Ini Dia Ciri-Ciri Shopaholic, Kamu yang Hobi Belanja Perlu Baca

Dibaca Normal: 6 menit aja ★
shopaholic

Berbelanja memang menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan. Siapa pun punya alasan dan caranya sendiri untuk berbelanja. Tapi bagaimana kalau kegiatan ini membuat seseorang kecanduan dan berubah menjadi seorang shopaholic? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, GenK.

Buat sebagian orang, menghabiskan waktu untuk berbelanja merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang dapat dilakukan oleh siapa saja, guna memenuhi kebutuhan pribadi masing-masing. Namun ada kalanya aktivitas yang satu ini juga berubah menjadi sebuah kegemaran dan hobi.

Hobi berbelanja atau yang juga sering disebut dengan istilah shopping dapat dengan mudah kamu temui di lingkungan sekitar, atau bahkan kamu sendiri. Bukan hanya sekadar kegemaran untuk berbelanja, hobi ini tidak jarang berujung menjadi sebuah adiksi yang dikenal dengan shopaholic.

Istilah shopaholic mungkin familiar di kalangan masyarakat, dengan merujuk pada orang yang suka belanja, padahal faktanya tidak selalu demikian, GenK. Maka dari itu, supaya kamu lebih paham, yuk baca ulasannya berikut.

Apa Itu Shopaholic?

Shopaholic 1

Ilustrasi shopaholic (sumber: face.ca)

Shopaholic atau yang dalam dunia Psikologi lebih dikenal dengan istilah Oniomania atau Compulsive Buying Disorder (CBD), merupakan jenis kecanduan perilaku (behavioral disorder) yang ditandai dengan obsesi berlebihan untuk berbelanja atau membeli sesuatu yang kemudian memberikan dampak negatif.

Oniomania merupakan kondisi psikis yang benar-benar bisa terjadi pada seseorang dan masuk dalam kategori yang sama dengan kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Berbeda dengan orang biasa yang melakukan aktivitas belanja dalam waktu-waktu tertentu atau sesuai dengan kebutuhannya, seorang shopaholic menjadikan belanja sebagai sebuah kewajiban dan kebutuhan itu sendiri. Jadi kalau diibaratkan nih, shopping sudah menjadi semacam passion hidup, GenK.

Penyebab dan Ciri-Ciri Shopaholic

Shopaholic 2

Ilustrasi orang belanja (sumber: giphy.com)

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, shopaholic merupakan kondisi psikis yang dapat dialami oleh seseorang dan benar-benar berbeda dari orang yang hanya menyukai shopping. Sindrom yang dapat terlihat dari para penderita oniomania di antaranya:

  1. Menghabiskan uang untuk belanja lebih dari kemampuan finansial yang dimilikinya.
  2. Menjadikan shopping sebagai upaya pelarian dari masalah yang dihadapi dan solusi ketika sedang emosi atau depresi.
  3. Berbelanja untuk mengurangi rasa bersalah atas kegiatan shopping sebelumnya.
  4. Kehilangan kendali atas dirinya ketika ingin berbelanja.
  5. Kerap merasakan dorongan yang kuat untuk berbelanja dan akan merasakan sensasi tidak nyaman jika tidak shopping.

Seseorang dapat menjadi shopaholic dikarenakan berbagai macam faktor, baik dari dalam diri sendiri maupun karena faktor eksternal.

Shopaholic 3

Gambar ilustrasi consumerism (sumber: istockphoto.com)

* Faktor Internal. Shopping merupakan salah aktivitas yang menyenangkan bagi banyak orang. Siapa sih yang tidak bahagia ketika mendapatkan barang yang sudah lama menjadi idaman. Hal ini dikarenakan produksi hormon endorfin dan dopamin oleh otak saat sedang berbelanja.

Berangkat dari rasa bahagia saat belanja inilah yang kerap kali membuat orang menjadikan shopping sebagai cara untuk menyenangkan diri sendiri, khususnya untuk melawan rasa depresi dan mengusir emosi negatif.

* Faktor eksternal. Pengaruh dari lingkungan sekitar juga dapat membuat seseorang menjadi kecanduan shopping. Faktor eksternal yang dimaksud berasal dari lingkungan sosial berupa pergaulan yang dipenuhi oleh para pecinta shopping.

Fenomena consumerism yang dibangun oleh para pelaku bisnis juga menjadi alasan lain yang menyebabkan banyak orang menjadi gemar berbelanja.

Baca Juga
Berkreasi lewat Sepatu Lukis

Jenis-Jenis Shopaholic

Kecanduan belanja yang dimiliki oleh seseorang ternyata bervariasi loh, GenK. Berdasarkan data dari PsychGuides.com, berbagai macam alasan yang bisa menjadi penyebab ketagihan shopping kemudian membuat shopaholics terbagi dalam beberapa kategori yaitu:

1. Compulsive shopaholics

Shopaholic 4

Ilustrasi orang yang mengalami distress (sumber: unsplash.com)

Jenis yang pertama ini adalah orang-orang yang menjadikan belanja sebagai upaya untuk mengatasi stres yang mereka hadapi. Seperti yang pernah kami bahas sebelumnya di artikel mengenai eustress, si stres yang baik, shopping merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk mengatasi distress, atau stres yang buruk.

2. Trophy shopaholics

Shopaholic 5

Contoh koleksi produk yang seragam (sumber: unsplash.com)

Kalau tipe yang satu ini suka banget belanja untuk mendapatkan benda-benda yang sempurna. Pokoknya tidak ada kata berhenti sebelum benda yang dicari sesuai dengan kategori yang diinginkan.

