fbpx

Liminal Space: Alasan Ilmiah Kenapa Kamu Merasa Gak Nyaman di Beberapa Tempat

Dibaca Normal: 8 menit aja 😊
liminal space

Pernahkah kamu berada di suatu tempat atau situasi yang rasanya tidak nyaman dan batin kamu seakan-akan menyuruhmu untuk cepat pergi dari sana? Mungkin kamu sedang berada di liminal space.

Ada berbagai macam faktor yang bisa menyebabkan munculnya perasaan seperti itu tanpa kamu sadari. Beberapa orang sering mengaitkannya dengan hal mistis. Eits, tapi jangan langsung percaya, GenK. Ada kok teori masuk akal yang mampu menjelaskan kenapa perasaan seperti itu bisa muncul.

Namanya liminal space. Pernah dengar?

Jika belum, tidak perlu bingung. Di artikel kali, kami akan membahasnya. Mulai dari definisi, contoh kondisi secara fisik dan nonfisik, serta hubungannya dengan kerja kreatif. Langsung saja disimak, yuk!  

Apa Itu Liminal Space?

liminal space 1

Ilustrasi liminal space (sumber: liminalsolutions.com)

Liminal space berasal dari bahasa Latin yaitu “limen” yang berarti “ambang”. Secara lengkap, artinya adalah kondisi ambang antara apa yang sudah kamu kenal dan yang baru kamu temui.

Bingung?

Sabar, GenK. Habis baca lebih jauh, kamu pasti lebih paham. Yuk, lanjut!  

Penyebab Liminal Space

liminal space 2

Rumah yang sudah terbengkalai (sumber: pexels.com)

Liminal space muncul karena kamu terbiasa menerjemahkan suatu tempat berdasarkan fungsinya, dan kamu selalu memiliki tujuan untuk saat datang ke tempat tersebut. Contohnya, kamu pergi ke kantor untuk bekerja, ke rumah makan untuk makan, dan ke toko sepatu untuk membeli sepatu.

Sekarang cobalah datang ke tangga darurat di sebuah mall dan berdiamlah agak lama di sana. Kamu akan bingung, karena kamu tidak terbiasa dan tidak punya tujuan khusus ke sana. Lalu kamu akan bertanya-tanya, “Sebenarnya aku mau ngapain ya di sini?”

Baca Juga   Membuat Hutan Dalam Ruangan dengan Dekorasi Rumah Urban Jungle

Pertanyaan ini muncul karena kamu tidak bisa menganggap tangga darurat tersebut sebagai tempat yang benar-benar “tempat”. Tangga darurat ada hanya untuk mendukung kegiatanmu, atau bisa disebut sebagai tempat mampir. Karena kamu tak pernah berlama-lama di sana, kamu jadi merasa aneh untuk menghabiskan waktu di sana. Pasti rasanya tidak nyaman deh.

Nah, kondisi seperti inilah yang dinamakan liminal space.  

Tipe-Tipe Liminal Space

Setelah mengetahui definisinya, sekarang kamu juga harus tahu kalau liminal space punya dua tipe. Ini dia tipe-tipenya, GenK!  

  1. Physical (fisik), merupakan tipe yang pertama. Tipe ini berasal dari hal-hal yang bersifat fisik atau bisa dilihat wujudnya. Artinya, bentuk tempat yang kamu datangilah yang memberimu perasaan tak nyaman. Tipe ini sering dikaitkan dengan gaya arsitektur bangunan atau saat kamu sedang berada di ruangan tertentu.
  2. Non Physical (non fisik), merupakan kebalikan dari physical. Liminal space tipe ini muncul dari hal-hal yang tidak dapat dilihat wujudnya, misalnya saat mencoba pengalaman baru atau suasana baru. Tipe yang ini sering dikaitkan dengan perasaan manusia.

Contoh Liminal Space Secara Fisik

Sekarang kita bahas dulu tipe yang pertama ya, GenK. Kami akan memberikan beberapa contohnya khusus buat kamu. Yuk kita lihat sama-sama supaya tidak penasaran!    

Kantor di malam hari

liminal space 3

Ilustrasi lembur di kantor (sumber: abc.net.au)

Yap, kantor di malam hari bisa menjadi salah satu contoh liminal space. Ketika rekan kantor sudah pulang semua tapi kamu harus lembur di kantor, kamu akan merasakan hawa yang tidak enak.

