8 Tips Dekorasi Kamar Menjadi Ruang Kerja yang Nyaman

Dibaca Normal: 6 menit aja 😊
dekorasi kamar

Saat kita berada di rumah, kamar adalah ruang terpenting bagi kita. Masalahnya, kamar lebih sering bikin kita malas daripada produktif. Nah, kami akan memberimu tips dekorasi kamar yang bisa membuatmu lebih produktif.

Ketika tugas menuntut untuk dituntaskan, ruang paling aman (terutama dari segi biaya) buat mengerjakannya adalah di kamar sendiri. Lebih-lebih kalau tugas yang dikerjakan tidak cukup selesai dalam semalam atau beberapa hari saja, seperti skripsi dan tugas akhir.

Belum lagi kalau setelah selesai sekolah atau kuliah, kamu memilih kerja remote dari rumah. Ruang gerak kamu tidak akan jauh-jauh dari workspace ini selama berjam-jam. Nah, rupanya beberapa elemen desain kamar tidur yang baik punya pengaruh positif buat kinerja dan mental kamu.

Jika kamu tahu caranya meningkatkan dekorasi kamar merangkap ruang kerja, wilayah kekuasaan kamu ini bisa turut membantu kamu lebih produktif dan bahagia, GenK.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mendekorasi Kamar

Ada banyak desain kamar di internet yang bisa jadi inspirasi kamu untuk mendesain isi kamar sekaligus ruang kerja sendiri ini. Namun pada dasarnya, utak-atik gaya kamar tidak lepas dari beberapa hal berikut:

1.Ukuran

dekorasi kamar 3

Ilustrasi kamar terlalu kosong (Sumber: unsplash.com)

Kamu tentu tidak ingin kamar yang terlalu kosong atau terlalu sempit.  Nah, penyesuaian yang tepat bisa dimulai dengan memerhatikan kesesuaian ukuran ruang dengan ukuran furnitur di dalamnya. Bagi kamu, pemilik kamar sempit, kamu bisa mencari terlebih dulu tips menata ruang sempit.

2.Gaya yang kamu banget

Sisipkan selera kamu dalam mendesain kamar. Jika kamu tidak suka warna-warna putih monokrom, tidak perlu memaksakan diri ikut-ikutan desain kamar yang full white di Pinterest. Masukkan selera kamu agar ruangan itu membuat kamu terasa seperti di rumah, nyaman dan tidak terkungkung.

3.Tujuan

Coba identifikasi lagi, apa saja yang kamu kerjakan di dalam kamar? Menelepon klien, berkutat dengan referensi sepanjang hari, atau membuat karya? Desain kamar kamu untuk mengakomodasi kegiatan-kegiatan ini agar lebih lancar dilakukan.

Cara Mendesain Kamar agar Jadi Ruang Kerja

Salah satu hal yang menyenangkan dari punya ruang kerja sendiri adalah kebebasan kamu untuk medekorasinya sesuai keinginan. Nah, cara-cara berikut ini bisa jadi landasan kamu untuk mendesain kamar sendiri yang memicu kamu lebih produktif:

1.Lepaskan yang bikin kewalahan

dekorasi kamar 5

Dekorasi kamar (Sumber: unsplash.com)

Dekorasi boleh, tapi jangan sampai bikin kamar kamu terasa kepenuhan ya, GenK. Jaga kamar kamu tetap simpel dengan dekorasi yang benar-benar kamu butuhkan saja. Hal ini juga berlaku untuk isi mejamu.

Carilah referensi tips menghias meja kerja sebanyak-banyaknya.

Elemen-elemen seperti bantal, lampu meja, patung-patung mini boleh saja ada di meja kerja kamu selama bisa membuat meja terasa homy dan tidak kepenuhan.

Prinsip ini juga berlaku buat seisi dinding, jendela, dan lemari. Tidak jarang kita menyimpan banyak pajangan di atas lemari. Selama kamu nyaman, tidak apa-apa, tapi semakin ruangan kamu terasa lega, semakin suasana produktif lebih bisa mengalir.

2.Main warna

Warna apa yang kamu suka? Aplikasikan jadi warna tema di kamarmu. Jika kamu ragu karena punya beberapa pilihan, ada patokan dasar untuk memunculkan suasana produktif.

Warna biru muda terang dan warna dingin senada bisa membantu kamu lebih rileks dan fokus pada tugas-tugas kognitif, seperti pekerjaan yang membutuhkan fokus analisis dan pembelajaran.

Sementara itu, warna merah dan pilihan warna hangat lainnya bisa membantu suasana produktif dalam pekerjaan yang membutuhkan keaktifan fisik.

Sementara itu, jika kamu butuh fokus analisis, pertimbangan keuangan dan budget, tapi juga butuh keaktifan, pilih warna-warna hijau muda.

