatherless : Bagaimana Peran Ayah Mempengaruhi Pertumbuhan Anak?

GenK LIFE

4 Hal Penyebab Jerawat Punggung dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Pentingnya 3V dalam Public Speaking Biar Sukses Bicara di Depan Umum

GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya