Buku

Jenis Ending Cerita Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

jenis ending cerita fiksi

Biasanya orang hanya tahu dua jenis ending cerita fiksi, yaitu happy ending dan sad ending. Akan tetapi, sebenarnya ada banyak jenis akhir cerita yang dibedakan menurut bentuknya. Yuk, kita pelajari.

Pada saat membaca cerita atau menonton film, salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah bagian ending cerita. Bagian akhir ini bisa dijadikan sebagai acuan bagus atau tidaknya sebuah alur cerita.

Ketika cerita memiliki konflik dan alur yang bagus, belum tentu bisa memberikan ending yang berkesan atau memuaskan audiens.

cerita fiksi 1

Ilustrasi membuat ending (sumber: pexels.com)

Kalau kamu adalah seorang penulis, memilih ending cerita menjadi hal yang krusial dan wajib kamu kuasai. Karena, kamu perlu kreativitas untuk mengeksekusi akhir cerita.

Ending harus bisa menggambarkan keutuhan cerita, mulai dari awal sampai akhir, sehingga harus memiliki korelasi dengan isi cerita yang sudah dibuat sebelumnya. Jangan sampai ending yang kamu pilih terkesan memaksa, ingin segera menyudahi cerita, dan sudah bisa ditebak. Buatlah ending yang berkesan agar audiens berminat untuk menikmati karyamu lagi. 😊

Untuk membuat ending yang bagus, kamu perlu mengetahui beberapa jenis ending cerita fiksi yang bisa menjadi pilihan alternatif kamu saat menulis. 

Baca Juga :   Sejarah Panjang Novel Fantasi

Close Ending

cerita fiksi 2

Close ending (sumber: unsplash.com)

Close ending adalah ending yang memberikan akhir dari sebuah cerita fiksi tanpa menyisakan pertanyaan yang menggantung, karena cerita sudah benar-benar diselesaikan oleh penulis. Jenis ending ini tidak ada yang ambigu, semua sudah terpapar dengan jelas.

Ending seperti ini cocok buat kamu yang tidak suka dibuat penasaran. Akan tetapi cerita yang menggunakan close ending biasanya sudah mudah ditebak. Namun, bukan mustahil untuk membuatnya menarik, semua tergantung bagaimana cara penulis mengeksekusi cerita.  

Open Ending

cerita fiksi 3

Open ending (sumber: unsplash.com)

Open ending adalah ending yang memberikan akhir ambigu alias tidak ada ujung yang pasti. Jenis ending ini memberikan kesempatan kepada audiens untuk mengartikan sendiri kelanjutan cerita. Cerita dengan open ending memang selalu berhasil membuat siapa saja geregetan, bahkan bisa membuat kamu kepikiran berhari-hari tentang bagaimana kelanjutannya. 🤔

Kelebihan dari open ending adalah audiens jadi bisa menentukan ending sendiri sesuai persepsi masing-masing. Akan tetapi open ending memiliki keambiguan, sehingga persepsi milikmu belum tentu benar.  

Twist Ending

cerita fiksi 4

Twist ending (sumber: unsplash.com)

Twist ending adalah ending cerita yang memiliki keterbalikan dari isi cerita yang sudah berlangsung sebelumnya, sehingga tidak jarang memancing emosi kaget pada audiens. Efek kejut itulah yang membikin cerita dengan twist ending masih menjadi favorit di antara pembaca dan penikmat film. 😚

Ujung yang tidak terduga membuat cerita menjadi lebih menarik dan membuat dramatic tension tidak stagnan. Terkadang seorang penulis menggunakan jenis ending ini untuk memuaskan audiens.  

Baca Juga :   Imposter Syndrome, Si Sukses yang Tak Pernah Merasa Puas

About author

Related posts
Buku

Sejarah Hari Dongeng Sedunia dan Pentingnya Cerita untuk Edukasi

Buku

Cara Membuat Kerangka Cerita Karangan yang Terstruktur

Buku

4 Rekomendasi Aplikasi Audiobook dari Luar Negeri dan Indonesia

Buku

9 Daftar Buku Biografi dan Autobiografi yang Memotivasi Hidupmu

Leave a Reply

Your email address will not be published.