Misalnya saat membeli baju harus persis seperti yang dilihat di TV, mulai dari ukurannya, bahannya, warnanya, desain dan motifnya, hingga berbagai macam embel-embel lain. Wah, jadi harus sabar-sabar nih, jika punya teman yang masuk kategori ini, GenK.

3. Flashy shopaholics

Shopaholic 6

Ilustrasi seorang flashy shopaholics (sumber: unsplash.com)

Image, image, dan image. Ini dia alasan tukang belanja yang tergolong dalam tipe berikut GenK. Tujuan utamanya belanja bukan untuk mendapatkan produk yang diinginkan atau karena ada diskon, tapi sekadar mencari perhatian dari orang-orang.

Berbelanja barang-barang mewah serta menghabiskan uang untuk berbagai koleksi kelas atas supaya dianggap mampu dan dicap sebagai seorang borjuis.

Barang-barang mahal dari merek ternama selalu menjadi incaran setiap kali berbelanja. Mulai dari pakaian dan aksesoris buatan desainer seperti Louis Vuitton, Gucci, Chanel, hingga perhiasan mahal yang berkilau dari Tiffany & Co. selalu tampak menghiasi ujung rambut hingga ke ujung kuku mereka.

Baca Juga
5 Jenis Sepatu Pria yang Membuatmu Tampil Modis

4. Bargain seekers

Shopaholic 7

Ilustrasi shopping promo (sumber: unsplash.com)

Nah, lanjut ke jenis shopaholic berikutnya, GenK, yaitu para pencari promo. Hayo, angkat tangan siapa yang merasa masuk dalam kategori ini? Pastinya banyak dong, apalagi kaum ibu-ibu dan anak kosan yang punya segudang kebutuhan.

Tipe ini seringkali menghabiskan uang untuk berbelanja setiap kali ada promo. Khususnya menjelang perayaan hari-hari tertentu seperti hari Natal, Imlek, hari Valentine, Idulfitri, hari Kemerdekaan, dan momen spesial lainnya yang sering dibanjiri dengan promo.

Pembeda utama seorang bargain seeker adalah pada produk-produk yang dibeli kerap kali bukan merupakan barang kebutuhan, tapi semata hanya karena adanya promo pada produk tersebut.

5. Bulimic shoppers

Shopaholic 8

Ilustrasi transaksi belanja (sumber: unsplash.com)

Jika pada tipe-tipe sebelumnya orang gemar berbelanja karena dorongan emosi, status sosial, atau sekadar karena penawaran promo belanja, bulimic shoppers punya motif yang berbeda dan bisa dibilang cukup unik, GenK.

Seorang bulimic shopper memiliki kebiasaan untuk berbelanja suatu barang lalu mengembalikan barang tersebut ke toko asalnya. Sekilas memang terdengar cukup aneh yah, tapi sebenarnya kejadian ini memang bisa terjadi pada siapa saja loh, GenK.

Sindrom yang ditunjukan bisa bermacam-macam. Bisa dikarenakan rasa tidak percaya akan suatu produk setelah mencobanya beberapa kali, baik karena keasliannya, atau fungsi yang tidak sesuai dengan keinginan. Alasan lainnya dapat berupa rasa bosan yang muncul setelah memiliki sebuah barang.

6. Collectors

Shopaholic 9

Contoh koleksi sepatu (sumber: unsplash.com)

Hal apa yang pertama kali terlintas di otakmu saat mendengar kata kolektor? Sesuai namanya, jenis shopaholic ini merupakan orang yang gemar berbelanja untuk mengumpulkan barang-barang tertentu yang kemudian dijadikan sebagai bagian dari koleksinya.

Seorang collector biasanya memiliki koleksi barang tertentu yang paling digemari. Bisa berupa tas, baju, jaket, sepatu, kacamata, ikat pinggang, mobil, perhiasan, dan barang-barang lainnya.

Orang yang masuk dalam tipe collector tidak akan merasa puas sebelum mendapatkan setiap warna, jenis, atau seri tertentu dari barang yang disenanginya. Mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan produk yang diinginkan tanpa peduli dengan harga.


Kegiatan shopping memang menjadi hak setiap orang. Siapa pun bisa membeli apa pun yang diinginkannya. Tapi selalu ingat untuk menyesuaikan keinginan dengan kemampuan finansial masing-masing. Jangan sampai kalap mata sejenak jadi masalah di kemudian hari.

Polling

Ditulis Oleh

Wahyu Ramadhan adalah alumnus dari jurusan Bahasa Prancis, Universitas Gadjah Mada. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Hobi menulisnya berkembang sejak ia duduk di bangku SMA hingga sekarang. Dengan menulis, ia dapat belajar banyak hal baru dan berbagi ilmu yang dimilikinya dengan orang banyak. Pemuda yang menyukai warna merah ini senang membaca buku dan belajar hal baru dengan ditemani segelas susu atau jus jambu.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Fashion

Tips dan Trik Cara Membuat Pola Baju yang Mudah dan Simpel

Fashion

Mengenal Berbagai Macam Jenis Kain, yang Belajar Fashion Wajib Baca

Fashion

6 Jenis Topi yang Bikin Penampilanmu Makin Fashionable

Fashion

4 Rekomendasi Situs Belajar Desain Baju Gratis dan Berbayar

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link