fbpx

J.R.R. Tolkien Sang Bapak Cerita Fantasi

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
bapak-fantasi-jrr-tolkien

GenK, kamu pasti tau film trilogi The Lord of The Rings dan juga The Hobbit karya Peter Jackson kan? Diadaptasi dari novel dengan judul yang sama, film-film tadi sukses “menghajar” box office dan juga mendapatkan berbagai penghargaan. Tapi tahukah kamu mengenai sosok penulis novel tadi? Namanya J.R.R. Tolkien!

Siapa Itu J.R.R. Tolkien?

tolkien1.JPG

Sumber: Time.com


John Ronald Reuel (dikenal sebagai “Ronald” bagi sebagian besar) Tolkien lahir di Bloemfontein, Afrika Selatan pada 3 Januari 1892 dari pasangan Arthur Reuel Tolkien dan Mabel Suffield. Ketika berumur tiga tahun kedua orang tuanya memutuskan untuk membawa Tolkien kecil ke Inggris, tempat kelahiran orang tuanya.  Sayangnya ketika dalam perjalanan ke Inggris ayah Tolkien meninggal akibat komplikasi rematik.

Kembali di Inggris, keluarga Tolkien tinggal di daerah barat Inggris, pertama di Kings Heath dan kemudian berpindah ke Sarehole. Tolkien menggambarkan Kings Heath sebagai kota yang gelap dan penuh kegiatan industri. Sementara Sarehole adalah pedesaan Inggris yang indah dengan rerumputan hijau, pohon, dan pabrik jagung. Banyak yang percaya bahwa penggambaran kota tempat tinggal para Hobbit di buku LOTR terinspirasi oleh Sarehole yang asri. Sementara penggambaran Mordor sebagai daerah yang keras dan dipenuhi asap dari monster orc yang sedang membuat senjata perang berasal dari masa kecil Tolkien di Kings Heath.

Ibu J.R.R. Tolkien berusaha mendidik sendiri Tolkien dan adik laki-lakinya di rumah. Pada waktu itu Ibu Tolkien mengajarkan kedua anaknya mengenai dasar-dasar bahasa Latin serta ilmu mengenai tumbuhan. Berkat pelajaran dari ibunya, Tolkien sudah dapat membaca dengan lancar pada usia empat tahun dan menulis segera setelah itu. Selain ketertarikan yang tinggi dalam bidang bahasa, GenK, ia juga suka menggambar pemandangan dan pohon-pohon.

Beberapa waktu setelahnya J.R.R. Tolkien dimasukkan ke Sekolah King’s Edward di Birmingham. Sekolah ini merupakan tempat yang sempurna bagi Tolkien yang memiliki rasa keingintahuan sejarah dan ilmu linguistik yang sangat besar. Tolkien adalah siswa yang menonjol di King’s Edward. Ia terkenal karena mampu dengan mudah menguasai bahasa kuno dan modern termasuk Yunani, Latin, Spanyol, Inggris Kuno, Norse Tua, Gothic dan Finlandia. Tolkien muda bahkan mulai bereksperimen untuk membuat bahasanya sendiri, termasuk variasi awal dari bahasa Elf yang ditampilkan dalam tulisannya.

Ikut Perang Dunia

jrrtolkien1

Sumber : valinor.com.br


Pada 1915, J.R.R. Tolkien menikahi Edith Bratt, teman lama yang sudah ia kenal sejak Tolkien berumur 16 tahun. Ketika usia pernikahan belum genap satu tahun perang dunia pertama meletus. Tolkien yang baru saja menerima gelar sarjana dari Oxford berusaha menghindari perang untuk mengerjakan kumpulan puisi serta bahasa buatannya. Namun ketika perang semakin parah, Tolkien memberanikan diri untuk bergabung dengan pasukan Inggris di perang dunia pertama, GenK.

Baca Juga   Suka Nulis? Unggah Karyamu ke 3 Platform Baca Buku Online Ini

Pada waktu perang, Tolkien ditempatkan sebagai letnan dua di Lancashire Fusiliers dan dikirim untuk bertugas di Front Barat tepat untuk Pertempuran Somme. Sampai hari ini Pertempuran Somme dikenal sebagai salah satu pertempuran militer paling berdarah dalam sejarah. Berlangsung selama empat bulan yang panjang, Pertempuran Somme sudah memakan 57.000 jiwa pasukan Inggris sebagai korban di hari pertama. Secara total, lebih dari satu juta orang kehilangan nyawa termasuk 420.000 tentara Inggris.

