fbpx

Cara Membuat Kerangka Karangan Cerita

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
kerangka karangan

Mengarang adalah kegiatan mengumpulkan ide atau gagasan yang kemudian ditulis menjadi sebuah karya tulis kreatif. Langkah awal untuk membuat sebuah karangan adalah dengan mencari ide. Untuk mengembangkan ide cerita, kamu memerlukan kerangka karangan sehingga tidak perlu bingung lagi saat menulis cerita.

Apa Itu Kerangka Karangan?

Kerangka karangan adalah garis besar sebuah cerita yang ditulis secara terstruktur agar pengarang tetap berpegang pada ide atau gagasan awal. Kerangka umumnya berisi poin-poin utama yang kemudian akan digunakan di dalam setiap bab cerita.

Bagi seorang penulis, membuat kerangka tulisan sangatlah penting sebelum mulai menulis. Karena dengan membuat kerangka, penulis bisa memiliki pegangan pada saat  mengalami writer’s block, alias keadaan di mana ia mengalami masa-masa kehilangan ide untuk melanjutkan cerita yang sedang ditulisnya.

Dengan adanya kerangka, penulis dapat mengingat kembali apa sebenarnya ide atau gagasan awal cerita yang diusung.

Dengan begitu, alur cerita tidak keluar dari benang merah. Walaupun demikian, poin-poin yang tercantum di kerangka karangan sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi, guna memperluas alur cerita agar konflik menjadi lebih menarik dan menambah minat pembaca.

Bagi kamu yang belum pernah membuat, atau sudah pernah tapi merasa kesulitan saat membuatnya, kami akan membagikan tips khusus untuk kamu, GenK. Yuk langsung saja disimak!

Baca Juga   Vending Machine Pembuat Cerpen Instan

Cara Membuat Kerangka Karangan

Kamu perlu menuangkan segala ide dan imajinasi kreatifmu ke dalam kerangka. Selanjutnya tinggal bagaimana cara kamu untuk mengembangkan ide-ide yang sudah tersusun. Ingat, GenK, dalam membuat sebuah kerangka tulisan apa pun, tidak ada yang namanya benar atau salah. Karena kamu sendirilah yang akan menjadi pilot cerita buatanmu.

Cara-cara yang akan kami bagikan berikut ini semoga bisa membantu.

1. Cari ide atau gagasan cerita

Kerangka Karangan 2

Ilustrasi mencari ide atau gagasan cerita (sumber: pexels.com)

Ide adalah hasil pemikiran yang disampaikan penulis melalui tulisan kepada pembacanya. Ide bisa berupa hal yang konkret atau abstrak, karena memang tidak ada batasan yang mengatur ide seseorang.

Baca Juga   Suka Nulis? Unggah Karyamu ke 3 Platform Baca Buku Online Ini

Sebuah ide atau gagasan bisa datang secara tiba-tiba dalam waktu yang tidak terduga. Ada baiknya kamu mencatat setiap ide yang muncul di benakmu. Setelah mencatat, pilih salah satu topik yang menarik. Atau, kamu juga bisa menggabungkan semua ide-ide yang sudah kamu kumpulkan untuk kemudian dijadikan satu topik ide.

Tidak perlu takut akan tanggapan pembaca nantinya, karena setiap pembaca memiliki seleranya masing-masing.

2. Tentukan tema

Kerangka Karangan 3

Ilustrasi menentukan tema (sumber: pexels.com)

Setelah memilih ide yang akan dijadikan bahan utama cerita, kamu perlu menentukan tema. Tema tidak ditulis secara gamblang, tetapi tersirat di dalam cerita. Sehingga untuk mengetahui apa tema sebuah cerita, kamu perlu memahami keseluruhan cerita alias tidak setengah-setengah.

Untuk membuat cerita yang menarik, diperlukan tema yang unik dan out of the box. Buatlah satu kalimat yang berisikan tema cerita, yang terdiri dari tokoh utama dan kegiatan apa yang ia lakukan di dalam cerita. Contoh tema: “Mia ingin kembali ke masa lalu.” Dari satu kalimat singkat itu bisa dikembangkan menjadi cerita panjang.

3. Buat pola struktur naratif

Kerangka Karangan 4

Ilustrasi membuat pola struktur naratif (sumber: pexels.com)

Di dalam sebuah cerita, pola struktur naratif terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu eksposisi, komplikasi, dan resolusi. Melalui tiga bagian inilah kerangka cerita jadi lebih jelas. Karakter, masalah, dan setting bisa dikembangkan menjadi sebuah alur cerita yang beruntun.

Eksposisi

Pada tahap inilah segalanya bermula. Di dalamnya, kamu harus menetapkan tokoh utama dan pendukung, pihak protagonis dan antagonis, masalah dan tujuan, serta aspek ruang dan waktu cerita.

