GenK LIFE

Fatherless : Bagaimana Peran Ayah Mempengaruhi Pertumbuhan Anak?

Dalam tumbuh kembang seorang anak, peran kedua orang tua begitu krusial. Menurut Atwater, pada 2004 walaupun bentuk pengasuhan seorang ibu biasanya lebih dominan dibanding ayah dalam segi waktu sehingga ibu dapat lebih banyak memperhatikan anaknya secara fisik dan mampu memberikan kesejahteraan secara afeksi seperti memberikan empati dan kenyamanan emosional. Di sisi lain bentuk pengasuhan seorang ayah lebih mengarah pada kognitif, perkembangan sosial dan emosi anak. Namun, tak dapat pungkiri bahwa pada realitanya peran dan kasih sayang dari seorang ayah juga diperlukan dalam tumbuh kembang seorang anak.

Peran ayah bukan hanya sebagai sosok pemimpin dan pencari nafkah, melainkan lebih daripada itu. Bersama ibu, ayah berperan sebagai pelindung, motivator, pemberi kasih sayang dan perhatian, serta pembimbing karakter sang anak.

Lantas, bagaimana jika dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak tidak terdapat peran ayah didalamnya?

Dalam psikologi, ketidakterlibatan peran ayah dalam kehidupan seorang anak. Baik itu dikarenakan perceraian maupun kematian pada saat anak masih di usia dini dapat menyebabkan gangguan pada kondisi psikologis anak yang disebut dengan fatherless.

Konsep Fatherless

FATHERLESS COUNTRY – Syncplanner

Sumber Gambar : Syncplanner.id

Ketidakterlibatan peran ayah yang bisa berupa fisik atau psikologis dalam pertumbuhan dan perkembangan seorang anak. Bisa disebut juga dengan ‘fatherless‘, ‘father absence‘, ‘father loss‘ atau ‘father hunger‘. Permasalahan fatherless telah menjadi permasalahan internasional.

Pada tahun 1994 ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aquilino pada orang dewasa yang mengalami perceraian orang tua nya ditemukan kenyataan bahwa situasi tersebut membuatnya kehilangan komunikasi dan interaksi dengan ayah mereka setelah perceraian orang tua mereka terjadi.

Salah satu alasan terputusnya komunikasi atau interaksi antara ayah dan anak adalah perasaan amarah dari sang ibu terhadap mantan pasangannya. Hal ini membuat sang ibu mencegah dan menghindarkan sang ayah untuk mengasuh atau bertemu sekalipun. Jadi Menurut Lamb, dkk. (dalam Andayani & Koentjoro, 2012) keterlibatan ayah memiliki tiga komponen, yaitu:

a. Paternal Engagement

Interaksi atau komunikasi secara langsung antara ayah dan anak seperti berinteraksi secara langsung,bermain, dan liburan.

b. Accessibility atau Availability

Kehadiran ayah dalam kehidupan sehari-hari meskipun ada atau tidak nya interaksi atau komunikasi yang baik.

c. Responsibility

Melingkupi peran ayah sebagai orang yang mencukupi secara finansial seorang anak dan yang mengatur masa depan anak.

Nah dari tiga komponen ini sendiri kita sudah tau ya jika salah satu dari komponen ini seorang anak tidak dapat merasakan maka mereka akan mengalami fatherless tadi.

Dampak Fatherless

Fatherless

Sumber Gambar : theasianparent.com

Fatherless sendiri memiliki dampak yang cukup negatif bagi pertumbuhan seorang anak yang mengalami nya. Ada beberapa dampak yang disebabkan anak yang mengalami fatherless yaitu:

Dampak secara sosiologis yaitu muncul rasa tidak nyaman jika berenteraksi dengan banyak orang dan dengan seiring berjalannya waktu seorang anak akan menutup dirinya dengan orang sekitar dan menjadi orang yang tertutup.

Secara psikologis seseorang akan seiring berjalanya waktu ketika anak bertumbuh dewasa mereka akan merasakan juga rendah nya kontrol diri,kurang nya inisiatif, dan kurang nya keberanian untuk mengambil resiko dan kemungkinan memiliki gangguan mental pada anak perempuan.

Dampak secara akademis yaitu muncul rasa pesimis dan tidak percaya diri atas apa yang didapat kan dalam menjalani kegiatan akademis nya karena tidak adanya peran ayah dalam memotivasi anak dalam melakukan kegiatan akademisnya.

Kemudian, dampak pada percintaan sendiri bisa juga terjadi karena ketidakhadiran peran ayah ini membuat mereka jadi tidak percaya dengan sosok laki-laki yang akan menjadi pasangannya dan juga akan berdampak pada masa dimana seharusnya mereka menikah tetapi dalam diri mereka muncul rasa takut.

Dampak pada peyimpangan perilaku anak dan merasa bahwa hidupnya tidak bermanfaat.

Nah setelah kita memahami lagi bahwa dampak fatherless sangat tidak baik bagi pertumbuhan seorang anak dan membuat trauma atau kejadian buruk yang dialami oleh seorang anak ini bisa tidak hilang hingga tumbuh dewasa karena mereka kehilangan atau tidak mendapatkan peran seorang ayah.

Penutup

Sumber Gambar : cnnindonesia.com

Walaupun peran kedua orang tua itu penting tetapi tidak menutup kemungkinan jika ada beberapa kondisi yang menyebabkan seorang anak tidak mendapatkan atau merasakan peran ayah dalam kehidupan nya (fatherless).

Nah bagaimana jika ada seorang anak sudah mengalami fenomena ini? contohnya mereka bisa menambah kepercayaan diri mereka dalam melakukan sesuatu dan lebih mendekatkan diri kepada ibu mereka supaya peran ayah yang hilang ini bisa sedikit demi sedikit terpenuhi. Jadi jika perceraian terjadi juga seorang ayah harus semaksimal mungkin untuk memberikan peran-peran yang seharusnya dirasakan oleh seorang anak, jangan biarkan mereka memiliki emosi-emosi yang negatif selama pertumbuhan seorang anak.

Parmanti.,& Purnamasari,S.(2015). Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak . (Vol.17, hlm. 81-90).

Sundari,A.R.,& Herdajani,F.(2013). Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Psikologis Anak .( Hal.256-271). Diakses di https://publikasiilmiah.ums.ac.id/xmlui/bitstream/handle/11617/3973/A23.pdf?sequence=1&isAllowed=y.

Hidayati,D.S.,& Sari,C.N.D.M.(2020). Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan dan Intimacy Terhadap Suami .( Vol.3 Hlm.53-64).

About author

Related posts
GenK LIFE

4 Hal Penyebab Jerawat Punggung dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Pentingnya 3V dalam Public Speaking Biar Sukses Bicara di Depan Umum

GenK LIFE

Waspada Mental Block Bikin Produktivitas Menurun, Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya

GenK LIFE

Kenalan Dengan Claudia Emmanuela Santoso, Penyanyi Yang Membawakan Hymne Special Olympic 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *