fbpx

Mengenal Arsitektur Brutalisme

Dibaca Normal: 4 menit aja šŸ˜Š
arsitektur-brutalisme

Pernahkah kamu menemukan bangunan yang tampilannya seperti terbengkalai? Padahal tempat tersebut masih aktif digunakan? Mungkin bangunan yang pernah kamu lihat itu adalah bangunan berdesain arsitektur Brutalisme.Ā 

Perlu kamu ketahui, sebenarnya bangunan tersebut bukan terbengkalai, tetapi tampilannya memang sengaja dibuat dengan nuansa ā€œbrutalā€. Wah sengaja dibuat ā€œbrutalā€? Kenapa ya kira-kira, GenK?

Untuk tahu apakah bangunan itu masuk ke dalam bangunan berdesain arsitektur Brutalisme atau tidak, kamu perlu tahu terlebih dahulu apa itu arsitektur Brutalisme.

Apa Itu Arsitektur Brutalisme?

Arsitektur Brutalisme adalah gaya desain arsitektur yang sengaja dibuat dengan material mentah agar karakter kokoh muncul dengan sendirinya. Bahan mentah yang apa adanya dianggap bisa memunculkan karakter setiap material dengan kuat, bahkan biasanya dibiarkan oksidasi.

Arsitektur Brutalisme 2Sumber: instagram.com/brutal_architecture

Gaya arsitektur Brutalisme sendiri mulai populer dan berkembang sejak tahun 1950-an sampai tahun 1970-an. Ia muncul setelah gerakan arsitektur modern pada awal abad ke-20. Kata ā€œBrutalismeā€ sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa Prancis, Beton Brut, yang artinya beton mentah. Di dalam gaya arsitektur ini, beton mentah kemudian diperkuat karakternya dengan penggunaan semen kasar untuk membuat tekstur.

Arsitektur Brutalisme memang identik dengan penggunaan beton sebagai material utama bangunan. Tujuannya untuk semakin memperkuat kesan kokoh, berat, simpel, dan apa adanya. Tapi arsitektur brutalisme juga menggunakan material lain, seperti batu bata, baja, kaca, dan batu kasar.

Penggunaan material-material tebal dan kokoh juga bisa dikombinasikan dengan material transparan. Paduan keduanya dapat menyeimbangkan komposisi material bangunan. Kaca, misalnya, dapat menjadi penyeimbang beton. Selain penyeimbang, penggunaan kaca juga bertujuan agar mempermudah sirkulasi cahaya alami yang masuk ke dalam bangunan.

Penggunaan Warna dalam Brutalisme

Untuk urusan warna, tone gelap menjadi ciri khas arsitektur Brutalisme. Warna gelap akan memunculkan kesan manly yang kuat. Hal ini sangat cocok untuk membangun karakter arsitektur Brutalisme. Tapi, penggunaan tone gelap membuat kamu harus pintar-pintar dalam membuat sirkulasi cahaya alami dari luar. Pentingnya pencahayaan bisa kamu akali dengan menggunakan lampu tambahan yang mengarah langsung ke perabotan.

Baca Juga   Tips dan Trik Menata Ruangan Sempit

Selain pencahayaan, hal selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah sirkulasi udara. Bila kamu tidak ingin menghilangkan material beton sebagai material utama kamu, kamu bisa menggunakan roster beton. Roster beton yang bercelah bisa kamu gunakan sebagai ventilasi tanpa menghilangkan kesan kokoh dari beton. Selain itu kamu juga bisa mengakali dengan membuat ceiling yang tinggi. Fungsinya agar sirkulasi udara di dalam bangunan tidak sumpek.

Mengingat material beton yang mudah menyerap panas, kamu bisa mengakali dengan menyediakan taman kecil di sudut ruangan. Kamu bisa menanam tanaman hijau atau rumput alami yang berguna untuk menghalau panas dari beton. Bila lahan kamu kecil dan tidak memungkinkan untuk membangun taman, kamu bisa menambahkan pot-pot tanaman hijau di sudut ruangan kamu.

Untuk perabotan, kamu bisa pilih yang menggunakan bahan-bahan yang alami. Contoh bahan perabotan yang bisa kamu gunakan di arsitektur Brutalisme adalah kayu ulin dan kayu jati yang memiliki tone gelap. Dengan menggunakan kayu, maka kesan apa adanya tidak akan hilang.