Ayo ngaku pasti pernah merasa seperti itu, kan?

Perasaan seperti itu bisa muncul karena kamu tidak terbiasa melihat kantor dalam kondisi kosong. Otak kita terbiasa untuk menyatukan sebuah tempat dengan kegiatan yang terjadi di dalamnya. Kantor merupakan tempat bekerja, apalagi di siang hari semua rekan kerjamu beraktivitas di sana. Namun, semua kegiatan itu tidak berlaku di malam hari. Sehingga kamu akan merasa ada yang salah di sini dan bertanya-tanya, “Sebenarnya tempat ini buat apa sih?”

Baca Juga   Tips Marie Kondo: Mencari Kebahagiaan Lewat Beres-Beres

Sekolah di malam hari

liminal space 4

Ruang kelas yang kosong (sumber: pexels.com)

Sama halnya dengan kantor di malam hari, sekolah di malam hari juga terasa membingungkan. Otakmu akan berpikir, “Seharusnya aku sudah pulang dan tidak sekolah lagi di jam segini”. Pemikiran seperti itu tentu akan membuatmu gelisah dan ingin cepat-cepat pulang. Terlebih ketika teman-temanmu sudah pulang dan kamu hanya sendirian di sana. Rasanya pasti asing, karena setiap hari kamu melihat teman-temanmu lalu-lalang di koridor sekolah.

Mall yang sudah tutup

liminal space 5

Mall yang sudah tutup (sumber: Doomie Grunt – Dead Malls & Derelict Digs YouTube Channel)

Pernahkah kamu menonton bioskop di jam tengah malam?

Lalu saat kamu keluar dari bioskop, keadaan mall sudah kosong dan lampu-lampu toko sudah dimatikan?

Kalau dilihat dari kacamata liminal space, kamu terbiasa menyatukan antara mall dengan fungsinya sebagai tempat rekreasi banyak orang. Seharusnya banyak orang yang berbelanja di mall, tapi karena sudah tutup tidak ada lagi pengunjung di sana. Kecuali kamu, beberapa penonton bioskop, dan beberapa petugas mall lainnya. Itu sebabnya kamu merasa hawa yang aneh.

Stasiun kereta yang sudah tidak terpakai

liminal space 6

Stasiun kereta yang kosong (sumber: pexels.com)

Tidak ada kereta.

Tidak ada penumpang yang berdiri di peron.

Semuanya kosong, hanya ada kamu di sana.

Tempat yang seperti ini termasuk liminal space yang membuat kamu merasa ada yang asing. Seharusnya ada kereta dan banyak penumpang yang lalu-lalang di stasiun, tapi sekarang tidak ada karena stasiun sudah tidak berfungsi lagi. Suasana yang tak biasanya kemudian melahirkan sensasi hawa tak enak pada dirimu.

Kalau kamu mengalami ini, ingat ya, hawa tak enak yang kamu rasakan bukan dari keberadaan makhluk gaib!

Baca Juga   Kenapa Waktu Terasa Cepat di Situasi Tertentu?

Lorong rumah sakit di malam hari

 

liminal space 7

Lorong rumah sakit (sumber: pexels.com)

Kalau biasanya ada keramaian dokter, suster, atau pasien yang lalu-lalang di rumah sakit pada siang hari, saat malam kamu mungkin tidak akan bisa menemukan pemandangan seperti itu, GenK. Semuanya sudah harus istirahat, sehingga orang yang lalu-lalang di rumah sakit bisa dihitung dengan jari. Ditambah dengan pencahayaan malam yang remang-remang seperti di dalam adegan film horor.

Berani, GenK, menghadapi liminal space yang satu ini?

Parkiran basement yang kosong

liminal space 8

Parkiran basement (sumber: pexels.com)

Tempat parkir juga bukan merupakan tempat yang benar-benar “tempat”, karena tempat ini hanya ada sebagai tambahan untuk aktivitas yang kamu lakukan sebelum dan sesudahnya.

Misal, kamu pergi ke sebuah mall dan harus memarkir kendaraan milikmu di basement. Dalam contoh ini, basement hanyalah pelengkap, karena sudah jelas tempat yang kamu tuju isi mall nya. Kamu hanya berada di basement sebelum dan sesudah masuk mall.

Sekarang bayangkan jika basement-nya kosong.

