Game & Teknologi

4 Aplikasi Kolaborasi Tim Bikin Kerjaan Kamu Tetap Produktif

Meski terpisah oleh jarak, banyak bisnis yang tetap bisa menjalankan aktivitas operasinya secara digital menggunakan bantuan berbagai perangkat pendukung. Bagi kamu yang sedang menjalankan rutinitas harian bekerja dari rumah alias work from home, pastinya sudah familiar dengan berbagai macam aplikasi pendukung seperti Zoom atau Google Hangout untuk koordinasi dengan anggota tim dong. Tak hanya soal komunikasi saja, kamu juga bisa menemukan berbagai aplikasi kolaborasi tim seperti yang kami rekomendasikan di bawah ini.

1. Slack 

Sumber: businesswire.com

Slack adalah salah satu aplikasi yang mendukung untuk berkomunikasi tim. Suatu perusahaan yang memiliki banyak karyawan umumnya mengelompokkan karyawannya dalam tim sesuai perannya. Di Slack kamu dapat membuat sebuah tim berisi beberapa orang anggota yang terkait dengan tim tersebut. Slack sebagai media komunikasi, selain untuk berkirim pesan/chat realtime, juga memiliki fitur lain seperti melihat proses kinerja dalam mengelola proyek, berbagi berkas, dan juga fitur-fitur lain yang dibutuhkan untuk produktivitas tim. 

Slack akan memudahkan kamu dalam berkomunikasi secara langsung dan terhubung dengan tim lain. Ini dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan efisiensi terhadap kinerja dari tim. Slack dapat membantu tim dalam berkomunikasi antar tim dalam menyelesaikan sebuah proyek dan bersifat transparan. Masih banyak tim yang memakai email sebagai media utama dalam komunikasi tim, dan Slack menawarkan opsi baru yang lebih fresh sesuai dengan perkembangan zaman.

2. Trello

Sumber: businesswire.com

Trello adalah aplikasi kolaborasi tim untuk mengatur proyek pekerjaan pada satu layar. Trello bisa dibilang sebagai to-do list online dengan fitur yang lebih lengkap dan sangat user friendly untuk digunakan kolaborasi antar tim dalam berbagai ukuran dan kapasitas. Jadi tidak perlu ketemu tatap muka, dengan Trello komunikasi antar tim bisa dilakukan dalam satu layar aplikasi. Trello memungkinkan kamu dan tim untuk bertukar ide dan inspirasi pada setiap board yang dikerjakan, nantinya setiap user bisa memberikan komentar serta diskusi terhadap proyek yang sedang dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Kamu juga bisa menambahkan label warna untuk membedakan mana yang menjadi pekerjaan prioritas agar bisa segera diselesaikan.

3. Google G Suite

Sumber: businesswire.com

G Suite adalah sebuah aplikasi kolaborasi tim milik Google yang menggabungkan berbagai fitur untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah produktivitas yang sering dihadapi oleh berbagai perusahaan dan organisasi. Di dalamnya, Google memiliki beberapa produk untuk email, pembuatan dokumen, presentasi, kalender, drive, dan masih banyak lagi. Pada dasarnya G Suite adalah sebuah aplikasi yang menggabungkan tools project management dan komunikasi. 

G Suite pertama kali diluncurkan pada tanggal 28 Agustus 2006 dengan nama Google Apps for Work . Mereka juga sempat menjadi Google Apps for Your Domain sebelum akhirnya dirilis ulang oleh Google dibawah nama G Suite. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, G Suite adalah sebuah tools, software, dan produk yang dibuat khusus oleh Google untuk mendukung produktivitas dan kolaborasi.

4. Asana

Sumber: businesswire.com

Asana adalah sebuah aplikasi kolaborasi tim untuk manajemen project untuk sebuah tim dan individual, dan merupakan aplikasi alternatif yang sederhana dan intuitif untuk manajemen kerja. Di Asana, sudah tersedia banyak fitur yang sangat memudahkankan seorang leader untuk membagi tugas kepada tim dan mengatur jadwal pengerjaan proyek tersebut. Asana menyediakan versi berbayar dan gratis. 

Asana diciptakan oleh duo jebolan Facebook, Dustin Moskovitz (co-founder Facebook) dan Justin Rosenstein (tech lead and engineering manager Facebook). Mereka berdua lalu merekrut banyak developer dari Google untuk bersama-sama mengembangkan Asana. Dirilis secara resmi pada November tahun 2011 yang lalu, Asana menjadi sebuah startup teknologi yang menarik banyak minat investor untuk berinvestasi dan mengucurkan dananya demi perkembangan Asana.

About author

Related posts
Game & Teknologi

Peluang Penggunaan Teknologi VR dan AR Untuk Bisnis

Game & Teknologi

Gimana Sih Cara Membuat Channel Telegram?

Game & Teknologi

NFT vs Microstock, Apa Beda dari Keduanya?

Game & Teknologi

3 Jenis Akun TikTok yang Wajib Kamu Ketahui