Contoh Bangunan Brutalisme

Hingga saat ini ada banyak bangunan arsitektur Brutalisme yang masih bertahan. Bahkan ada yang sengaja membangun bangunan masa kini dengan konsep ini. Biasanya arsitektur Brutalisme digunakan untuk gedung institusi seperti perpustakaan, universitas, museum, dan perumahan. Bangunan yang masih menggunakan konsep Brutalisme adalah Unite Dā€™Habitation di Prancis, Genex Tower di Serbia, Public Safety Building di Canada, Sesc Pompeia dia Brazil, Kyoto International Conference Centre di Jepang, Perth Concert Hall di Australia, Ryerson University Library di Canada, dan masih banyak lagi.

Arsitektur Brutalisme 1Sumber: dezeen.com

Tidak hanya digunakan sebagai konstruksi gedung institusi, arsitektur gaya ini juga bisa kamu aplikasikan untuk desain arsitektur rumah pribadi. Salah satu rumah di Indonesia yang mengaplikasikan konsep model arsitektur ini adalah rumah milik Gito Sibarani, di Kreo, Tangerang. Gito merupakan pemilik sekaligus arsitek dari rumahnya sendiri. Dalam acara televisi Dā€™Sign Net TV, Gito sengaja menggunakan material beton yang mendominasi rumahnya agar terlihat simpel, apa adanya, namun kuat. Gito juga mengkombinasikan beton dengan kaca agar terlihat lebih ringan. Gito juga sengaja membiarkan pagar besinya teroksidasi agar muncul karakter yang kuat dari materialnya.

Gito juga membagikan tips untuk kamu yang ingin mengaplikasikan arsitektur brutalisme sebagai desain rumah. Kamu bisa menggunakan material yang less maintenance, seperti beton, kayu ulin, kayu jati, dan kaca. Lalu kamu bisa gunakan banyak bidang transparan agar cahaya alami bisa masuk dengan mudah ke dalam rumah, sehingga kamu bisa menghemat biaya listrik. Lalu kamu harus tahu arah datangnya sinar matahari agar kamu tahu dimana bidang transparan harus kamu aplikasikan.

Arsitektur brutalisme bisa dibilang desain arsitektur yang tidak akan dimakan zaman. Seandainya pun ada material yang teroksidasi, itu malah menjadi nilai plus untuk bangunan Brutalisme. Semakin less maintenance, maka akan semakin bagus.

Baca Juga   5 Jenis Tanaman Hias untuk Mempercantik Ruangan


Nah, itu dia gaya arsitektur brutalisme yang bisa menjadi referensi kamu dalam membuat desain rumah. Kamu juga harus memperhatikan kiat-kiat untuk membangun rumah Brutalisme agar rumah kamu tetap baik untuk kesehatan penghuninya. Apa kamu jadi tertarik untuk mendesain rumah dengan gaya arsitektur ini, GenK? Bila kamu tertarik, kamu bisa mencari berbagai referensi di internet atau kunjungi akun Instagram Brutal Architecture . Selain itu kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan arsitek kepercayaanmu. Selamat mendesain, GenK!

Tentang Penulis

Halo GenKreativv disini.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Arsitektur dan Interior

8 Rekomendasi Aplikasi Desain Rumah Terbaik Tahun 2019

Arsitektur dan Interior

Tren Kesenian Gambar Mural untuk Desain Interior

Arsitektur dan Interior

Tips Memilih Sofa untuk Ruangan Minimalis

Arsitektur dan Interior

8 Tips Dekorasi Kamar Menjadi Ruang Kerja yang Nyaman

Arsitektur dan Interior

8 Cara Mendesain Ruang Tamu Minimalis Yang Mudah Dipraktikkan

Arsitektur dan Interior

Tips Menghias Meja Kerja agar Lebih Estetik

Arsitektur dan Interior

Tips & Trik Wujudkan Rumah Mungil dengan Desain Skandinavia

Arsitektur dan Interior

Liminal Space: Alasan Ilmiah Kenapa Kamu Merasa Gak Nyaman di Beberapa Tempat

Arsitektur dan Interior

Tips Marie Kondo: Mencari Kebahagiaan Lewat Beres-Beres

Arsitektur dan Interior

Membuat Hutan Dalam Ruangan dengan Dekorasi Rumah Urban Jungle

Arsitektur dan Interior

Selain Instagramable, Ini Manfaat Lain Vertical Garden

Arsitektur dan Interior

9 Tips Merancang Rumah Minimalis

Arsitektur dan Interior

5 Jenis Tanaman Hias untuk Mempercantik Ruangan

Arsitektur dan Interior

Tips dan Trik Menata Ruangan Sempit

Arsitektur dan Interior

3 Ide Kreatif Dekorasi Kamar Kos untuk Anak Kuliah

Arsitektur dan Interior

Belajar Desain Rumah lewat The Sims

Arsitektur dan Interior

Anti Gerah dengan Desain Rumah Tropis

            Artikel Selanjutnya