Cerpen

Karena Dia Kamu

Karena Dia

Hai, namaku Zea Adelia. Aku biasa di panggil Zee.

Ini ceritaku saat aku masih duduk di kelas 2 SMA. Aku punya 4 teman, yaitu Dzya, Thea, Rhiri, Lyela, dan 1 orang teman curhatku, Mario.

Pada suatu hari aku pergi ke sekolah dan sesampainya di sekolah, biasa yang nongol duluan pasti Mario.

“Hai Zee? Apa kabar?” Mario menyapaku

“Buruk! Ya baiklah makannya aku ke sekolah juga!” jawabku sambil bete

“Zee, boleh ga ntar istirahat aku mau curhat sama kamu?” Kata Mario mendekatiku

“Yaaaa, tapi ga janji yah. Telingaku itu udah bosen dengerin curhat kamu tau ga.” kataku

“Ga tau,” Mario tampang polos dan oon

“Pokoknya curhat ini bakalan buat kamu kaget deh,” kata Mario sambil pergi

Teng…. Tong… Teng…. bel masuk berbunyi

Biar ga bosan, aku memalingkan kepala ku ke arah bangku Dzya dan Thea. Seperti biasa mereka berdua autis dengan maen game kertas di atas meja. Saat aku melihat ke bangku Rhiri, dia tengah asik baca buku novelnya, dan sedangkan Lyela hebohnya karena dia malah bertengkar sama cwok di bangku belakang.

Akhirnya ketika guru di kelas sedang menerangkan, aku hanya melamun memikirkan kata-kata Mario dan aku sangat sekali penasaran apa yang akan dia katakan pada ku?

Mau curhat apa sih?!

Yes, bel istirahat berbunyi dan ketika aku keluar Mario segera menarik tangan ku dan membawaku ke taman yang biasa dijadikan tempat ngobrol olehku dan teman-teman.

“Zee, aku mau curhat sama kamu. Pleaseeee dengerin yaaa,” kata Mario yang memohon kepadaku

“Ya, curhat aja,” jawabku dengan malas

“Zee, aku lagi suka sama cewek!” kata Mario, semenjak aku mendengar kata-kata itu aku terperangah

“Cewek? Siapa?” tanyaku.

“Aku ga bisa ngasih tau sepertinya sama kamu. Kasih pertanyaan yang lain aja deh.” jawab Mario dengan polos.

“Ya udah, aku mau tanya yang lain sama kamu. Karna apa kamu suka sama cewek itu?” tanyaku dengan nada malas dan jutek.

“Karna dia cantik, karna dia indah, karna … karna dia Kamu,” kata Mario dengan suara pelan

“Hah?” Muka bego ku nampak di hadapan dia.

Dan akupun terkejut mendengarnya.

“Aku?” tanya ku dengan ekspresi kaget.

“Iya, aku suka sama kamu Zee! Aku mohon terima cintaku ya?” pinta Mario pada ku layak nya anak kecil.

“Gak tau ah! Kita kan~~” jawabku singkat.

“Jadi kamu ga mau nerima aku? Justru karena kita temenan, sahabatan, rasanya aku ingin kita lebih dari itu. Selama ini, aku memendam perasaanku di jaman bangku SMP,” kata Mario dengan wajah yang begitu sedih dan kecewa dan bucin.

Dengan tersenyum dan tertawa aku pun menjawab ..

“Hm … Hahaha SMP ?” Aku yang ragu dengan pernyataannya dia padaku.

“Mario… Kamu tau kan kita temenan. Sebenernya aku mau bilang sesuatu sama kamu.” Ucapku pada Mario

“Apa?” jawab Mario

“Aku lagi suka sama seseorang juga” ketus ucapanku

“Siapa? Rangga? Dimas? Atau Dika? Yang selama ini selalu antar kamu pulang sekolah. Kenapa kamu suka sama dia? Kaya? Ganteng?” jawab kesal Mario

“Bukan… bukan… karena dia baik, pengertian, walau berisik mulutnya, tapi aku gak pernah bosan denger keluh kesah dia. Karena dia itu kamu…” senyumku sambil menatap Mario

“Apa ? Aku gak salah denger?” Mario yang salah tingkah menatap mendekatiku

“Gak, Mario…  Aku udah lama nunggu kamu bilang begini. Selama ini kita selalu di dekatkan dengan keluh kesah sendiri-sendiri. Tapi rasa itu muncul tiba-tiba saat kamu merubah duniaku yang kelam dimasa itu. Tapi satu hal, aku ga mau kita jadi beda karena status kita berpacaran. Aku mau tetap kamu Mario yang aku kenal ya. Janji ?” jelasku pada Mario

“Makasih ya! Aku Janji, aku sayang kamu…” Mario pun ,memegang tanganku dan memelukku dengan erat.

Dan akhirnya kami pun bahagia menjalani hubungan ku dengan Mario sampai ke pernikahan..

About author

Leave a Reply

Your email address will not be published.