Arsitektur & Interior

Desain Biofilik untuk Hotel? Ternyata Banyak Sekali Pengaruhnya!

Kalian pasti sudah familiar bukan dengan desain Biofilik ? Desain Biofilik merupakan bentuk desain dengan bentuk-bentuk yang mengadopsi dari alam. Desain biofilik tidak hanya berpengaruh terhadap pelestarian alam, namun juga memberi dampak yang sangat signifikan terhadap penggunanya.

Kalian dapat membaca penjelasan tentang biophilik disini. Tak hanya dijumpai pada desain cafe atau kantor, penerapan desain biofilik juga dapat ditemui pada hotel.

Menurut studi berjudul “ Human Spaces 2.0: Biophilic Design in Hospitality “ penerapan desain biofilik memiliki manfaat-manfaat yang dapat dijumpai. Seperti, lebih banyak tamu yang menghabiskan waktu di lobby dengan desain biofilik, 2 kali lipat lebih banyak review positif dari penggunjung.

Penggunjung memberikan rating lebih tinggi pada tingkat kenyamanan dan keamanan pada hotel, lebih banyak tamu yang kembali untuk menginap pada hotel berdesain biofilik dan banyak manfaat-manfaat lainnya.

Dapat kita ketahui bahwa hotel dengan desain biofilik ternyata membawa banyak pengaruh positif terhadap penggunjung hotel. Kira-kira pengaruh tersebut berasal dari mana?

Mari kita bahas lebih lanjut beberapa aspek desain biofilik pada interior hotel yang memberi pengaruh positif dibawah ini!

Kehadiran Air

Sumber Gambar : Pinterest.com

Kehadiran air dapat diterapkan secara langsung dan tidak langsung. Kehadiran air secara langsung dapat diterapkan edngan menambahkan elemen air seperti air mancur atau kolam. Sedangkan kehadiran air ecara tidak langsung dapat diimplementasikan melalui desain seperti pola kolom yang membentuk ombak, atau dengan material yang membawa pantulan air seperti water wave stainless steel. Kehadiran air dalam ruang membawa suasana menenangkan bagi pengguna ruang.

Warna Alami

Sumber Gambar : Pinterest.com

Warna memiliki efek psikologis yang sangat kuat terhadap pengguna. Penerapan warna-warna alami dalam interior hotel memberi rasa nyaman dan tentram. Berikut merupakan beberapa warna alami beserta efeknya yang dihasilkan:

Warna hijau : Warna hijau membawa suasana yang harmonis, damai, dan dapat memberikan efek relaksasi bagi seseorang.

Warna krem : Warna krem mempresentasikan kelembutan dan memiliki kesan klasik. Lembut, tidak menyolok, menimbulkan ketenangan dan kehangatan pada ruang.

Warna coklat : Warna coklat meruapakan warna yang mengandung unsur bumi dan dominasi warna ini dapat memberikan kesan hangat, nyaman dan aman. Secara psikologis warna coklat memberi rasa kuat dan dapat diandalkan.

Warna terakota :  Warna terakota juga merupakan salah satu warna yang mengekspresikan alam. Dengan penggunaan warna ini, kesan natural dalam interior akan meningkat drastis. Warna terakota jua memberi kesan hangat pada ruang.

Pencahayaan Yang Maksimal

Desain Biofilik Untuk Hotel

Sumber Gambar : Pexels.com

Dalam mendesain suatu hotel, pemaksimalan cahaya alami juga penting untuk diperhatikan. Banyak manfaat yang didapat dari pencahayaan alami seperti, menambah produktifitas, membunuh bakteri dalam ruang dan masih banyak lagi. Disamping itu pencahayaan yang baik membantu menciptakan suasana ruang yang lebih luas.

Bentuk Organik

Sumber Gambar : Unsplash

Seperti halnya dengan alam, bentuk dari suatu elemen interior tidak selalu terstruktur dan geometris. Menambahkan bentuk-bentuk organik untuk elemen interior mencerminkan bentuk alami dari alam.

Terjadinya bentuk dan bentuk naturalistik dapat mengubah ruang statis menjadi ruang yang memiliki dinamika dan kualitas lingkungan dari sistem kehidupan. Bentuk bentuk organik dapat diterapkan pada furniture, kolom, dan elemen interior lainnya.

Tak hanya menambah estetika pada ruang, bentuk – bentuk organik memberi efek healing terhadap psikologis.

Material Alami

Desain Biofilik Untuk Hotel

Sumber Gambar : Pexels.com

Bahan alami bisa mencerminkan sifat dinamis bahan organik dalam respon adaptif terhadap tekanan dan tantangan untuk bertahan hidup dari waktu ke waktu. Bangunan alami dan bahan dekoratif yang menonjol termasuk kayu, batu, wol, kapas, dan kulit, digunakan dalam beragam produk, perabot, kain, dan lainnya.

Penggunaan material alami pada hotel dipercaya lebih awet dibandingkan material sintetis. Terlebih bagi pengunjung memberi suasana yang lebih hangat dan nyaman untuk tinggal.

Tanaman

Desain Biofilik Untuk Hotel

Sumber Gambar : Pexels.com

Vegetasi di bangunan harus berlimpah, terhubung secara ekologis, dan cenderung berfokus pada lokal daripada dibandingkan spesies eksotik dan invasif.Vegetassi dapat diterapkan pada hotel dengan menambahkan dinding vertical garden, serta tanaman dekoratif dalam ruang. Kehadiran tanaman dapat mengurangi stres, berkontribusi terhadap fisik kesehatan, meningkatkan kenyamanan, dan meningkatkan kinerja dan produktifitas.

Poin-poin diatas meruapakan beberapa penerapan desain biofilik untuk hotel serta manfaatnya terhadap pengguna. Tak heran jika banyak pengunjung yang tertarik untuk menginap pada hotel yang menerapkan desain biofilik, karena disamping keindahan hotel tersebut, penggunjung juga merasakan kenyamanan dan kehangatan saat menginap. Apakah kalian sudah memperhatikan aspek tersebut saat menginap?

About author

Related posts
Arsitektur & Interior

4 Desain Interior Japandi untuk Inspirasi Gaya Hunian

Arsitektur & Interior

DIY Cara Cetak Foto di Kayu untuk Ide Bisnis, Coba Yuk!

Arsitektur & Interior

Tips Mendesain Lobi Konsep Industrial Modern yang Stylish!

Arsitektur & Interior

Inspirasi Hunian Lansia karya Van Aken Architect

Leave a Reply

Your email address will not be published.