Buku

Cara Bersikap Asertif Ala Judy Murphy (Part 2)

“Gimana ya biar enggak jadi people pleaser?”

“Mau nolak tapi kasian, nggak enak ah.. ”

“Capek ya ternyata nyenengin orang mulu? duh.. ”

Pada part sebelumnya kita udah bahas tentang apa itu komunikasi asertif dan cara bersikap asertif dalam kehidupan sehari-hari. tujuannya adalah supaya kamu menganalisis lebih dulu gimana sih “pola” komunikasi asertif itu?

Nah, sekarang kita bakal masuk ke cara-cara komunikasi asertif secara teknik. dengan penjelasan yang spesifik ini semoga kamu bisa makin paham gimana berkomunikasi dengan baik ya..

Disarankan oleh University of Texas dalam buku Assertiveness karya Judy Murphy (2011), ada 4 strategi yang bisa digunakan dalam percakapan. yaitu :

1.Pernyataan dasar (Basic assertion)

cara bersikap asertif

Sumber Gambar : alodokter.com

Pernyataan dasar adalah dimana kamu melakukan percakapan secara jelas dan mudah tentang apa yang kamu mau, yang kamu butuhkan atau yang kamu percayai.

Contoh : ketika kamu sedang makan dan kamu mendapatkan telepon, kamu bisa mengabaikannya. namun ketika kamu memilih untuk menjawab, kamu bisa katakan “aku sangat senang, tapi aku sedang makan sekarang. bagaimana kalau nanti aku hubungi beberapa jam serikutnya?”

2.Empati (Empathy)

cara bersikap asertif

Sumber Gambar : theasianparrent.com

Empati dimulai dengan sikap memahami orang lain. kamu menyadari bahwa orang lain juga punya perasaan, tetapi kamu juga tetap berpegang teguh sama hak mu.

Contoh : “aku memahami kalo kamu lagi sibuk, tapi aku ingin proyek kita selesai. jadi aku ingin kita bertemu hari ini.”

3.Meningkatkan (Escalate)

Sumber Gambar : bola.com

Dalam metode ini, kamu semakin kokoh namun tetap tenang. Ketika orang lain mengabaikan kamu dan tidak menerima sikap asertifmu, tingkatkan sikap asertifmu. Lakukan ini ketika udah nggak ada cara lain.

Contoh : ketika kamu mempunyai karyawan yang sudah tidak bisa diajak berkompromi “kalo kamu enggak bisa komitmen sama proyek ini, aku akan buat surat pengunduran diri untuk mu.”

4. Penggunaan kaya “I” or “Me

cara bersikap asertif

Sumber Gambar : thought.co

Ini bisa jadi cara efektif untuk bersikap asertif. Kamu bisa mengidentifikasi apa yang orang lain telah lakukan, kemudian jelaskan bagian mana yang menjadi masalah. Setelah itu katakan apa yang kamu inginkan.

Dengan menggunakan “I” or “Me” dengan kalimat simple bakal buat kamu tetap dalam kontrol, dan kamu bisa terapkan hampir kapan pun saat orang lain nggak ngerti maksudmu.

Contoh : ketika seseorang bersikap kasar, daripada mengatakan “kasar banget lo!” kamu bisa katakan “aku merasa kamu kasar padaku.” atau ketika kamu diabaikan orang, daripada berkata “lo gak pernah mau dengerin!” coba katakan “buat aku, itu terlihat bahwa kamu enggak dengerin aku.”

Nah itu dia 4 strategi dalam cara bersikap asertif. ternyata susah-susah gampang ya? apalagi budaya Indonesia yang “enggak enakan”. Namun bukan berarti kamu harus mendahulukan kepentingan orang lain terus-menerus kan? yuk! udah siapkah kamu mempraktekkan sikap asertif genk?

sampai jumpa di artikel lain nya ya! semoga bermanfaat, see you!

Meilennia Haqiqy (@milen.hq)

About author

Related posts
Buku

Love In Heart

Buku

Cara Bersikap Asertif Ala Judy Murphy (Part 1)

Buku

Kamu Hobi Membaca? Ini Dia Beberapa Buku Menarik Dari Penulis Wanita di Seluruh Dunia!

Buku

Tertarik Menulis Buku Biografi? Simak Tipsnya Disini!

Leave a Reply

Your email address will not be published.