Di tahap ini juga terdapat pendahulu atau prolog yang merupakan latar belakang cerita. Turning point pertama, yaitu perubahan narasi karena adanya peristiwa, aksi, atau tindakan tertentu, dicatat di tahap ini juga.

Komplikasi

Tahap komplikasi merupakan tahap pertengahan. Pada tahap ini, usaha tokoh utama atau protagonis untuk mencari solusi dari masalah yang telah ditentukan pada tahap eksposisi dijabarkan.

Alur cerita juga biasanya mulai berubah arah, umumnya disebabkan oleh aksi di luar perkiraan yang dilakukan oleh karakter utama atau pendukung. Perubahan ini yang nantinya memicu munculnya konflik. Konflik sendiri sangat penting untuk diperhatikan karena menyebabkan tempo cerita semakin meningkat hingga klimaks.

Baca Juga   Jenis Ending Cerita Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

Pada pertengahan cerita terdapat titik tengah atau midpoint, yaitu perubahan arah gerak cerita karena adanya informasi, aksi, atau munculnya tokoh baru. Pada bagian akhir tahap ini, pemeran utama akan mengalami titik terendah atau putus asa yang menandakan cerita akan masuk ke turning point kedua.

Resolusi

Pada tahap ini, cerita mencapai titik ketegangan tertinggi atau klimaks cerita. Penggunaan unsur deadline untuk membatasi ruang dan waktu tokoh dalam menyikapi konflik bisa digunakan untuk meningkatkan nuansa tegang. Setelah melewati klimaks cerita, maka tercapailah penyelesaian masalah, kesimpulan cerita, atau resolusi. Pada banyak cerita, sebuah cerita kerap diakhiri dengan kemenangan pihak protagonis dan kekalahan pihak antagonis. Tapi, kalau kamu mau buat yang beda, tidak ada salahnya juga, GenK.

4. Buat talking point

Kerangka Karangan 5

Ilustrasi membuat talking point (sumber: unsplash.com)

Setelah membuat pola struktur naratif, buatlah poin-poin di setiap bagian eksposisi, komplikasi, dan resolusi. Poin-poin ini merupakan pengembangan dari tema yang kemudian akan digunakan untuk mempermudah saat menulis naskah cerita.

Baca Juga   Yuk, Bikin Rak Buku Unik untuk Koleksi Bukumu

Setiap poin harus mampu mewakili satu bab cerita. Kamu juga perlu memastikan setiap poin memiliki kesinambungan satu sama lain, sehingga membuat pembaca penasaran dan ingin terus mengikuti keberlanjutan cerita buatanmu, GenK.

5. Kembangkan talking point

Kerangka Karangan 6

Ilustrasi mengembangkan talking point (sumber: unsplash.com)

Talking point akan terus berkembang seiring berjalannya waktu, karena kamu sebagai penulis akan terus mendapat ide-ide baru di setiap harinya. Tidak masalah jika ada perubahan pada daftar talking point, yang terpenting alur cerita masih berada di benang merah.

6. Buat judul

Kerangka Karangan 7

Memilih judul (sumber: pexels.com)

Membuat judul bisa dilakukan terakhir, karena judul bisa terus berubah bahkan sampai kamu benar-benar selesai menulis. Buatlah judul yang dapat mencerminkan isi keseluruhan cerita. Gunakan kata-kata yang menarik perhatian pembaca. Kami ambil dari contoh tema sebelumnya, yaitu “Mia ingin kembali ke masa lalu”, maka contoh judul yang dapat mencerminkan tema itu adalah “Reverse” yang berarti kebalikan atau membalikan keadaan.


Nah, itu cara membuat kerangka karangan cerita yang bisa kamu terapkan sendiri. Tidak sulit kan? Semakin banyak ide, maka semakin bagus pula hasil karya cerita. Tetapi ingat, tetaplah berada di benang merah. Selamat menulis, GenK!

Tentang Penulis

Halo GenKreativv disini.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Buku

4 Rekomendasi Aplikasi Audiobook dari Luar Negeri dan Indonesia

Buku

5 Cara Membuat Ebook yang Simpel

Buku

Cara Menerbitkan Buku lewat Self Publishing

Buku

8 Langkah Membaca Efektif

Buku

9 Daftar Buku Biografi dan Autobiografi yang Memotivasi Hidupmu

Buku

6 Jenis Buku Anak Unik Biar Si Kecil Gak Kecanduan Gadget

Buku

8 Cara Mudah Menulis Cerpen

Buku

Vending Machine Pembuat Cerpen Instan

Buku

Jenis Ending Cerita Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

Buku

Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Writer’s Block

Buku

J.R.R. Tolkien Sang Bapak Cerita Fantasi

Buku

Suka Nulis? Unggah Karyamu ke 3 Platform Baca Buku Online Ini

Buku

iPusnas: Perpustakaan dalam Genggaman

Buku

Sejarah Panjang Novel Fantasi

Buku

Rekomendasi Novel Karya J.R.R. Tolkien

            Artikel Selanjutnya