Film, Animasi & Video

Bukan Sekedar Film Dan Series Animasi Biasa, 3 Anime Ini Memberikan Metafora Kehidupan Yang Akurat!

Gak semua anime itu merupakan sebuah hiburan belaka. Terkadang, anime juga dapat mengajarkan berbagai macam hal. Contohnya 3 anime ini yang dapat memberikan Metafora Kehidupan dengan akurat.

1. A Silent Voice : Perisakan/Pembullyan

a silent voice

Sumber Gambar : i.ebayimg.com

Salah satu jajaran film anime terbaik yang datang dari penulis jenius Yoshitoki Oima yang berjudul A Silent Voice atau Koe no Katachi memiliki segudang pesan yang baik dan film ini juga memberikan metafora kehidupan yang cukup akurat.

Menceritakan kisah hidup sang pemeran utama yang bernama Shouko Nishimiya, seorang gadis tuli dan ia cukup kesulitan dalam hal berkomunikasi dengan teman sekelasnya.

Shouko Nishimiya menjadi korban perisakan yang dilakukan oleh pemeran utama laku-laki bernama Shoya Ishida karena ketuliannya. Nishimiya mengalamani tekanan yang berat untuk anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Karena tekanan yang ia alami sudah sangat berat. Nishimiya memuptuskan untuk pindah sekolan.

Namun hal yang menarik dari film ini adalah perubahan nasib yang di alami oleh Shoya Ishida. setelah kepergian Nishimiya, semua teman-teman yang sebenarnya ikut merisak Nishimiya, melimpahkan semua kesalahan perisakan tersebut hanya pada Shoya Ishida sehingga membuatnya justru menjadi korban perisakan selanjutnya karena dianggap jahat oleh teman-temannya yang memfitnahnya.

Sejak saat itu Shoya Ishida menjadi korban perisakan hingga dirinya merasa trauma dan menutup diri hingga memutuskan untuk bunuh diri. Lalu apa sebenarnya metafora kehidupan yang ditunjukan pada film ini?

Film ini sebenarnya menggaris bawaih pada fakta dimana perisakan merupakan suatu kejadian yang akan selalu memiliki dampak yang negatif.

Meskipun banyak orang yang menganggap penghinaan atau permainan fisik yang menyakiti sesama merupakan candaan, itu bisa memberikan dampak yang besar pada sang korban. Salah satu dampak yang paling berbahaya yang dialami oleh korban perisakan adalah Depresi dan Bunuh diri.

Dilansir oleh kalderanews.com, Psikolog Trisa Genia C. Zega, M.Psi mengungkapkan bahwa sekitar 40% anak-anak di Indonesia memilih mengakhiri hidupnya sendiri dikarenakan tekanan yang mereka hadapi terhadap perisakan.

2. HAIKYUU!! : Body Shaming

Metafora Kehidupan

Sumber Gambar : amazon.com

Salah satu anime andalan di tahun 2020 yang berjudul Haikyuu!! karya Haruichi Furudate, berhasil membawa anime ini pada 5 season lamanya. Karena antusiasme dari para anime lovers, Haikyuu juga sempat mengalahkan beberapa anime besar seperti Kingdom dan Kaguya-sama: Love is war dalam rating MyAnimeList 2020.

Series ini mengisahkan perjalanan sulit yang dialami pemain bola voli handal bernama Hinata Shoyo dalam menggapai cita-citanya menjadi pemain voli yang dapat bermain di pertandingan nasional antar SMA di jepang.

Namun perjaananya pun tidak mudah, karena banyak rintangan yang harus ia lalui. Apalagi dengan hadirnya musuh bebuyutanya yang lebih handal dimasa SMP bernama Kageyama dalam SMA yang sama, membuat rintangan yang dihadapinya semakin berat. Namun itu tidak mengurangi mottivasi dalam hati Hinata.

Namun salah satu metafora kehidupan yang menarik yang terkandung dalam series ini adalah isu body shaming yang kian meningkat dan membuat sebagian orang tidak bisa mengembangkan potensinya karena pola pikir orang lain yang tumpul dan pendek.

