Creativepreneur and Career

Bisnis Dari Sampah Plastik, Kenapa Nggak?

Kalian semua pasti tahu kalau plastik merupakan bahan polimer yang dikenal sebagai zat non-biodegradable, atau bahan yang tidak bisa diuraikan secara alami. Sekarang ini, sadar atau tidak, kita dikelilingi oleh plastik. Coba lihat sekitarmu, pasti ada saja produk yang terbuat dari plastik. Penumpukan sampah plastik juga selalu terjadi tiap tahunnya, tapi keadaan ini bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan keuntungan sekaligus membantu lingkungan. Apa yang perlu kita ketahui dan bagaimana cara memulai bisnis dari sampah plastik? Simak disini!

1.Mengenali jenis plastik

Plastik tidak memiliki satu jenis saja. Ada 7 jenis plastik dengan kode angka 1 sampai 7 dan nama yang berbeda di setiap kodenya, yaitu (1)PETE, (2)HDPE, (3)PVC, (4)LDPE, (5)PP, (6)PS, dan (7)other. Apa yang membedakan mereka? Mari kita perhatikan tiap kode perbedaan jenis plastik, sifat karakteristik, dan masing-masing kegunaannya pada gambar di bawah ini.

sampah plastik

Sumber: generasi3r

Kode-kode plastik di atas bisa kalian lihat pada badan tiap produk karena biasanya akan dicantumkan untuk memudahkan identifikasi limbah. Jangan lupa, kita juga harus berhati-hati karena dalam satu produk, akan mungkin terdapat kode yang berbeda, misalnya seperti pada botol minum yang mana memiliki kode 1 pada badan botolnya dan kode 2 pada tutupnya. Untuk bisnis daur ulang, jenis plastik yang paling sering digunakan adalah plastik dari produk dengan kode 2 atau berbahan HDPE (High-Density Polyethylene).

2. Mengingat prinsip R

Sumber: Jawapos.com

Kalau ini, pasti kalian sudah sering dengar di berbagai tempat. Recycle (daur ulang), Reuse (menggunakan kembali), dan Reduce (mengurangi). Tapi hati-hati! Sekarang, prinsip 3R ini sudah berkembang menjadi 5R; 2 R lainnya adalah Recovery (memperoleh kembali) dan Repair (memperbaiki). Di sini, recovery adalah tindakan pengambilan kembali bahan baku penting dalam sebuah produk untuk dimanfaatkan dalam sebuah kebutuhan lain, contohnya mengambil bahan baku besi atau baja dalam produk elektronik untuk digunakan sebagai bahan baku produk lain yang memerlukan besi atau baja. Sementara itu, repair berarti membetulkan kembali sebuah barang yang rusak, misalnya dengan tidak membuang kotak kain yang rusak atau berlubang, tapi menjahitnya kembali.

3. Melihat lingkungan

Bisnis dari sampah plastik

Sumber: Lilisnawati/ayotegal.com

Selanjutnya, coba lihat sekitarmu. Apa yang mau kalian olah kembali, misalnya sampah bungkus plastik yang bisa kalian jadikan sebuah tas, atau kumpulan botol minum plastik yang dijadikan produk furniture. Apa mungkin kalian memiliki ide lain? Setelah itu, coba juga cari apakah ada bank sampah di daerahmu. Kalau ada, mungkin kalian bisa bekerjasama dengan mereka untuk mendapatkan bahan yang kalian butuhkan. Kalau tidak, kalian bisa juga membuka sendiri stopstation sampah plastik di rumah kalian.

Baca Juga :   Tips Bekerja dengan Influencer agar Efektif Menjangkau Audiens dan Meningkatkan Penjualan

4. Mencoba membuat

Setelah tahu apa yang kalian mau buat, cari tahu prosesnya dan ketahui dulu cara pembuatannya. Kemudian, temukan berapa banyak sampah plastik yang kalian butuhkan dan alat apa saja yang kalian butuhkan dalam satu produk yang akan kalian buat itu. Jangan lupa, setelah kalian mendapat semua informasi dengan lengkap, kalian juga harus mencoba membuat produknya. Cara lain untuk mendapat informasi mengenai produk yang kalian akan buat adalah juga dari bereksperimen dengan bahan baku yang sudah kalian kumpulkan. Berikut ini ada beberapa contoh produk daur ulang yang mungkin bisa jadi inspirasi bisnis kalian.

  1. Tas Plastik

B.Sofa Botol

C. Papan plastik

Sumber: Precious Plastik

D. Biji plastik daur ulang

5. Menyusun rencana

Ketika kalian sudah mencoba membuat dan mendapatkan produknya, sekarang saatnya kalian menyusun rencana bisnismu dengan lebih matang. Hitunglah berapa bahan yang kalian butuhkan, habiskan, atau keluarkan sebelum kalian mulai menentukan harganya. Jangan kelewatan juga, kalian perlu mencari dulu pasar dan target mana yang ingin kalian capai juga media penjualan dan pengiriman apa yang akan kalian gunakan. Lalu, catat semua biaya dan strategi pemasaran kalian agar persiapan lebih lengkap lagi.   Setelah kelima hal di atas kalian lakukan, akhirnya kalian siap untuk menjalankan bisnis daur ulang kalian sendiri! Semoga kalian bisa menikmati kegiatan ini, dan siapa tahu, mungkin kalian juga bisa membantu teman dan lingkungan kalian yang membuat bisnis kalian jadi lebih menyenangkan. Bersiaplah untuk membuat, menjual, dan menerima pesanan. Semoga berhasil! By : Elora Yoel Desain Interior, Universitas Kristen Petra

About author

Related posts
Creativepreneur and Career

5 Cara Super Simple untuk Bikin Konten LinkedIn Banjir Likes dan Comments

Creativepreneur and Career

6 Tips Memulai Bisnis Online Untuk Pelajar, Pegawai dan Ibu Rumah Tangga!

Creativepreneur and Career

Tips Mengelola Banyak Akun Media Sosial Biar Kamu Makin Cuan

Creativepreneur and Career

Pengertian Model Bisnis B2C dan Jenis B2C yang Paling Populer

Leave a Reply

Your email address will not be published.