GenK LIFE

Apakah Chloroquine Phosphate Obat yang Ampuh Sembuhkan Corona?

Beberapa waktu lalu, kita mungkin mendengar kabar yang menyebutkan jika Chloroquine Phosphate ini dapat dijadikan sebagai obat penyembuh virus corona. Pandemi corona sendiri memang sudah mewabah ke belahan dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, pasien positif corona kian bertambah setiap harinya yang tentu membuat masyarakat menjadi khawatir.

Sebelumnya, pada Senin (9/3/2020) Indonesia dikejutkan dengan sebuah kabar yang menyebutkan jika Chloroquine ini dipercaya dapat menyembuhkan virus corona. Walau demikian, pernyataan tersebut sedikit bertentangan dengan pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengungkapkan pelarangan penggunaan Chloroquine atau obat anti malaria tersebut bahkan pelarangan itu sudah berlangsung sejak 2005 di Nigeria. Alasan pelarangan ini adalah karena tinggi dan resistensi obat.

Ilustrasi obat. (Sumber: Market Watch)

Pemberitaan mengenai Chloroquine ini memang cukup membuat kehebohan tersendiri khususnya di Indonesia. Pada (15/3/2020) lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sempat menyatakan adanya kesalahan informasi mengenai Chloroquine yang dapat menyembuhkan corona. Namun, beberapa hari berselang, Kominfo justru mencabut label ‘disinformasi’ tentang rekomendasi Chloroquine sebagai obat penyembuhan corona.

Baca Juga :   5 Alasan Kenapa Self Talk Bisa Bikin Hidup Lebih Tenang

Hal ini terjadi setelah melewati uji klinis kepada 100 pasien di 10 rumah sakit di China sebagai upaya menjalani proses penyembuhan dan pembuktian kesuksesan obat tersebut. Dibalik kontroversi yang terjadi, kita harus tahu dulu apa yang dimaksud dengan Chloroquine Phosphate ini agar tidak keliru dan salah informasi.

Apa itu Chloroquine Phosphate?

Chloroquine Phosphate. (Sumber: Shutterstock)

Chloroquine merupakan obat anti malaria sejak tahun 1949 yang pemakaiannya harus berdasarkan resep dokter. Selain dapat mengobati malaria, obat ini juga dipercaya dapat mengobati penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk yang terinfeksi parasit. Parasit penyebab malaria biasanya masuk melalui gigitan nyamuk dan kemudian menetap di dalam jaringan tubuh seperti sel darah merah dan juga hati.

Centers for Disease Control (CDC) Amerika bahkan telah mengeluarkan sejumlah pedoman dan juga rekomendasi pencegahan dan pengobatan malaria di berbagai belahan dunia. Sebelum pergi ke negara-negara yang rawan malaria, ada baiknya untuk mendiskusikannya kepada dokter yang lebih paham agar tak salah langkah.

About author

Related posts
GenK LIFE

7 Hal Yang Perlu Diketahui Soal Menstruasi! Para Wanita Wajib Tau!

GenK LIFE

Generasi Milenial Wajib Tahu, Ini 5 Tips Mencapai Financial Freedom di Usia Belia

GenK LIFE

Apa Benar Hujan-Hujanan Bisa Bikin Sakit? Simak Disini!

GenK LIFE

Kenali Anticipatory Anxiety, Kelainan Yang Membuatmu Overthinking