Bertempur di perang dunia pertama, Tolkien menyaksikan kengerian yang sesungguhnya, kengerian yang selama ini ia hanya mampu baca dalam buku. Dalam lingkungan perang yang mencekam dan penuh lumpur ini, GenK, J.R.R. Tolkien menyaksikan langsung teman-teman dalam pasukannya menderita dan mati. Mungkin hal ini yang membuat penggambaran perang dalam karya-karya Tolkien begitu sempurna dan mengerikan karena Tolkien sudah menyaksikan perang secara langsung.

Kondisi perang yang luar biasa menguras fisik dan mental akhirnya  membuat Tolkien jatuh sakit dan tidak mampu melanjutkan tugasnya di medan tempur. Melalui tahun 1917 dan 1918, J.R.R. Tolkien mengalami serangan penyakit berulang-ulang dan memaksanya melakukan tugas administrasi militer dari rumah dan beberapa kamp militer. Beberapa hari setelah Tolkien meninggalkan medan tempur, pasukan tempatnya dulu berada jatuh ke dalam kepungan musuh. Bisa dibilang, Tolkien lolos dari kematian berkat penyakitnya.

Sang Profesor

Ketika perang berakhir pada 1918, J.R.R. Tolkien diangkat sebagai asisten lexicographer (orang yang menyusun kamus) untuk Kamus Bahasa Inggris (“Oxford English Dictionary”). Pada musim panas 1920, kecintaan Tolkien pada linguistik mendapatkan balasan. Ia menerima jabatan dosen sebagai di Universitas Leeds. Di Leeds, Tolkien berkesempatan untuk berkolaborasi dengan banyak penulis untuk mengembangkan ide cerita novel dan juga bahasa barunya.

Pada 1925, Tolkien mendapatkan jabatan profesor di Oxford. Walaupun jarang menghasilkan jurnal ilmiah, pengetahuan Tolkien tentang ilmu linguistik membuatnya sering mendapat pujian dari kalangan akademisi di Oxford. Salah satu orang itu adalah C.S. Lewis, sang penulis The Chronicles of Narnia.

Menulis Fantasi

jrrtolkien2

Sumber : Pinterest.com


Ketika sedang menilai karya mahasiswanya pada tahun 1928, Tolkien menemukan sebuah kertas kosong yang tidak sempat dikerjakan mahasiswanya. Secara spontan Tolkien menuliskan “Di sebuah lubang di bawah tanah, hiduplah seorang Hobbit”. Tolkien sendiri belum mengetahui apa itu Hobbit ketika menuliskannya. “Nama selalu menghasilkan cerita di pikiranku. Saya pikir saya lebih baik mencari tahu seperti apa Hobbit itu,” ujat Tolkien mengenang peristiwa itu pada sebuah wawancara dengan BBC yang berjudul In Their Own Words: British Novelist (1968).

Perlahan Tolkien mulai membangun cerita mengenai seorang hobbit. Pada tahun 1936, salinan awal The Hobbit ditemukan Susan Dagnall yang bekerja untuk penerbitan George Allen and Unwin. Menyadari potensi cerita, Dagnall meyakinkan Tolkien untuk menyelesaikan novel tersebut.

Baca Juga   Sejarah Panjang Novel Fantasi

The Hobbit diterbitkan satu tahun kemudian pada tahun 1937, dan langsung menjadi hit. Berlatarkan Middle Earth (dunia LOTR) dan memunculkan beberapa ras fantasi, The Hobbit sukses memikat pembaca dari berbagai umur. Bahkan, saking suksesnya, penerbit bertanya kepada Tolkien apakah dia punya cerita serupa. Hari ini, sejak publikasi pertama, The Hobbit telah menjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia dan telah diterjemahkan dalam lebih dari 50 bahasa.

Setelah The Hobbit, Tolkien menuliskan  The Silmarillion, buku kumpulan cerita-cerita pendek yang masih berlatarkan dunia Middle Earth. Secara komersil The silmarillion tidak sesukses The Hobbit. Beberapa kritikus menganggap buku ini terlalu banyak memuat puisi dibandingkan narasi.

