GenK STORY

Dorno Si Kucing Ngeselin

Dorno

Pada sore hari, tanggal 19  Maret 2022 dengan cuaca mendung, sesuai dengan suasana hati, tiba-tiba tetangga saya berkunjung. “Pitt aku due hadiah,,, ndi Pitri?”  teriak tetangga saya, dan diulanginya 3 kali.

Namun, saya yang masih di tempat kekuasaan saya tidak bergeming dan tetap di dalamnya, hingga beliau masuk ke rumah dan mengatakan membawa seekor kucing, seketika mood saya berubah. Hati hayati teramat sangat gembira karena mendapat teman baru yang unyu-unyu, Kucing baru.

Saya menduga kucing baru ini belum memiliki nama. Sehingga, saya sebagai manusia yang memiliki inisiatif rendah kini berinisiatif dengan memberikannya nama. Namun, ya gitu saya agak bingung untuk menentukan namanya.

Jadi di tengah kebingungan, saya memutuskan untuk memberinya nama seperti nama tokoh di buku terakhir yang saya baca, namanya Dorno. Nama yang aneh kalo untuk seekor kucing bagi orang di rumah.

Dorno, si kucing kecil nan imut ternyata kucing yang teramat sangat jujur bagi saya. Saat pertama kali melihatnya saja, saya sudah jatuh suka ehehehe kek langunya Tulus. Kucing ini saya nilai jujur karena bersifat apa adanya, baru hari pertama biasanya kucing yang saya pelihara observasi dan keliling rumah, tapi kali ini malah langsung manja dan langsung tidur-tiduran di tempat kekuasaan saya. Karena tak kuasa dengan imutnya saya jadi main bareng sama dia beberapa kali, dari sore hingga saat ingin terlelap.

Saat menjelang subuh tiba, si Dorno mulai menunjukkan sifat aslinya, yang ngeselin. Dia menjilati tangan saya dan beberapa kali menggigit untuk menyadarkan saya dari alam mimpi.

Karena, saya abaikan, dia semakin menjadi-jadi, yang awalnya hanya tangan berlanjut mencakar kaki. Mau tak mau saya bangun. Saya berterima kasih padanya meski caranya ngeselin, mungkin ini akan saya alami beberapa hari yang akan datang juga atau bahkan seterusnya.

Kemudian, beberapa jam setelah itu, saya yang dasarnya ngantukan dibuat terkejut lagi dengan kelakuannya. Ketika saya dalam posisi duduk dan dengan kepala seperti sujud menghadap ke samping untuk memperhatikan kelakuannya tiba-tiba saya merasa ngantuk, dan mata saya berasa seperti toko yang hendak tutup.

Namun, toko yang hendak tutup tersebut, gak jadi tutup karena ada pelanggan yang resek. Yaaa, saya di kaplok (dipukul dengan kaki imutnya) biar gak lanjut tidur. Saya mulai gemas dibautnya.

Setelah itu, saya sedikit mengurangi intensitas saya dekat dengan Dorno, guna menghindari tindakan yang tak terduga darinya lagi. Tapi sialnya, saya sering kalah saat proses menghindar itu, dia tetap ada di sekitar saya, di berbagi aktivitas monoton yang saya lakukan. Seperti, saat saya mengerjakan tugas, dia ada di bawah kolong meja dengan mode imutnya dan tidur di sana. Kemudian, saat saya ingin rebahan dia ngikut lagi di samping saya dan dia yang malah tertidur. Mana tidurnya ngorok lagi,, untung lucu jadi termaafkan.

Dorno memang seperti kucing-kucing pada umumnya, suka main tapi pas ngajaknya di waktu yang tidak tepat. Misal kek pas jam ibadah, pas saya ada kelas, dan pas bangun tidur yang harusnya sang babu ini perlu mengumpulkan nyawa terlebih dahulu. Dan bila tidak dituruti, dia berubah seperti kucing yang kesurupan, hiperaktif, “berubah jadi reog” kalo kata tetangga. Dorno memang kucing yang mandiri saat diabaikan oleh babunya. Dia bisa main sendiri, tapi caranya main saya tidak suka, karena cenderung merusak dan membuat rusuh. Seperti, saat beberapa kali dia main sendiri, dia membaut rusuh tempat kekuasaan saya dengan mengobrak-abrik alat tulis, merobek pelindung keyboard, merobek beberapa kertas dan mencacah plastik. Dari kelakuannya tersebut membuat babu ini bekerja dua kali.

Dari semua kelakuannya yang ngeselin, ada satu lagi, yaa pas dia boker. Dia boker di sembarangan tempat.

Sehingga, membuat Ibuk saya terkadang agak marah-marah dibuatnya. Tapi ya bagaimana lagi, namanya juga hewan dan masih kecil, jadi dimaklumi.

Namun, dibalik semua sifat ngeselinya, dia cukup memberi warna dalam keluarga saya, yang berisi 4 orang yang gak terlalu banyak bicara, kini jadi agak sedikit rame karena adanya. Semoga Dorno sehat terus, dan tetap lucu dengan kelakuan anehnya.

About author

Related posts
GenK STORY

Mengenal Lebih Dekat Grace Tahir, Anak Konglomerat Mayapada Group!

GenK STORY

Ikut Pertukaran Pelajar Daring Itu Rasanya Flat

GenK STORY

Yuk kenalan Dengan Mahkluk Mitologi, Elf!

GenK STORY

Bukan Cuma Atlantis, Ini Dia Beberapa Kota Yang Tenggelam Dan Menggemparkan Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published.