Oya, jika kamu ingin mengerjakan tugas-tugas kreatif, coba warna kuning untuk cat kamarmu. Warna kuning mendukung suasana kreatif dan inovatif.

Pertimbangkan tingkat intensitas warna-warna yang kamu pilih. Warna yang pekat dan terang memberi efek stimulus, sementara warna lembut dan pudar memberikan efek menenangkan.

Jika mengecat kamar belum memungkinkan untuk saat ini, aplikasikan warna-warna tersebut di furnitur dan barang-barang kamu, misalnya sarung bantal, alas meja, dan lukisan.

3.Pilih-pilih furnitur dalam kamar

dekorasi kamar 6

furnitur dalam kamar (Sumber: unsplash.com)

Furnitur apa yang paling sering kamu gunakan saat bekerja? Yep, meja dan kursi. Atur agar tinggi dan posisinya sesuai dengan postur duduk yang ergonomis ya, GenK, agar kamu tidak cepat lelah.

Jika kamu baru akan membeli furnitur kamar, pilih yang desainnya bundar. Meja bulat bisa diakses dari segala arah dengan lebih mudah, dan membantu bagi kamu bekerja dengan banyak kertas.

Perhatikan juga ukurannya, jangan sampai terlalu besar, agar tidak memenuhi isi kamarmu.

Tetapi, jika kamu sudah punya meja dan kursi yang bentuknya kotak, atau ukurannya tidak begitu ideal, jangan pusing. Kamu bisa modifikasi sederhana agar barang di kamar tidak percuma.

Contoh, jika meja terasa terlalu pendek, kamu bisa menambah ganjalan dari kayu atau batu. Jika dudukan kursi terasa terlalu rendah, bisa tambahkan bantal sebagai alas duduk. Kamu juga bisa modifikasi warnanya dengan cat yang warnanya padu dengan warna dinding kamar.

Jika mejamu terlalu besar, jangan khawatir. Gunakan saja sebagai focal point yang menarik di ruangmu. Letakkan di posisi mendekati cahaya, atau berikan pencahayaan tambahan, seperti lampu meja.

4. Atur pencahayaan

dekorasi kamar 1

Pencahayaan (Sumber: unsplash.com)

Pada dasarnya, pencahayaan alami membantu kamu mendapat paparan sinar matahari yang menaikkan mood. Karena itu, sebisa mungkin dapatkan pencahayaan alami untuk dekorasi kamarmu ya, GenK.

Buka blinds dan dorong gorden ke samping agar banyak cahaya alami masuk ke kamarmu, lalu tutup ketika malam datang.

Pergerakan cahaya dari pagi ke siang lalu ke malam hari yang kamu sadari lewat jendela kamar juga memengaruhi ritme tubuhmu untuk lebih alert dan produktif saat bekerja, dan mengirim sinyal istirahat sesuai waktu alami kamu.

Misal, waktu puncak produktif kamu ada di sore hari, maka cahaya sore membantu kamu untuk terdorong lebih produktif.

Nah, jika kamu ingin produktif seharian, kamu bisa memanfaatkan pencahayaan tambahan untuk memanipulasi tubuh tetap ‘terjaga’. Caranya, dengan menempatkan lampu meja berlumen tinggi.

Namun jangan sering-sering memanfaatkannya untuk begadang ya, GenK. Produktifitas kamu selaras dengan waktu alami tubuh untuk bangun dan tidur. Jadi ketika waktunya istirahat, jangan paksakan bekerja.

Kamu juga bisa memasang lampu kamar yang warnanya sehangat warna lampu kedai kopi favoritmu. Ambience yang dipancarkan lampu ruang juga bermanfaat untuk membantu mood bekerja.

5.Kopi dan selimut bisa membantu

dekorasi kamar 4

Kopi dan selimut bisa membantu (Sumber: unsplash.com)

Meski terkesan counteproductive, selimut dan kopi di meja kerjamu juga punya andil agar kamu lebih produktif, GenK.

Siapkan bantal dengan bahan sarung yang nyaman atau berwarna senada dengan dinding, letakkan di kasur, sofa, atau kursi yang memungkinkan kamu selonjoran sebentar.

Minumlah kopi di waktu istirahatmu, lalu power nap dibalup selimut selama 20 menit. Jangan lebih ya, agar tidak larut dalam deep sleep alias bablas tidur berjam-jam, nanti tugasmu tidak selesai.

6.Boleh berantakan, asal..

Jika kerja kamu berkaitan dengan kreativitas,  suasana yang agak berantakan membantu agar ide kreatif lebih mengalir, GenK. Tapi berantakan juga ada batasnya. Pilih item apa yang tidak menyulitkanmu ketika berantakan dan pilih lokasi di mana item itu boleh berantakan.

Contoh, jangan sampai koleksi bukumu berantakan hingga ke tempat tidur dan meja belajar.

Jika bukumu berantakan di lemari, tidak apa-apa, karena sudah di tempat semestinya.

Namun, jika bukumu berantakan sampai ke tempat tidur dan meja kerjamu, pikirkan lagi. Apakah buku-buku ini relevan dengan tugasmu? Jika tidak, letakkan di lemari. Jika ya, letakkan di dekat meja, di kotak atau totebag yang tersangkut pada meja.

Begitu pula dengan buku di kasur. Apakah kamu menikmati istirahat sambil membacanya? Jika ya,  letakkan di kotak dekat kasur. Jika tidak, letakkan kembali ke lemari.

7.Tanaman indoor

dekorasi kamar 2

Tanaman Indoor (Sumber: unsplash.com)

Letakkan tanaman hias di dekat meja atau di dekat jendela untuk membantu kamu lebih tenang saat bekerja. Tanaman juga membantu kamu untuk lebih produktif mengerjakan tugas-tugas kognitif yang membutuhkan analisis dan fokus mendalam tanpa merasa tertekan.

Tidak perlu tanaman yang besar, succulent pun cukup. Namun jika kamarmu masih terasa lega jika diisi jenis keladi yang kini sedang tren, masukkan saja, GenK!

8.Musik

Suara obrolan orang bisa mengganggu kamu untuk fokus pada tugas. Mumpung kamu sedang di kamar sendiri, kamu bisa memutar lagu favoritmu tanpa perlu memasang headphone seharian. Di samping membantu kamu lebih fokus, musik juga membantu mood kamu lebih naik.

Pilih musik yang tidak punya lirik dan punya struktur sederhana agar produktifitas kamu terdorong maksimal. Kebebasan mengatur playlist ini juga membantu kamu untuk lebih produktif tanpa gangguan ‘ih gue nggak suka musiknya.

Kamu bisa mencoba musik klasik atau playlist suara-suara alami untuk membantu kamu lebih tenang. Suara ombak, atau suara cuitan burung, atau suara air mengalir, misalnya. Sementara itu, kamu bisa meningkatkan dorongan energi lewat lagu-lagu latar video game.


Demikian cara-cara dekorasi kamar kamu agar mendorong produktifitas, GenK. Siapa sih yang gak kepengen kerja nyaman di kamar sendiri? Semangat!

Baca Juga   Tren Kesenian Gambar Mural untuk Desain Interior

Polling

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Arsitektur dan Interior

Cara Membuat Ruangan Kedap Suara yang Mudah dan Murah

Arsitektur dan Interior

Cara Membuat Maket Rumah Sederhana untuk Pemula

Arsitektur dan Interior

Mengenal Memory Foam, Bikin Tidur Jadi Lebih Nyenyak

Arsitektur dan Interior

5 Tips Pencahayaan Rumah untuk Hunian yang Lebih Nyaman

Arsitektur dan Interior

4 Rekomendasi Kursus Online Belajar Arsitektur Gratis

Arsitektur dan Interior

Keunggulan Coworking Space: Kantor ala Milenial

Arsitektur dan Interior

Tips Menata Kamar Mandi Minimalis nan Estetik

Arsitektur dan Interior

7 Rekomendasi Situs Belajar Desain Interior Gratis Terbaik

Arsitektur dan Interior

10 Fitur Klasik Rumah Jepang yang Bisa Kamu Jadikan Inspirasi

Arsitektur dan Interior

Mengenal Eloknya Gaya Arsitektur Oriental Negeri Tirai Bambu

Arsitektur dan Interior

7 Alasan Kenapa Kamu Mesti Pakai Wallpaper Dinding

Arsitektur dan Interior

8 Rekomendasi Aplikasi Desain Rumah Terbaik Tahun 2019

Arsitektur dan Interior

Tren Kesenian Gambar Mural untuk Desain Interior

Arsitektur dan Interior

Tips Memilih Sofa untuk Ruangan Minimalis

Arsitektur dan Interior

8 Cara Mendesain Ruang Tamu Minimalis Yang Mudah Dipraktikkan

Arsitektur dan Interior

Tips Menghias Meja Kerja agar Lebih Estetik

Arsitektur dan Interior

Tips & Trik Wujudkan Rumah Mungil dengan Desain Skandinavia

Arsitektur dan Interior

Liminal Space: Alasan Ilmiah Kenapa Kamu Merasa Gak Nyaman di Beberapa Tempat

Arsitektur dan Interior

Tips Marie Kondo: Mencari Kebahagiaan Lewat Beres-Beres

Arsitektur dan Interior

Membuat Hutan Dalam Ruangan dengan Dekorasi Rumah Urban Jungle

            Artikel Selanjutnya