Kecewa dengan ulasan buruk yang ia dapat, Tolkien bekerja keras untuk menghasilkan karya terbaik dalam buku berikutnya. Usaha Tolkien tidak sia-sia. Bekerja selama sepuluh tahun, Tolkien melahirkan karyanya yang paling terkenal melalui trilogi The Lord of the Rings (LOTR). Dipisah dalam tiga buku yang berjudul The Fellowship of the Ring, The Two Towers, dan The Return of the King, karya ini mulai diterbitkan secara bertahap mulai dari 1954 hingga 1955.

Karena penjualan The Silmarillion yang tidak terlalu impresif, banyak pihak yang meragukan trilogi LOTR. Nyatanya penjualan buku trilogi LOTR cukup baik. Bahkan BBC mengadaptasinya dalam bentuk 12 episode animasi. Namun LOTR baru benar-benar “meledak” ketika masuk ke Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Di Amerika Serikat LOTR benar-benar mampu menarik perhatian publik. Bersamaan dengan tumbuhnya flowers generation, cerita fantasi J.R.R. Tolkien mampu menghipnotis para pembacanya dan menciptakan basis penggemar yang kuat.

Warisan Tolkien

Pasca meninggal pada 2 September 1973, J.R.R Tolkien telah meninggalkan warisan literasi fantasi yang sangat kaya. Mulai dari berbagai ras, hewan fantasi dalam cerita, penggambaran perang epik dan terutama penggunaan bahasa asing buatan, merupakan warisan terbesar Tolkien.

jrrtolkien3

Sumber : kobo.com


Rasanya hampir tidak mungkin untuk menemukan cerita fantasi yang tidak terpengaruh oleh karya-karya Tolkien. Penulis buku Game of Thrones, George R.R. Martin pun mengakui karyanya tidak lepas dari pengaruh Tolkien. Walaupun hampir 50 tahun meninggal dunia, Tolkien masih sangat berpengaruh bagi para pecinta fantasi. Hal ini terlihat dari rencana adaptasi trilogi LOTR dalam bentuk serial yang digadang-gadang menjadi serial berbudget termahal sepanjang sejarah dan juga rencana munculnya film biografi Tolkien yang akan dirilis pada bulan Mei ini.

Baca Juga   Rekomendasi Novel Karya J.R.R. Tolkien


Dengan pengaruh sebesar itu, rasanya tidak berlebihan untuk menyebut J.R.R Tolkien sebagai bapak cerita fantasi ya, GenK!

 

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Buku

5 Tips Cara Membaca Cepat

Buku

Restoring Comic: Bikin Komik Lawas Kelihatan Baru Lagi

Buku

Mau Bikin Komik? Kenali Jenis Susunan Panel Komik Berikut Ini!

Buku

Mengenal Kearifan Lokal lewat Komik Indonesia

Buku

Jenis-Jenis Komik, dari Novel Grafis hingga Webtoon

Buku

Serba-Serbi Komik: Bukan Sekadar Cerita Bergambar

Buku

6 Tips Cara Membuat Cover Buku yang Menarik

Buku

4 Rekomendasi Aplikasi Audiobook dari Luar Negeri dan Indonesia

Buku

5 Cara Membuat Ebook yang Simpel

Buku

Cara Menerbitkan Buku lewat Self Publishing

Buku

8 Langkah Membaca Efektif

Buku

9 Daftar Buku Biografi dan Autobiografi yang Memotivasi Hidupmu

Buku

6 Jenis Buku Anak Unik Biar Si Kecil Gak Kecanduan Gadget

Buku

8 Cara Mudah Menulis Cerpen

Buku

Vending Machine Pembuat Cerpen Instan

Buku

Jenis Ending Cerita Fiksi yang Perlu Kamu Ketahui

Buku

Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Writer’s Block

Buku

Cara Membuat Kerangka Karangan Cerita

Buku

Suka Nulis? Unggah Karyamu ke 3 Platform Baca Buku Online Ini

Buku

iPusnas: Perpustakaan dalam Genggaman

            Artikel Selanjutnya     
kid logo
Mau inspirasi ngalir deras,
kreativitas anti mandek?
Dapetin newsletter gratis dan undangan eksklusif ke acara-acara kreativv ID!

 
close-link
kid logo
EARLY BIRD
Daftar dengan mengisi form di bawah ini

 
close-link