GenK LIFE

Kenali Apa Itu Public Shaming Beserta Dampaknya

digital public shaming

Secara tidak sadar, kamu mungkin pernah melakukan atau bertutur kata yang tidak mengenakkan saat bersama dengan orang lain. Memang, kamu bisa beralibi bahwa tidak ada hal yang salah dengan apa yang kamu lakukan atau ucapkan, tapi belum tentu orang lain akan dapat menerimanya dengan mudah atau tanpa masalah.

Ketika hal ini terjadi kamu bisa melakukan introspeksi diri apakah ada dari tutur kata atau perilakumu yang sudah menyakitinya. Salah satu hal yang sulit disadari adalah kita sebenarnya hanya ingin bercanda, namun justru mempermalukan seseorang di depan publik atau disebut juga dengan istilah public shaming. Tidak hanya memperolok sisi fisik ataupun apapun yang melekat di orang yang bersangkutan, mengungkit sesuatu yang memalukan atau menyedihkan di hadapan publik juga akan membuatnya merasa kecewa atau bahkan marah.

Contoh tersebut adalah contoh kecil saja dalam kehidupan sehari-hari. Contoh lain yang mulai banyak terjadi di masyarakat kita yaitu catcalling atau pelecehan seksual verbal. Catcalling sering diarahkan kepada perempuan dengan tujuan menggoda atau melecehkan dengan iringan nada dan juga tawa yang terdengar merendahkan. Hal ini tentu saja membuat orang yang digoda merasa risih, malu, dan takut. Catcalling hanyalah salah satu dari jenis public shaming yang sering terjadi di masyarakat tapi belum mendapat perhatian dari pihak berwenang untuk mengatasinya.

Online Public Shaming

online public shaming

sumber: venngage.net

Ketika era digital sudah hampir merambah ke seluruh lini kehidupan, public shaming sendiri tanpa disadari juga terbawa masuk ke dalam lingkaran. Tidak jarang ada yang melakukan olok-olok melalui jejaring sosial dan lain sebagainya.

Salah satu contoh yang sempat viral beberapa tahun lalu yaitu foto seorang bupati di Jawa Barat yang terlihat seperti sedang memegang paha anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah. Diakui kejadian sebenarnya adalah hanya memberi arahan kepada siswa bukan memegang bagian tubuhnya. Namun, foto yang terlanjur tersebar tersebut bisa jadi menimbulkan masalah di kemudian hari karena bisa berdampak pada mental sang anak tadi. Bahkan, persepsi masyarakat yang belum tahu kebenarannya akan membuat anak merasa dipermalukan di hadapan publik.

Baca Juga :   Cara Membuat Jurnal Harian untuk Merawat Kesehatan Mental

Dipermalukan di hadapan publik secara online memiliki dampak yang tidak kalah mengerikan. Internet adalah ruang tanpa batas di mana semua orang bisa mengaksesnya. Ketika sebuah foto, video atau bahkan tulisan yang sudah tersebar di internet dan menjadi konsumsi umum, maka akan sulit untuk membersihkannya kembali jika sudah ‘rusak.’ Terutama sekarang ini, sosial media membawa pengaruh positif dan juga negatif cukup besar terhadap semua orang yang menggunakannya.

Walaupun jejak-jejak di internet sudah terhapus, masih ada dokumen foto atau video yang ternyata masih disimpan oleh seseorang lainnya dan bisa saja disebarkan kembali. Inilah yang membuat online public shaming cukup mengerikan.

Dampak Public Shaming

Seperti yang disebutkan di atas, public shaming sangat berbahaya, terutama untuk sisi psikologis seseorang. Nah, berikut ini adalah dampak-dampak negatif dari public shaming yang perlu kamu ketahui.

About author

Related posts
GenK LIFE

7 Hal Yang Perlu Diketahui Soal Menstruasi! Para Wanita Wajib Tau!

GenK LIFE

Generasi Milenial Wajib Tahu, Ini 5 Tips Mencapai Financial Freedom di Usia Belia

GenK LIFE

Apa Benar Hujan-Hujanan Bisa Bikin Sakit? Simak Disini!

GenK LIFE

Kenali Anticipatory Anxiety, Kelainan Yang Membuatmu Overthinking