Suasana akan semakin mencekam. Kalau biasanya kamu melihat banyak kendaraan yang parkir di sana, sekarang kamu tidak melihatnya lagi. Lalu kamu akan merasa ada sesuatu yang salah. Nah, itu tandanya basement yang kosong juga salah satu liminal space.

Galeri yang mempunyai banyak ruangan

liminal space 9

Galeri seni (sumber: pexels.com)

Beberapa galeri seni mempunyai ruang-ruang kecil layaknya kamar tidur. Namun, di dalam ruangan tersebut isinya karya-karya seni yang sedang dipamerkan atau sekedar di simpan di sana.

Rasanya akan sangat aneh bukan?

Ruangan yang bentuknya seperti kamar tetapi tidak ada manusia yang tinggal di sana.

Kalau kamu sedang sendirian di sana, rasanya seperti ada yang menekanmu. Apalagi kalau di ruangan tersebut ada karya seni seperti furnitur. Otakmu akan semakin bertanya-tanya siapa yang sebenarnya tinggal di ruangan tersebut, GenK.  

Contoh Liminal Space Secara Non Fisik

Kalau yang ini merupakan kebalikannya. Ada hal-hal dari dalam diri kamu yang tanpa kamu sadari bisa membangun liminal space. Apa aja sih? Ini dia contoh-contohnya, GenK!    

Pindah ke tempat kerja baru

liminal space 10

Ilustrasi pindah ke tempat kerja baru (sumber: pexels.com)

“Harus adaptasi lagi deh…”

Proses adaptasi memang tidak selalu mudah. Diperlukan beberapa usaha dan kesabaran saat menyikapi datangnya perubahan. Salah satunya saat kamu pindah ke tempat kerja baru. Akan ada meja kerja baru, rekan kantor baru, dan suasana baru. Bukan sebuah keanehan kalau muncul rasa aneh, namanya juga baru beradaptasi, GenK.

Baca Juga   Apa Benar Night Owls Lebih Kreatif daripada Early Birds?

Kehilangan pekerjaan

liminal space 11

Ilustrasi kehilangan pekerjaan (sumber: sbs.com.au)

Hampir semua orang butuh pekerjaan. Baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ataupun menabung untuk kehidupan di masa mendatang. Siapa sih yang tidak mau punya karir yang mapan? Lalu apa jadinya kalau karirmu sudah stabil, tapi tiba-tiba semua itu lenyap begitu saja?

Kehilangan pekerjaan bisa menjadi sesuatu yang sulit setelah kamu dipekerjakan dalam waktu yang lama. Kamu jadi berada di ambang antara pengalaman bekerjamu yang dulu dan pengalaman bekerja berikutnya yang sedang kamu harapkan. Ini juga disebut liminal space yang datang dari dalam diri.

Situasi seperti ini akan menimbulkan perasaan tertekan, tapi jangan patah semangat ya. Mungkin sekarang kamu kehilangan pekerjaan, tetapi siapa tahu di masa mendatang, kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sekarang, GenK.

Jet Lag

liminal space 12

Ilustrasi jet lag (sumber: pexels.com)

Jet lag adalah rasa lelah dan bingung akibat perubahan waktu tidur setelah menempuh perjalanan panjang yang mengharuskan kamu melintasi beberapa zona waktu.

Kamu tahu persis di mana kamu berada secara fisik dan geografis saat ini, tetapi secara mental kamu tidak tahu, atau bahkan belum siap untuk tahu. Mentalmu masih terbawa suasana tempat yang baru saja kamu datangi. Alhasil, kamu jadi emrasa sedang berada di dua kondisi yang berbeda, lalu malah kebingungan deh, terombang-ambing di antara tubuh yang minta istirahat dan pikiran yang masih belum yakin bahwa ini waktu istirahat.

Kondisi seperti ini termasuk dalam liminal space, GenK. Apa kamu pernah merasa jet lag?  

Kreativitas dan Liminal Space

liminal space 13

Ilustrasi penulis merasa cemas (sumber: cbsnews.com)

Liminal space juga sering dirasakan oleh para pembuat karya loh.

Kita ambil contoh penulis. Ketika seseorang ingin menulis karya, ia punya bayangan karya seperti apa yang ingin ia tulis. Nah, saat mulai menuliskannya, ia sudah dalam perjalanan mendekati bayangannya itu.

