Musik

Cara Membuat Lagu Ciptaan Sendiri yang Berkualitas

cover-cara-membuat-lagu

Sekarang, seorang musisi bisa dengan mudah mendistribusikan lagunya lewat platform streaming musik online. Sayang banget, kan, kalau kamu nggak manfaatin kesempatan ini buat berkarya dan tahu cara membuat lagu sendiri? Sekitar tahun 2017, kanal video YouTube mulai dibanjiri dengan tren bedroom singer. Sesuai namanya, bedroom singer merupakan musisi yang menggunakan kamar sebagai ruang memproses ide hingga eksekusi rekaman. Dengan musik yang cenderung lo-fi dan bernada sederhana, lagu-lagu yang dihasilkan bedroom singer mudah diterima oleh banyak orang.  

Tren ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 80-an, namun dengan perkembangan internet, bedroom singer menjadi lebih mudah untuk dikenal, khususnya oleh anak muda. Salah satu yang sukses adalah Clairo, penyanyi asal Amerika Serikat yang viral lewat lagu ciptaannya “Pretty Girl”. Berkat algoritma Youtube, video yang diunggah Clairo ditonton lebih dari 32 juta kali dan berhasil menarik perhatian pecinta musik. Dengan proses pembuatan lagu yang minim budget, pencapaian yang ia peroleh bisa dibilang keren.  

Tapi kali ini kami nggak akan membahas secara spesifik tentang bedroom singer. Namun, layaknya Clairo, kamu bisa memproduksi lagumu sendiri lewat beberapa tahapan cara membuat lagu yang akan kami jelaskan di sini. 

Struktur Lagu

struktur-lagu

Ilustrasi membuat lagu sendiri (Sumber: unsplash.com)

Dalam menulis lagu, musisi ternyata memperhatikan struktur yang ada di dalamnya. Ini supaya lagu enak didengar dan memiliki dinamika. Supaya kamu lebih paham lagi soal lagu, berikut struktur di dalam lagu yang perlu kamu tahu. 

1. Intro

Sesuai namanya, intro atau introduction merupakan bagian awal dari sebuah lagu. Dari intro, biasanya kamu akan mengetahui gambaran keseluruhan lagu, mulai dari kunci yang dimainkan, tempo, ritme, hingga emosi yang dibawakan musisi. Umumnya, bagian intro diisi dengan permainan instrumen atau suara vokal.

2. Verse

Bagian ini mungkin lebih kamu kenal dengan sebutan bait. Di bagian ini pula, musisi akan mulai mengisinya dengan lirik yang berisikan cerita-cerita. Umumnya, satu lagu terdiri dari beberapa verse yang memiliki melodi yang sama satu sama lain. Dari beberapa verse itulah, kamu mendapat gambaran pesan yang ingin disampaikan musisi lebih jelas.

Baca Juga :   5 Cara Mudah Mendapatkan Musik Tanpa Copyright

3. Pre-chorus

Sebelum mencapai chorus, biasanya ada pre-chorus yang durasinya lebih pendek ketimbang verse atau chorus. Bagian ini berfungsi menjadi penghantar yang mulai membangun feeling menuju chorus.

4. Chorus

Bagian ini merupakan puncak dari sebuah lagu dan biasanya berisikan lirik yang serupa dengan judul lagu. Chorus yang baik biasanya memiliki hook, yakni lirik dan melodi yang memorable baik di bagian awal atau pun akhir. Meski sering dianggap sama, chorus dan refrain (reff) sesungguhnya berbeda. Chorus merupakan bagian yang berisi pesan utama dan paling ditunggu-tunggu dari sebuah lagu. Sedangkan reffrain lebih sederhana dan biasanya berisi pengulangan.

5. Bridge

Menjembatani bagian-bagian di dalam lagu adalah salah satu fungsi bridge. Bisa antara verse dengan chorus, atau antar chorus yang telah naik nada dasarnya. Keberadaan bridge juga menjadikan lagu lebih hidup, karena memiliki melodi yang berbeda ketimbang verse dan chorus yang diulang.

6. Interlude

Mirip dengan intro, interlude merupakan bagian yang nggak berisi lirik. Bedanya, interlude berada di tengah-tengah lagu dan digunakan untuk menghubungkan antar verse atau saat masuk ke chorus.

6. Modulasi

Ketika nada di chorus menjadi lebih tinggi dari sebelumnya, saat itulah terjadi modulasi. Di bagian ini terjadi perpindahan nada dasar dari sebuah lagu. Supaya nggak terdengar aneh, modulasi biasanya dibuat setelah chorus dan diikuti dengan bridge.

7. Ending, Coda, dan Outro

Berada di bagian akhir lagu, tiga penutup ini ternyata berbeda. Ending digunakan untuk mengakhiri lagu secara halus dan biasanya menggunakan efek fade out, yang menjadikan suara perlahan mengecil dan menghilang. Sedangkan coda mengakhiri lagu lewat nada dan lirik penutup yang sudah digunakan sebelumnya di verse atau chorus. Berbeda dengan outro, yang menutup lagu dengan instrumen musik tanpa syair.

Baca Juga :   4 Rekomendasi Aplikasi Pembuat Musik PC Terbaik

About author

Related posts
Musik

10 Soundtrack Drama Korea Paling Membekas di Ingatan Penonton!

Musik

8 Rekomendasi Lagu Paling Ikonik Sedunia yang Cocok Kamu Dengerin di Hari Musik Sedunia

Musik

Tips Cover Lagu di YouTube Biar Dapat Banyak Subscriber!

Musik

Hobi Cover Lagu? Pahami Dulu Pelanggaran Hak Cipta Biar Tak Terseret Masalah!

Leave a Reply

Your email address will not be published.