Pecha Kucha : Metode Presentasi yang Unik dan Efektif

Dibaca Normal: 3 menit aja
presentasi

Hampir semua orang pasti pernah merasa bosan dan super ngantuk saat mendengarkan presentasi. Banyaknya materi yang disampaikan dan visualisasi power point yang nggak banget bisa membuat para audiens bosan. Belum lagi, kalau si presenter terus ngoceh tanpa memperhatikan partisipasi audiens. Kacau!

Slider
Slider
Slider

Untuk menghindari hal itu, diperkenalkanlah sebuah metode presentasi yang bernama Pecha Kucha. Apa itu Pecha Kucha?

Dalam Bahasa Jepang, Pecha Kucha berarti chit-chat. Hal ini berkaitan dengan cara penyampaian presentasi yang terkesan seperti ngobrol dan tidak memakan waktu lama. Tidak hanya menghemat waktu, presentasi Pecha Kucha juga bisa mengurangi rasa bosan para audiens!

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Metode Presentasi Pecha Kucha

Metode presentasi Pecha Kucha berbeda dengan presentasi pada umumnya. Di mana orang-orang biasanya menampilkan visual informasi yang banyak dan tidak dibatasi waktu, Pecha Kucha justru menghimbau agar presentasi dibuat sesimpel mungkin dengan waktu yang relatif singkat.

Metode presentasi Pecha Kucha cukup unik dan efektif. Metode ini menggunakan format 20×20. Artinya, hanya ada 20 slide power point yang ditampilkan. Setiap 1 slide hanya diberi durasi 20 detik. Jadi, total waktu presentasimu hanya memakan waktu sekitar 6 menit 20 detik. Wow!

pecha kucha

Sumber: (klein-dytham com/about)

Metode presentasi yang unik dan efektif ini pertama kali diperkenalkan ke masyarakat oleh dua arsitektur terkenal bernama Astrid Klein dan Mark Dytham.Klein dan Dytham merupakan pendiri perusahaan desain meliputi arsitektur, interiror, tempat publik dan instalasi di Tokyo, Jepang. Perusahaan yang mereka dirikan sejak tahun 1991 ini dikenal dengan Klein Dytham Architecture (KDa).

Klein dan Dytham pertama kali memperkenalkan metode presentasi Pecha Kucha di tahun 2003 dengan tujuan untuk mempersingkat presentasi mereka yang panjang. Hal ini langsung mendapat respon positif dari masyarakat terutama di Tokyo, hingga terbentuknya komunitas Pecha Kucha Nights (PKN). Saat ini, metode Pecha Kucha pun telah menyebar ke hampir seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia!

Slider
Slider
Slider
Artikel Terkait
Creativepreneur and Career

Bekerja di Kantor Start-Up, Ini Hal yang Kamu Butuhkan!

Creativepreneur and Career

Kisah Inspiratif Pengusaha Indonesia, Belajar Sukses Usaha Tanpa Modal

Creativepreneur and Career

Skill yang Harus Dimiliki untuk Jadi Social Media Specialist

Creativepreneur and Career

6 Situs Kursus Online Gratis untuk Menunjang Karier

Creativepreneur and Career

7 Jenis Profesi Buat Kamu yang Hobi Menulis

Creativepreneur and Career

Apa Itu Graphic Standard Manual? Yuk Baca Penjelasan Lengkapnya!

Quizzes

Slider
      TRENDING
#Trending
Next >>
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link
ad1
close-link