Model AIDA, Jurus Jitu untuk Copywriting yang Menjual

Dibaca Normal: 3 menit aja
model aida

Setiap hari selalu ada informasi terbaru yang berasal dari penjuru dunia. Informasi tersebut disuguhkan dengan headline yang memang dirancang untuk menarik perhatianmu. Entah itu dari website, billboard, televisi, radio, artikel, email, atau unggahan Instagram yang kamu lihat sehari-hari. Masing-masing media tersebut punya jurus tersendiri dalam bersaing untuk dapat menarik perhatianmu sebagai audiens.

Sebagai seorang marketer atau orang yang berkecimpung di dunia advertising, kamu harus mengenal konsep dasarnya terlebih dahulu, yakni model AIDA. Apa itu model AIDA? Singkatnya nih, AIDA adalah konsep yang banyak digunakan dalam dunia marketing dan advertising, berasal dari singkatan attention (perhatian), interest (minat), desire (keinginan), dan action (aksi). Dengan menggunakan konsep AIDA, kamu bisa mengubah halaman kosong menjadi sesuatu yang menarik perhatian sehingga mampu menggerakkan audiens untuk mengambil tindakan tertentu.

Model AIDA untuk Copywriting

Model AIDA

Konsep AIDA (sumber: startupdevkit.com)

Model AIDA adalah salah satu model di dunia advertising yang paling lama digunakan, yakni sejak abad ke-19. Penerapan konsep ini akan memberikan pemahaman yang amat penting dari sisi konsumen terhadap apa yang mereka inginkan. Nah, buat kamu yang tertarik mempelajari lebih dalam soal konsep AIDA jangan sampai ketinggalan informasinya, karena di sini kami akan membahas satu per satu dari konsep AIDA itu sendiri. Mari kita simak dari poin pertama.

1. Attention

Berselancar di dunia maya tidak akan ada ujungnya deh, karena di sana kamu dapat menemukan jutaan informasi dalam sekejap. Sebagai seorang marketer, kamu harus waspada pada tingginya tingkat persaingan. Tugasmu sekarang adalah mencari cara untuk dapat membuat tulisan yang mampu menarik perhatian pembaca secepat kilat, karena jika tidak, tulisanmu akan dilewatkan begitu saja tanpa meninggalkan kesan apa pun. Pastikan di dalam 8 detik atau kurang, kamu sudah bisa menangkap perhatian audiens.

Attention merupakan konsep pertama dari model AIDA yang mengajarkan kamu agar berhasil menarik perhatian audiens. Caranya bisa dengan membuat headline atau judul yang bikin penasaran, kemudian ditambah dengan gambar, video, dan kalimat pembuka yang ciamik. Lewat elemen tekstual dan visual tersebut, kamu harus bisa bikin audiens berpikir bahwa kamu punya jawaban dari pertanyaan mereka.

Baca Juga
7 Jenis Profesi Buat Kamu yang Hobi Menulis

2. Interest

Nah, setelah berhasil menarik perhatian audiens, sekarang saatnya masuk ke tahap interest. Tahap ini merupakan yang paling menantang, karena meskipun kamu sudah berhasil menarik perhatian audiens, tapi tahukah kamu bagaimana cara engage dengan mereka?

Buatlah mereka fokus dengan konten yang kamu sajikan secara mendetail. Cara yang termudah adalah dengan memancing mereka menggunakan informasi atau fakta-fakta menarik yang terkait, statistik, studi kasus, kondisi ideal dari suatu situasi, dan alasan. Kamu juga dapat membaginya menjadi poin-poin penting agar lebih efisien dan to the point. Eits, tapi jangan kasi berita hoax yah. Mentang-mentang ingin membuat audiens tertarik, kamu malah menghalalkan segala cara.

Baca Juga
5 Tips Facebook Marketing untuk Membangun Brand-mu

3. Desire

Model AIDA yang berikutnya adalah desire. Mungkin kamu akan beranggapan bahwa tahap desire mirip dengan tahap interest, padahal keduanya jelas berbeda loh. Bedanya pada tahap desire, kamu akan lebih banyak bermain dengan emosi dan logika audiens sehingga mereka menginginkan produkmu. Bagaimana caranya? Yakni dengan menyajikan benefit dari produk. Ingat yah, kamu mesti menonjolkan benefit yang akan didapatkan, bukan fiturnya.

Ketahuilah bahwa audiens tidak peduli denganmu, karena mereka hanya peduli dengan dirinya sendiri. Posisikan dirimu dari sudut pandang mereka untuk menemukan formula kata-kata menjual yang tepat sasaran. Namun sebelum menyusun kata-kata kamu harus memahami betul-betul manfaat dari setiap fitur yang disediakan, karena konten itulah yang nantinya akan dijual kepada audiens.

Baca Juga
6 Tips Cara Membuat Poster Kreatif untuk Anak Desain

4. Action

Tahap action merupakan tahap akhir di mana kamu mengajak audiens untuk mengambil tindakan pembelian pertama terhadap produkmu. Tidak hanya membeli, tapi juga bisa mendaftar, membuat akun, mengunduh, atau menjadi lebih kreatif. Dapat dikatakan tahap ini merupakan tahap trial di mana konsumen akan memutuskan apakah di waktu berikutnya akan menggunakan produkmu kembali atau malah berganti produk.

Bagian ini dikenal dengan sebutan call to action (CTA) adalah instruksi yang dirancang agar pengunjung website melakukan sebuah aktivitas atau memberi respon langsung sehingga menghasilkan perubahan. Sesuai dengan fungsinya, CTA bisa berupa tombol, alamat email, nomor telepon, atau dengan kata klik di sini, beli sekarang, atau nulis yuk!.

Setelah membaca artikel di atas, kamu jadi lebih tahu kan tentang konsep AIDA untuk copywriting? Masing-masing metode yang tercakup di dalam model AIDA akan menjadi senjata ampuh untuk menarik audiens sebanyak-banyaknya. Gunakan struktur copywriting ini agar tulisanmu lebih menjual!

Artikel Terkait
Creativepreneur & Career

Startup vs Corporate: Mana yang Harus Kamu Pilih?

Creativepreneur & Career

Tidak Hanya Unicorn, Ini dia 6 Level Valuasi Startup

Creativepreneur & Career

Ingin Kerja di Agency? Pahami Dulu Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Creativepreneur & Career

4 LinkedIn Hack yang Bisa Bikin Profil Kamu Jadi Lebih Powerful

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link