5 Jenis Atap Rumah Paling Populer untuk Hunian

Dibaca Normal: 4 menit aja
Feature image

Sebagai salah satu bagian penting dari sebuah rumah, atap tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan saja, tapi juga sebagai elemen untuk menambah nilai estetik. Yuk kenali berbagai jenis atap rumah paling populer yang cocok untuk berbagai macam hunian.

Dalam dunia arsitektur, kamu dapat menemukan berbagai macam jenis atap rumah yang terbuat dari material dan bentuk yang berbeda-beda. Bahan pembuat atap dipilih sesuai fungsi dan bentuk bangunan yang ingin dibuat, baik itu gedung perkantoran, toko, restoran, atau rumah.

Setiap jenis atap punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing, tergantung dari material pembuatnya. Di Indonesia sendiri, kamu dapat menemukan berbagai macam atap rumah yang memang cocok untuk iklim tropis dengan cuaca panas.

Buat yang yang sedang punya rencana untuk membangun hunian impian, baik itu rumah minimalis yang sedang tren, atau rumah dengan desain mediterania misalnya, pemilihan atap yang tepat itu hukumnya wajib. Ini dia berbagai jenis atap rumah paling populer yang bisa kamu jadikan referensi.

1. Atap Rumah dari Genteng Tanah Liat

Jenis atap rumah 1

Genteng tanah liat (sumber: architectjogja.com)

Jenis atap rumah pertama terbuat dari tanah liat. Ini dia genteng favorit sejuta umat Indonesia, GenK. Atap ini dibuat dari bahan tanah liat yang diproses melalui teknik press dan pembakaran, sehingga menghasilkan kualitas yang tahan lama dan kuat.

Kelebihan:

  • Harga yang ekonomis
  • Tahan lama
  • Variasi model dan bentuk yang beragam
  • Mudah dicari
  • Anti serangan serangga

Kekurangan:

  • Gampang berlumut dan jamuran
  • Memerlukan kerangka yang kokoh agar tahan angin
  • Butuh ketelitian saat pemasangan agar tidak mudah copot

 

2. Atap Rumah dari Metal

Jenis atap rumah 2

Jenis atap rumah metal (sumber: rumahlia.com)

Dengan memanfaatkan bahan utama berupa baja dan besi ringan, genteng metal merupakan pilihan atap lainnya yang cocok untuk rumah tropis, GenK. Meskipun terbuat dari metal, jenis atap rumah ini tidak mudah berkarat.

Kelebihan:

  • Relatif lebih ringan dibanding jenis genteng lainnya
  • Bersifat memantulkan cahaya sehingga rumah jadi terasa lebih sejuk
  • Anti lumut
  • Tidak mudah terbakar
  • Dapat dipasang di berbagai bidang

Kelebihan:

  • Pemasangan harus dilakukan dengan teliti
  • Harga jual yang cukup menguras kantong

Baca Juga
Inspirasi Arsitektur Tropis: Cantiknya Pesona Desain Rumah Mediterania

3. Atap Rumah dari Beton

Jenis atap rumah 3

Genteng beton (sumber: anekabangunan.com)

Kalau kamu adalah salah satu penggemar arsitektur rumah minimalis, jenis atap rumah ini paling banyak digunakan untuk melengkapi aksen modern dari jenis tersebut. Atap rumah beton juga terkenal sangat kokoh dan tahan lama.

Kelebihan:

  • Sangat kokoh
  • Awet dan tahan lama
  • Ani pelapukan dan serangga
  • Tahan api dan cuaca
  • Tampilan estetik

Kekurangan:

  • Harga yang cukup mahal
  • Lebih berat dibanding jenis genteng lainnya
  • Pemasangan memakan waktu

4. Atap Rumah Keramik

Jenis atap rumah 4

Atap rumah keramik (sumber: rumahlia.com)

Mirip tapi tak sama, jenis atap rumah keramik juga terbuat dari bahan berupa tanah liat, GenK. Bedanya adalah pada lapisan glasur yang ada di permukaan atap keramik. Atap bangunan ini paling banyak dipakai untuk gaya arsitektur rumah mediterania karena mampu memberikan tampilan yang mewah dan elegan pada hunian.

Kelebihan:

  • Tidak memerlukan banyak perawatan
  • Menggunakan sistem interlock yang kokoh
  • Awet dan tahan lama
  • Tersedia dalam berbagai varian warna yang cantik dan berkilau

Kekurangan:

  • Mudah pecah
  • Tidak tahan angin
  • Harga jual yang cukup mahal
Baca Juga
Mengenal Berbagai Macam Karakteristik Rumah Minimalis

5. Atap Rumah dari Genteng Aspal

Genteng bangunan 1

Genteng rumah aspal (sumber: 99.co)

Jenis atap rumah berikutnya juga cukup digemari dan banyak digunakan di Indonesia adalah genteng aspal. Yap, sesuai namanya, bahan dasar pembuatan genteng ini adalah campuran kimia dan aspal, sehingga menghasilkan atap yang super kokoh dan tahan lama, GenK.

Kelebihan:

  • Tidak mudah terbakar
  • Kuat dan awet
  • Lapisan aspal membuat genteng menjadi anti jamur
  • Sangat kokoh, mampu menahan terjangan angin
  • Punya banyak variasi warna

Kekurangan:

  • Harga jual yang tinggi
  • Membutuhkan kerangka yang kuat sebagai penopang
  • Lebih berat dibanding atap kebanyakan

Itu dia tadi beberapa jenis atap rumah yang cocok untuk melindungi hunian kesayanganmu, GenK. Pilihlah atap yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya arsitektur rumahmu. Semoga bermanfaat!


Simpulan

Nah, setelah membaca artikel ini, kamu jadi tahu lebih banyak tentang berbagai jenis atap rumah, GenK. Sebagai sebuah creative content platform, kreativv ID berkomitmen untuk menyediakan konten-konten berkualitas dari berbagai topik di industri kreatif untuk para pembaca setia.

Buat kamu yang ingin terus update dengan tren terkini di industri kreatif, kunjungi terus blog kami dan subscribe ke newsletter untuk konten terbaik langsung ke emailmu.

Polling

Ditulis Oleh

Wahyu Ramadhan adalah alumnus dari jurusan Bahasa Prancis, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Hobi menulisnya berkembang sejak ia duduk di bangku SMA hingga sekarang. Dengan menulis, ia dapat belajar banyak hal baru dan berbagi ilmu yang dimilikinya dengan orang banyak. Pemuda yang menyukai warna merah ini senang membaca buku dan belajar hal baru dengan ditemani segelas susu atau jus jambu.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Arsitektur & Interior

4 Inspirasi Desain Interior Rumah Minimalis ala Milenial

Arsitektur & Interior

5 Macam Model Atap Rumah yang Bisa Kamu Jadikan Inspirasi

Arsitektur & Interior

Mengenal Berbagai Macam Karakteristik Rumah Minimalis

Arsitektur & Interior

6 Tanaman Hias Gantung untuk Mempercantik Ruangan

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link