Creativepreneur and Career

Cara Menghindari Ad Fatigue, Solusi Ketika Audiens Jenuh Melihat Iklan-Iklanmu

ad fatigue

Ada banyak banget ragam strategi marketing campaign atau kampanye pemasaran yang bisa kamu terapkan. Tapi, dari semuanya, jenis strategi pemasaran melalui iklan atau ad menjadi salah satu yang cukup efektif. Selain bisa digunakan untuk branding, strategi dengan iklan, baik lewat media cetak, radio, televisi atau secara digital dan menggunakan Google ads, juga bagus untuk meningkatkan brand awareness, menarik perhatian leads hingga menambah angka konversi, GenKs. Masalahnya adalah, ketika iklan mengalami ad fatigue, kondisi di mana target pasar atau audiens mulai bosan dan jenuh dengan iklan-iklan yang mereka lihat setiap saat. Jika dibiarkan, performa iklanmu bisa terjun bebas tanpa hasil optimal.

Dan bukan nggak mungkin strategi marketing yang kamu lakukan selama ini hanya akan berakhir sia-sia belaka, lantaran audiens nggak lagi tertarik dengan iklanmu.

Nah, itulah kenapa kamu harus berupaya keras untuk menghindari hal seperti ini. Caranya gimana? Tentu saja dengan mengenali tanda-tanda terjadinya ad fatigue, lalu menemukan cara menghindari ad fatigue.

Apa Tanda-Tanda Ad Fatigue?

Sumber Gambar : converted.in

Saat angka penjualan menurun, kamu bisa meyadari kalau salah satu penyebabnya adalah kebosanan audiens pada iklanmu. Tapi gimana cara tepat untuk mendeteksinya? Inilah 3 tanda umum ad fatigue yang perlu kamu waspadai, guys:

#1: Menurunnya CTR

Sumber Gambar : ecdis.org

Click through rate (CTR) atau rasio klik tayang menjadi salah satu metrik terpenting yang bisa membantumu mengukur adanya ad fatigue. Tingginya CTR menunjukkan hasil engagement iklanmu sudah bagus. Sebaliknya, jika CTR rendah, artinya audiens nggak tertarik pada iklan itu.

Apabila grafik CTR terus turun, tandanya iklanmu sudah nggak efektif sebagai marketing campaign. Ini juga berarti kalau iklanmu bikin audiens bosan dan mereka sudah malas terlibat dengan brand-mu.

#2: Sepinya Engagement

Sumber Gambar : quasa.io

Tanda terjadinya ad fatigue adalah tingkat engagement audiens yang sepi. Karena tingginya engagement berarti iklanmu sukses. Hal ini bisa ditunjukkan dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan audiens untuk membaca kontenmu, me-like, comment atau nge-share hingga tingkat SoV.

Saat audiens merasa bosan, mereka pun ogah berinteraksi dengan konten-kontenmu.

#3: Minimnya Tingkat Impression

ad fatigue

Sumber Gambar : amazonaws.com

Algoritma iklan sama seperti medsos, diatur sedemikian rupa agar konten yang paling relevan saja yang muncul di bagian atas. Artinya, jika audiens sudah bosan dan nggak berinteraksi dengan kontenmu, besar kemungkinan mereka nggak bakalan melihat melihat iklanmu di hari-hari mendatang.

Nah, jadi kontenmu yang ditampilkan pada audiens pun akan semakin sedikit. Jika tingkat impression menurun dari waktu ke waktu, bisa saja ini dipicu oleh adanya ad fatigue.

Gimana Cara Menghindari Ad Fatigue secara Efektif?

Well, sebenarnya nggak butuh banyak upaya untuk mengatasi ad fatigue, kok. Kadang solusinya hanyalah sedikit perubahan simple pada tampilan atau nuansa iklan kita. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk menyegarkan kembali marketing campaign-mu agar audiens kembali tertarik pada konten-kontenmu, guys:

#1: Pantau Terus Ad Campaign Kamu

ad fatigue

Sumber Gambar : thomasnet.com

Begitu iklanmu ditayangkan, jangan berhenti memantau kinerjanya. Terus lakukan monitoring untuk mengetahui performa iklan itu. Perhatikan metrik-metrik untuk mengukur efektivitas iklanmu. Selain itu, pastikan juga memantau frekuensi hingga CTR agar kamu bisa segera mengidentifikasi ad fatigue segera dan menyesuaikan strategi marketing untuk memperbaikinya.

#2: Ciptakan Variasi Iklan dan Jadwalkan

ad fatigue

Sumber Gambar : cloudfront.net

Trik selanjutnya adalah dengan membuat variasi iklan. Caranya, lakukan rotasi atau jadwalkan iklanmu. Jadi, audiens nggak akan merasa bosan dengan iklan yang itu-itu saja. Rotasi iklan ini penting dilakukan, agar target nggak cuma melihat satu jenis iklan berulang kali dalam waktu lama yang akan memicu terjadinya kondisi ad fatigue.

#3: Perbarui Warna Background Iklanmu

ad fatigue

Sumber Gambar : wonderfulengineering.com

Jika membuat banyak variasi iklan terlalu berat, cobalah dengan mengubah warna latar belakang iklan untuk menciptakan tampilan berbeda. Ingatlah, iklan bergambar sangat berpotensi menyebabkan ad fatigue karena memperlihatkan palet warna yang sama secara berulang.

Gantilah warna background iklanmu untuk menyegarkan tampilan iklan, istilahnya brand refresh. Cuma dengan perubahan kecil seperti ini sudah cukup membuat iklanmu terlihat baru di mata audiensmu.

Nah, setelah mengetahui tanda-tanda ads fatigue dan cara menghindari ad fatigue, sekarang kamu bisa lebih maksimal membuat iklan yang efektif untuk menggaet konsumen, deh.

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Tips Membuat Portofolio Desain Interior yang Menarik

Creativepreneur and Career

Sebelum Memulai Bisnis, Pahami Dulu Perbedaan Paten, Merek dan Hak Cipta

Creativepreneur and Career

6 Point Penentu Keberhasilan Bisnis Kuliner Yang Wajib Dioptimalkan!

Creativepreneur and Career

Manfaat Optimasi E-Commerce Buat Jangka Panjang Bisnis Online