GenK LIFE

Digital Fatigue, Kondisi Berbahaya yang Sering Disepelekan Banyak Orang

Pernahkah kamu merasa lelah secara mendadak, mata perih sampai migrain ketika sedang beraktivitas dalam jangka waktu lama atau rutin di depan perangkat elektronik berlayar, seperti komputer, laptop ataupun gadget? Tentunya pernah dong. Bahkan hampir semua orang yang aktivitas hariannya sering menggunakan perangkat elektronik tersebut pasti merasakan hal itu. Uniknya, banyak orang yang justru mengabaikan hal-hal tersebut dan menganggapnya sebagai efek dari aktivitas atau pekerjaan yang mereka lakukan. Well, memang ada benarnya sih kalau lelah, mata perih sampai sakit kepala itu bisa jadi karena tubuh capek karena bekerja atau beraktivitas di depan layar, tapi ada penjelasan yang lebih saintifik lho. Dengan berjam-jam beraktivitas di depan layar dapat menyebabkan suatu kondisi yang dikenal dengan istilah kelelahan digital atau digital fatigue. Apa itu digital fatigue? Simak berikut penjelasannya!

Apa itu digital fatigue?

Sumber Gambar : pexels.com

Digital fatigue adalah kondisi kelelahan secara mental yang disebabkan oleh pemakaian peralatan elektronik serta aplikasi digital lain dalam beraktivitas setiap harinya secara bersamaan dan terus-menerus. Efek jangka pendeknya memang tidak dapat dirasakan secara langsung, tapi justru efek jangka panjangnya itu yang perlu diwaspadai karena dapat mengakibatkan masalah kesehatan pada fisik seseorang sampai dengan mental.

Bagaimana mengidentifikasi digital fatigue?

Digital Fatigue

Sumber Gambar : pexels.com

Digital fatigue memiliki beberapa ciri umum yang dapat kamu identifikasi sendiri. Berikut cara untuk mengidentifikasi digital fatigue.

  • Jenuh dan bosan akan aktivitas sehari-hari, terutama terhadap segala platform digital
  • Putus asa dan overwhelmed dengan rutinitas keseharian
  • Perilaku berubah dan cenderung tidak rasional
  • Sulit mengingat, fokus dan konsentrasi
  • Mata perih, lelah, perih dan gatal
  • Sakit kepala dan migrain
  • Nyeri pada leher, bahu atau punggung
  • Mata menjadi sensitif dan peka terhadap cahaya

Kenapa digital fatigue terjadi?

Digital Fatigue

Sumber Gambar : pexels.com

Tentunya digital fatigue tidak terjadi begitu saja, ada hal-hal yang menjadi penyebabnya. Berikut beberapa penyebab umum dari digital fatigue.

  • Fokus dan energi yang terkuras dalam porsi besar karena digunakan untuk memproses isyarat non-verbal seperti bahasa tubuh ketika sedang melakukan meeting, webinar atau sejenisnya di depan layar.
  • Kurangnya peregangan dan pergerakan pada tubuh ketika sedang aktif mengoperasikan perangkat berlayar dan platform media sosial lain. Hal itu membuat peredaran darah yang tersendat-sendat atau kurang lancar sampai dengan otot menjadi kaku.
  • Tuntutan untuk selalu tampil perfect saat sedang berinteraksi dengan orang lain di depan layar seperti saat melakukan video call, webinar sampai dengan rapat secara online. Rutinitas seperti itu yang dilakukan berulang akan membuat kejenuhan semakin menumpuk.
  • Paparan emisi blue light blue light dari layar dapat membuat mata cepat lelah dan terasa perih serta otak juga akan mengalami penurunan kinerja.

Efek berbahaya dari digital fatigue

Man Showing Distress

Sumber Gambar : pexels.com

Sudah barang tentu munculnya efek dari kelelahan digital ini akan membuat seseorang rentan terhadap masalah mental dan fisik. Berikut adalah efek berbahaya dari digital fatigue.

    • Perubahan perilaku yang lebih irasional dan agresif
    • Susah memejamkan mata di malam hari dan jam tidur berantakan
    • Tidak nafsu makan
    • Mudah hilang fokus, kemampuan mengingat dan konsentrasi
    • Cepat marah dan sangat sensitif
  • Anxiety
  • Depresi

Apa yang harus dilakukan?

Digital Fatigue

Sumber Gambar : pexels.com

Beberapa hal di bawah ini dapat kamu lakukan ketika mulai merasakan ada beberapa gangguan fisik dan mental yang disebabkan oleh kelelahan digital.

  • Coba untuk beristirahat antara 10 – 15 menit di sela-sela aktivitasmu dalam bermedia sosial atau sejenisnya
  • Konsumsi makanan dan minuman yang sehat
  • Gunakan waktu liburmu untuk benar-benar santai, terbebas dari segala platform sosial media dan keluarlah untuk menikmati udara segar
  • Alih-alih memakai perangkat berlayar, mulailah kembali menggunakan pena dan kertas untuk membuat catatan atau apapun secara sering
  • Berolahragalah
  • Respect terhadap diri sendiri
  • Tidurlah minimal 7-8 jam sehari dan matikan smartphone saat sudah masuk waktu tidur

Dengan lebih aware dan mengetahui sejak awal gejala-gejala dari digital fatigue ini, maka kamu bakal terbebas dari kungkungan ataupun kecanduan beraktivitas di platform media sosial dan gadget.

About author

Related posts
GenK LIFE

Menjaga Hidrasi Kulit dengan Glow Better Coconut Series. Yuk Ketahui Urutan Pakainya!

GenK LIFE

10+ Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 untuk Keluarga, Teman hingga Pacar

GenK LIFE

Kenali 5 Jenis Jerawat dan Tips Mengatasinya Agar Tidak Membekas

GenK LIFE

Olahraga Saat Puasa? Why Not! Ini Jenis Olahraga yang Dapat Kamu Lakukan di Bulan Ramadan