GenK LIFE

Eskapisme atau Lari dari Kenyataan, Ternyata Bisa Berdampak Negatif!

eskapisme-atau-lari-dari-kenyataan

Coba ngaku, pernah nggak sih sekali dalam hidumu, kamu ingin banget menjadi orang lain? Kayaknya semua orang pernah deh, berada di titik, di mana mereka berharap bisa lari dari kenyataan hidup yang mereka miliki. Sebenarnya bukan masalah besar kalau kamu hanya meneladani sosok yang baik dengan nilai-nilai positif yang bisa ditiru. Tapi, ketika kamu ingin menjadi orang yang berbeda, itu masalah besar karena mengarah ke eskapisme.

Lebih Dalam Mengenal Kondisi Eskapisme alias Lari dari Kenyataan

Mengenal Kondisi Eskapisme

Sumber: medicalnewstoday.com

Kondisi tersebut dikenal dengan istilah eskapisme atau lari dari kenyataan. Bentuk pelarian ini merupakan cara yang sama sekali nggak sehat untuk mengatasi tantangan yang datang dalam hidup.

Tingginya tekanan dan stres di kehidupan modern bikin kondisi ini meluas dengan begitu cepat. Bentuknya bisa bermacam-macam, tapi semuanya mencegah kita melakukan apa yang ingin dilakukan untuk memperbaiki keadaan hidup. Salah satu faktornya, bisa jadi karena kamu terlalu memikirkan masa lalu atau membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.

Pelarian Diri yang Bisa Berujung pada Penghancuran Diri

Pelarian Diri yang Bisa Berujung pada Penghancuran Diri

Sumber: heart.org

Sewaktu kita punya aspek dalam hidup yang ingin dihindari, misal rutinitas yang cukup sering dan tiada henti, maka secara tidak sadar kita akan merasa ingin kabur dari kondisi tersebut. Hal ini tentu saja berakibat buruk karena ketika kamu terus mencoba melarikan diri, sangat mungkin kamu menghindar menghabiskan waktu dengan diri sendiri.

Lari dari kenyataan pada kondisi ini membuat kita mati rasa terhadap kenyataan yang sangat nggak mau kita terima. Karena cuma dengan begitu kita bisa menjauh dari rasa sakit secara emosional yang datang. Menurut penelitian, orang yang selalu ingin melarikan diri sangat mungkin mengalami depresi. Kalau nggak segera diatasi, maka bisa jadi kondisi tersebut mengarah ke tingkat depresi yang lebih tinggi.

Adapun tanda-tanda awal orang yang mengalami eskapisme adalah kecanduan internet dengan penggunaan berlebihan, hingga mulai mengasingkan diri dari keluarga, teman dan orang lain. Semakin banyak waktu yang kita habiskan di dunia fantasi, maka akan semakin sedikit energi yang kita miliki untuk melakukan sesuatu di kehidupan nyata. Pasalnya, objek fantasi kita, entah apapun itu, perlahan akan membunuh perasaan kita. Ia tumbuh menjadi adiktif dan nggak melepaskanmu dari negeri fantasi.

So, Gimana Caranya Mengalahkan Eskapisme dan Kembali ke Dunia Nyata?

Caranya Mengalahkan Eskapisme

Sumber: funzone.am

Pertama-tama kamu perlu mencari tahu apa atau siapa yang sedang kamu coba hindari, dalam situasi apa kamu biasanya merasa ingin mencoba melarikan diri, emosi seperti apa yang memicunya, dan bagaimana perasaanmu ketika ‘kembali’ dari dunia fantasi.

Sering kali kita melarikan diri karena merasa malu, takut atau gagal. Nah, kalau kamu memang ingin berubah, penerimaan diri serta rasa syukur bisa sangat membantu untuk penyembuhan eskapisme dalam jangka panjang. Menjauhlah sejenak dari media sosial atau kembalikan dirimu ke waktu saat ini. Latihan meditasi, menulis, melukis bisa membantu.

Apakah “pelarian” selalu berdampak buruk?

Well, nggak semua eskapisme membawa dampak buruk bagi kita. Kuncinya adalah gimana kamu mengidentifikasi alasanmu lari. Kalau kamu melarikan diri dari kenyataan, maka bisa dipastikan ada konsekuensi negatif. Tapi apabila kamu mengakses dunia lain untuk mendapatkan wawasan baru, itu adalah hal baik.

Kalau kamu merasa atau curiga orang-orang dekat di sekitarmu mengalami ini, sebaiknya segera ambil tindakan. Karena pada akhirnya, tetap dirimu dan diri mereka sendirilah yang bertanggung jawab atas segala keputusan yang ingin diambil. Entah cepat atau lambat, kamu tetap harus kembali ke kenyataan. Cobalah menerapkan gaya hidup minimalis sebagai satu cara meminimalisir stres.

About author

Related posts
GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Kenalan Dengan Claudia Emmanuela Santoso, Penyanyi Yang Membawakan Hymne Special Olympic 2022

GenK LIFE

Sering Dikira Sama, Kenali Perbedaan Asam Lambung dan GERD

GenK LIFE

Penting, Kenali Macam-Macam Istilah dalam Aplikasi Beasiswa