Arsitektur & Interior

Desain Biofilik, Desain untuk Kesehatan Mental, Fisik, dan Alam

Desain Biofilik

Meski fenomena ini terjadi pada setiap orang, tetapi nyatanya masih banyak yang belum familiar dengan istilah biofilia atau biofilik. Padahal dengan memahami konsep biofilia, kita bisa menjadi lebih  sadar akan pentingnya lingkungan alam di sekitar kita loh!

Apa Itu Biofilia?

Menurut biologis E.O. Wilson, biofilia adalah kecenderungan manusia untuk berhubungan dengan alam. Misalnya jam tidur dan bangun kita dipengaruhi siklus siang-malam karena cahaya matahari siang.

Contoh lain misalnya kita merasa takut saat melihat ular dan merasa rileks saat melihat pepohonan, bunga, dan perairan. Ketakutan terhadap ular atau hewan buas dipicu dari insting evolusi manusia untuk bertahan hidup. Sedangkan adanya tumbuhan dan air menandakan habitat manusia dan sumber  kehidupan.

Nah, konsep biofilia ini lalu dimanfaatkan Kellert & Wilson untuk menciptakan acuan dalam desain biofilik, yakni desain yang mengabungkan alam dalam ruang gerak manusia. Tiga pilar dalam desain biofilia yaitu

  1. nature in space, yakni adanya unsur alam dalam ruang seperti tanaman, angin sepoi, dan kicauan burung.
  2. natural analogues atau elemen yang meniru bentuk alam seperti motif sarang lebah, motif dedaunan,.
  3. nature of the space yakni keinginan manusia untuk melihat dan merasakan alam melampaui yang ada di sekitarnya dan ketertarikan terhadap hal-hal yang berbahaya atau misterius.

Lalu apa pentingnya menerapkan biofilia dalam konteks desain ruang? Yuk simak 3 poin berikut!

  1. Memberi Efek Positif pada Kesehatan Mental

Sumber Gambar : Archdaily.com

Era yang serba canggih dan cepat ini tentu memberikan banyak kemudahan bagi manusia namun dengan ritme kerja yang semakin cepat. Informasi baru yang terus mengalir, dan tekanan serta tuntutan untuk mengikuti perkembangan yang ada tentu membuat psikis kita lelah.

Ditambah lagi adanya pandemi Covid-19 yang semakin memperparah kondisi mental. Menurut studi oleh Columbia University’s Mailman School of Public Health, terjadi kenaikan tingkat depresi dan kecemasan di kawasan Asia yaitu masing-masing 18%. Padahal tingkat depresi sebelum pandemi diperkirakan 1,3 – 3,4% dan tingkat kecemasan sebelum pandemi berkisar 2,1 – 4,1%.

Dalam menjaga kesehatan mental, faktor lingkungan juga menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Ketika kita ingin beristirahat untuk merilekskan pikiran, ruang dengan suasana alamilah yang kita butuhkan sehingga penerapan desain biofilik cukup esensial dalam menciptakan suasana yang menenangkan dan menyegarkan pikiran.

Saat kita berada dalam lingkungan alami, otak kita memasuki mode ‘soft fascination‘ yakni situasi kesadaran yang dapat meningkatkan performa kognitif seperti meningkatkan memori, kemampuan belajar, dan kreativitas. Sedangkan dari sisi psikologis desain biofilia dapat membantu kemampuan adaptasi, meningkatkan kesadaran, fokus, konsentrasi, membuat mood menjadi lebih baik, mengurangi rasa tegang, stress, dan kelelahan mental.

  1. Meningkatkan Kesehatan Fisik

Sumber Gambar : Archdaily.com

Manusia kini menghabiskan 90% waktu mereka dalam ruang tetapi menurut peneliti Dr. MaryCarol Hunter dari University of Michigan, untuk dapat merasakan efek healing dari alam paling tidak kita harus menghabiskan waktu selama 20-30 menit di lingkungan alami. Dengan menerapkan desain biofilik dalam ruang, orang-orang tetap dapat merasakan efek serupa yang masih dalam jangkauan mereka.

Baca Juga :   Tips & Trik Wujudkan Rumah Mungil dengan Desain Skandinavia

Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan memposisikan elemen alami yang terlihat atau terasa pada area yang tinggi. Adanya hubungan manusia dengan alam ini dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan produksi hormon kortisol yaitu hormon penyebab stres, memberi efek positif pada sistem saraf, dan memberikan rasa nyaman.

Penelitian juga menunjukkan bahwa zat phytoncide yakni senyawa organik yang dihasilkan tumbuhan, ketika dihirup oleh manusia memiliki potensi untuk meningkatkan imun tubuh.

  1. Menjaga Keberlangsungan Budaya

Biofilik

Sumber Gambar : Archdaily.com

Selain untuk kesehatan, desain biofilik juga berpotensi melestarikan lingkungan dan budaya sekitar. Dalam menerapkan desain biofilik, kita perlu memperhatikan dan memanfaatkan potensi setempat untuk menyesuaikan desain dengan kebutuhan pengguna.

Karena evolusi manusia yang hidup di area yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan preferensi juga terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Misalkan pemakaian warna kuning sebagai cat ruang, untuk beberapa orang  warna kuning identik dengan rasa senang dan ceria namun bagi masyarakat Mesir warna kuning menyimbolkan keberkabungan.

Begitu pula dalam mendesain taman. Tanaman yang dipilih sebaiknya tanaman lokal dengan begitu ekosistem akan tetap berjalan sekaligus mempermudah perawatannya dalam jangka panjang.

Desain biofilik bertujuan untuk menciptakan rasa sense of place yaitu suatu rasa keunikan dari identitas ruang yang memberikan makna bagi penghuninya. Melalui budaya dan sejarah kita akan merasa terhubung dengan tempat tersebut, merasa menjadi bagian dari suatu identitas.

Selain itu setiap orang memiliki kerinduan akan tempat asalnya, suasana ruang yang memberi rasa familiar sangat diperlukan untuk menciptakan atmosfer yang aman dan nyaman. Keterikatan hubungan manusia dengan budayanya juga termasuk biofilia dan bisa memberikan efek positif pada emosional kita.

Memang peradaban manusia terus berjalan maju, teknologi dan inovasi lainnya tidak akan berhenti berkembang. Namun, seiring kita bergerak ke depan, kita tidak bisa sepenuhnya meninggalkan asal muasal kita. Manusia tidak akan bisa hidup tanpa adanya elemen alam.

Dalam desain pun kita tidak bisa hanya fokus pada aspek inovasi dan estetika namun juga tentang bagaimana suatu desain dapat bertanggung jawab memberi pengaruh positif pada pengguna maupun lingkungan sekitarnya untuk sekarang  maupun di masa depan nanti.

Penulis : Venny Sallyana (Jurusan Desain Interior Universitas Kristen Petra)
About author

Related posts
Arsitektur & Interior

6 Alasan Serat Daun Nanas Jadi Potensi Besar di Produk Interior Rumah Tinggal

Arsitektur & Interior

Tips Interior Rumah Kekinian Untuk Generasi Muda

Arsitektur & Interior

Neon Room Estetik, Suasana Kamar Instagramable dengan Neon Flex

Arsitektur & Interior

Intip 6 Desain dengan Gaya Eklektik yang Patut Dicoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published.