Seni Rupa & Desain

Desa Belega, Desa Pengrajin Bambu di Bali

Desa Belega adalah desa pengrajin Bambu yang terletak di Gianyar, Bali. Pengrajin desa ini khusus bergerak di bidang kerajinan Bambu. Produk-produk yang dihasilkan pun beragam. Mulai dari anyaman bambu, furniture-furniture seperti kursi, meja, lemari, gazebo hingga dipan kasur. Tidak jarang juga produk-produk yang dihasilkan menimbulkan minat dari calon-calon pembeli di luar negeri maupun dalam negeri.

Akses masuk Desa ini cukup mudah. Posisi Desa ini bersebelahan dengan Desa Bona. Terletak di kecamatan Blahbatuh, Desa ini merupakan salah satu Desa Wisata. Cara menuju Desa Belega bisa langsung diakses lewat Google Maps. Sebelum memasuki Desa ini, akan terlihat signage besar yang bertuliskan “Desa Wisata Blahbatuh”.

Desa Belega memiliki luas sekitar 250 hektar. Jumlah penduduk Desa Belega per Desember 2021 ini adalah sebanyak 5250 jiwa. Diantara 5250 jiwa itu, 2599 jiwa adalah warga laki-laki dan 2651 jiwa adalah perempuan. Pekerjaan masyarakat desa kebanyakan adalah wiraswasta pengrajin bambu, petani dan pegawai swasta. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 33 usaha adalah usaha yang melibatkan 200 pengrajin bambu.

Bambu yang dipakai sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan adalah bambu berkualitas yang diambil di Bangli, Bali. Di Bangli, terletak hutan bambu yang biasa menjadi sumber bahan baku pengrajin bambu di seluruh Bali. Pengrajin bambu di Desa Belega juga sering mengambil bahan baku bambu hitam dari Jawa. Kebanyakan dari mereka sudah memiliki supplier tersendiri.

Produk-produk yang dihasilkan oleh pengrajin Desa Belega sudah sering mencapai pasar internasional. Tidak jarang juga produk-produk yang dikirim membutuhkan container karena dikirim dengan jumlah yang sangat besar. Negara-negara yang sering menjadi pelanggan pengrajin Desa ini adalah Perancis, Jepang, Belgia, Belanda dan masih banyak lagi. Resort-resort atau Villa di Bali pun sering menjadi pelanggan setia pengrajin Desa ini.

Pengrajin Desa ini dapat membuat apapun yang diinginkan pelanggan dengan berbahan dasar bambu. Produk yang dihasilkan juga bermacam-macam:

Cabinet Untuk Ruang Tamu

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Meja & Kursi Set Untuk Ruang Tamu Maupun Ruang Makan

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Meja Rias

Desa Belaga

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Kasur

Desa Belaga

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Lemari

Desa Belaga

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Pernak-Pernik

Desa Belaga

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Desa Belaga

Sumber Gambar : Dokumentasi Pribadi

Proses pembuatan semua pernak-pernik ini biasanya dapat memakan waktu 2 minggu-1 bulan untuk satu produk bukan satu set. Bambu harus mengalami proses pembersihan, treatment dengan obat-obatan agar tidak termakan rayap lalu juga pengeringan secara alami sebelum dipotong dan dibuat sesuai dengan keinginan pelanggan.

Desa ini dapat disebut sebagai Desa Bambu, namun dukungan dan promosi dari pemerintah untuk usaha kecil warga masih belum terasa. Kepala Desa Belega saat ini masih mengusahakan agar Desa ini dapat menjadi Desa Wisata untuk kedepannya.

Saat ini program tersebut masih tersendat akibat Pandemi COVID-19. Pembaca yang tertarik untuk jalan-jalan dan melihat produk yang berkualitas secara langsung, yuk langsung saja kunjungi Desa Belega!

Penulis: Gabriella Helen Sutama Watara (Universitas Kristen Petra)
About author

Related posts
Seni Rupa & Desain

DTP vs Graphic Design, Kenapa Keduanya Dianggap Berbeda?

Seni Rupa & Desain

Ide Konten Digital Marketing Untuk Promosi Media Sosial Perusahaan Desain Interior

Seni Rupa & Desain

Beberapa Peluang Usaha dari Pemanfaatan Limbah Kayu Sisa Industri

Seni Rupa & Desain

Inovasi Produk Daur Ulang Plastik, Penting Gak sih?