Pemeran utama dari series ini digambarkan sebagai orang yang lebih pendek dibandingkan para pemain voli pada umumnya dan ia kerap dihina karena mimpinya untuk menjadi seorang Spiker atau penyerang utama yang diharuskan memiliki postur tubuh yang tinggi.

Penghinaan yang dilontarkan oleh karakter lain karena postur tubuhnya yang pendek memberikan contoh yang sangat akurat mengenai keadaan hidup ini yang terkesan menormalisasikan Body Shaming.

Bukan hanya perempuan yang terkait dengan berat badan, Body Shaming ini juga bisa terjadi pada kaum laki-laki. Jadi pada dasarnya Body Shaming ini dapat terjadi kepada siapapun.

Dilansir oleh liputan6.com, menjelaskan bahwa lebih dari 50% orang pernah mengalami Body Shaming. Warna rambut, kulit serta tinggi badan jadi objek lain yang kerap jadi sasaran olok-olok maupun kritik. Sehingga harus kita pahami bahwa Tidak semua orang bisa menjadi Orang Sukses, namun Orang Sukses bisa datang dari mana saja.

3. Attack On Titan : Rasisme dan Prasangka

Metafora Kehidupan

Sumber Gambar : wallpapercave.com

Siapa yang tidak mengenal serial anime karya Hajime Isayama yang berjudul Attack On Titan. Bagi para pecinta Anime, Attack On Titan atau Shingeki No Kyojin berhasil menjadi salah satu anime terbesar sepanjang masa.

Bagaimana Tidak, karena jalan ceritanya yang begitu komplek dan penuh plot-twist, anime ini memiliki tempat yang spesial dihati para penontonnya. Hampir sebagian besar karakter dalam serial ini menjadi karakter yang sangat terkenal dan ikonik. Sebut saja sang pemeran utama Eren Yeager dan Levi Ackerman sang prajurit terkuat umat manusia.

Serial ini bercerita tentang bagaimana manusia yang ada di pulau paradis hidup dalam tembok selama ratusan Tahun untuk melindungi diri mereka dari Titan yang ada di luar tembok.

Namun kejadian naas terjadi saat 2 Titan yang melebihi ukuran tembok membuat lubang besar dan membuat para titan lainya berhasil masuk dan memporak-porandakan sesisi pemukiman di paradis.

Salah satu hal yang membuat para penontonya terkejut adalah kenyataan dimana sebenarnya ada jutaan manusia yang hidup diluar pulau paradis. Mereka menganggap pulau itu adalah pulai iblis dan semua keturunannya merupakan keturunan iblis.

Dari fakta ini barulah terlihat bahwa serial ini sebenarnya juga memberikan gambaran umum di kehidupan nyata. Rasisme bagi para penghuni pulai paradis dan prasangka akan keturunan iblis bagi para keturunan Ymir (penghuni paradis) merupakan hal yang memicu perang besar antara umat manusia nantinya.

Hal ini menjadi poin besar dimana rasisme dan prasangka benar-benar menjadi isu yang sangan sensitif dan sering terjadi dikehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata kita juga bisa melihat sebagaimana banyaknya tragedi rasisme yang terjadi didunia.

Contohnya adalah kasus besar rasisme yang berujung pada kematian orang berkulit hitam bernama George Floyd. Ia diperlakukan secara tidak adil oleh seorang polisi berkulit putih bernama Derek Chauvin hanya karna ia tidak menyukai kaum kulit hitam hingga membuat George terbunuh.

Kesimpulan

Jadi itu adalah 3 anime yang dapat memberikan Metafora Kehidupan dengan akurat.  Gimana? cukup untuk menggambarkan situasi umat manusia kala ini bukan?

About author

Related posts
Film, Animasi & Video

Suka Film Perang? Rekomendasi Film ini Khusus Buat Kamu!

Film, Animasi & Video

Deretan Film Horor Indonesia Terbaru Wajib Ditonton

Film, Animasi & Video

8 Karakter Shaman Terkuat Di Film Jujutsu Kaisen 0!

Film, Animasi & Video

Rekomendasi 5 Drama Korea Maret 2022, Bertabur Bintang Papan Atas!

Leave a Reply

Your email address will not be published.