Creativepreneur and Career

Cara Mudah Membuat Curriculum Vitae untuk Freelancer Agar Lebih Menarik

curriculum vitae

Hayoo, kapan nih, terakhir kali kamu memperbarui curriculum vitae-mu, GenKs? Mentang-mentang cuma sebagai pekerja lepas, jadi ogah-ogahan merevisi resume yang sudah ada. Padahal penting banget untuk senantiasa memastikan CV di situs web atau profil LinkedIn-mu update terus agar bisa menarik klien potensial. So, jangan menunda-nunda lagi, ikuti tips mudah cara membuat curriculum vitae untuk freelancer berikut ini, yuk, GenKs:

  1. Format List atau Grafik

Sumber Gambar : finansialku.com

Curriculum vitae dengan format list atau grafik lebih disukai karena nggak butuh waktu lama untuk mengerti apa yang tercantum di dalamnya. Tapi jangan asal-asalan juga memasukkan informasi, GenKs.

Pastikan kamu menyertakan poin-poin seperti: skill, baik hard skill maupun soft skill, yang berkaitan dengan kerjaanmu. Semua prestasi, pencapaian atau penghargaan besar, pendidikan dan pelatihan, akun medsos dan tautan portofolio, juga penting banget dicantumkan dalam CV. Ingat agar nggak membuat resume terlihat terlalu bertele-tele.

2. Gaya Desain

Sumber Gambar : blognadei.com

Selanjutnya, kamu bisa memilih gaya desain resume yang sesuai dengan kepribadianmu, guys. Entah apakah itu adalah gaya desain minimalis atau high-design style, ada banyak banget template yang dapat membantumu membuat CV terbaik dengan cepat.

Biasanya format simple lebih disukai oleh sebagian besar manager SDM. Dan kalau kamu berencana mengirimkan CV versi digital, jangan lupa memastikan resumemu bisa dicetak, ya. Hindari bermain dengan terlalu banyak warna. Selain itu, pastikan juga desain resumemu mencerminkan konten yang ada di dalamnya sekaligus menyoroti skill-mu, guys.

3. Versi Alternatif

curriculum vitae

Sumber Gambar : detik.net.id

Well, sebagian besar freelancer ‘wearmultiple hats’, jadi nggak menutup kemungkinan kamu mungkin akan membutuhkan beberapa versi curriculum vitae yang setiap versinya disesuaikan dengan jenis pekerjaan atau skill tertentu, GenKs.

Contohnya, si A adalah seorang writer dan designer. Dua pekerjaan dengan dua skill yang sangat berbeda. Dan klien penulismu nggak akan peduli dengan skill mendesainmu, begitu pula sebaliknya. Jadi, A membuat resume untuk setiap jenis klien yang berfokus pada apa saja yang ingin mereka lihat.

Resume untuk writing client lebih sederhana. Cuma berkuat pada teks hitam di atas background putih. Sementara resume untuk design client sedikit lebih graphic dengan sedikit warna dan beberapa elemen di background-nya. Pastikan skill dan kualifikasi yang kamu cantumkan sesuai untuk setiap jenis pekerjaan.

Letakkan poin terpenting di bagian atas CV dan baru bisa dilanjutkan dengan informasi pendukung pada urutan berikutnya.

4. Cut All the Crap!

curriculum vitae

Sumber Gambar : vsystems.com

Bagian tersulit dalam cara membuat curriculum vitae untuk freelancer adalah membuang banyak hal. Resume yang bagus dibuat dalam satu halaman doang. Nah, itu artinya, kamu harus mengurangi panjang list agar sesuai dengan ruang yang tersedia.

Trik terbaik untuk membersihkan resumemu adalah dengan memikirkan beberapa hal, seperti, apa masalah yang ingin kamu selesaikan dan apa tujuanmu. Lalu tutup CV dengan CTA, yakni ajakan agar klien menghubungimu untuk melakukan wawancara.

5. Link to Your Work

curriculum vitae

Sumber Gambar : amazonaws.com

Finally yet importantly, link to your work from your resume!

Ini mungkin konsep paling penting yang sayangnya paling sering diabaian. Sebagian besar CV dikirimkan dalam format digital, biasanya PDF. Menautkan item di CV-mu akan memudahkan calon klien untuk menemukan informasi yang kamu berikan. Mulai dari profil medsos hingga portofolio online-mu.

Hal ini juga bisa menunjukkan kalau kamu melek teknologi, GenKs. Minimal, kamu harus menyertakan tautan lengkap ke situs portofolio di resumemu. Poin tambahan kalau bisa bikin URL dari namamu agar gampang diingat dan terkesan profesional.

Gimana, GenKs, ternyata cara membuat curriculum vitae yang menarik untuk para freelancer nggak sesulit itu, ya? Siap bikin versimu sendiri?

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

Tips Memanfaatkan Podcast Untuk Bisnis Agar Makin Cuan Tahun 2022

Creativepreneur and Career

Lighting Designer, Profesi Menjanjikan yang Jarang Diperhatikan

Creativepreneur and Career

Cara Cerdas Buat Menjawab "Kenapa Kamu Ingin Pekerjaan Ini" Saat Interview

Creativepreneur and Career

Kulik-Kulik tentang Crowdfunding: Pengertian, Kelebihan dan Kiat Menjalankannya