Kondisi di mana seorang penulis belum menyelesaikan karya, tapi terus-terusan dihantui oleh bayangan akan seperti apa karyanya nanti, juga termasuk liminal space.

Baca Juga   Belajar Desain Rumah lewat The Sims

Ketidakpastian bahwa karyanya akan selesai, keraguan karyanya akan selesai dengan kualitas sebagus yang dicita-citakan, pastilah menimbulkan rasa tak nyaman pada dirinya. Bahkan, tak jarang akan muncul juga rasa cemas terhadap respons pembaca.

Ini juga dialami oleh pekerja kreatif lainnya, seperti para desainer grafis. Ketika melihat referensi, para desainer sudah tahu desain seperti apa yang akan mereka buat. Tapi, di satu sisi, ia sering merasa ragu.

“Apakah aku juga bisa menghasilkan karya seperti itu? Aku tidak yakin…”

Dalam kasus ini, liminal space pun akhirnya mengganggu orang-orang kreatif tersebut. Kalau dibiarkan terus menerus, bisa gawat, GenK. Kalau kamu mengalaminya, kamu harus bisa segera keluar dari sana, supaya kamu bisa terus berkarya tanpa perlu ada ketakutan dan kecemasan.


Itu dia penjelasan singkat seputar liminal space dari definisi, tipe-tipenya, dan hubungannya dengan kreativitas seorang kreator. Kalau kamu merasa sudah benar-benar terganggu oleh situasi ini, baik dari yang fisik maupun non fisik, tidak ada salahnya mencari teman untuk konsultasi.

Tentang Penulis

Yurista Andina atau yang kerap disapa dengan Yuri ini merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual. Dari hobi, kini menulis telah menjadi passion yang digeluti oleh perempuan penggemar musik K-Pop ini. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Saat tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, ia sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita fiksi.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Arsitektur dan Interior

Keunggulan Coworking Space: Kantor ala Milenial

Arsitektur dan Interior

Tips Menata Kamar Mandi Minimalis nan Estetik

Arsitektur dan Interior

7 Rekomendasi Situs Belajar Desain Interior Gratis Terbaik

Arsitektur dan Interior

10 Fitur Klasik Rumah Jepang yang Bisa Kamu Jadikan Inspirasi

Arsitektur dan Interior

Mengenal Eloknya Gaya Arsitektur Oriental Negeri Tirai Bambu

Arsitektur dan Interior

7 Alasan Kenapa Kamu Mesti Pakai Wallpaper Dinding

Arsitektur dan Interior

8 Rekomendasi Aplikasi Desain Rumah Terbaik Tahun 2019

Arsitektur dan Interior

Tren Kesenian Gambar Mural untuk Desain Interior

Arsitektur dan Interior

Tips Memilih Sofa untuk Ruangan Minimalis

Arsitektur dan Interior

8 Tips Dekorasi Kamar Menjadi Ruang Kerja yang Nyaman

Arsitektur dan Interior

8 Cara Mendesain Ruang Tamu Minimalis Yang Mudah Dipraktikkan

Arsitektur dan Interior

Tips Menghias Meja Kerja agar Lebih Estetik

Arsitektur dan Interior

Tips & Trik Wujudkan Rumah Mungil dengan Desain Skandinavia

Arsitektur dan Interior

Tips Marie Kondo: Mencari Kebahagiaan Lewat Beres-Beres

Arsitektur dan Interior

Membuat Hutan Dalam Ruangan dengan Dekorasi Rumah Urban Jungle

Arsitektur dan Interior

Selain Instagramable, Ini Manfaat Lain Vertical Garden

Arsitektur dan Interior

9 Tips Merancang Rumah Minimalis

Arsitektur dan Interior

5 Jenis Tanaman Hias untuk Mempercantik Ruangan

Arsitektur dan Interior

Tips dan Trik Menata Ruangan Sempit

Arsitektur dan Interior

3 Ide Kreatif Dekorasi Kamar Kos untuk Anak Kuliah

            Artikel Selanjutnya     
kid logo
Mau inspirasi ngalir deras,
kreativitas anti mandek?
Dapetin newsletter gratis dan undangan eksklusif ke acara-acara kreativv ID!

 
close-link
kid logo
EARLY BIRD
Daftar dengan mengisi form di bawah ini

 
close-link