fbpx

Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Clapper Board Sederhana

Dibaca Normal: 7 menit aja 😊
clapper board

Ada banyak jenis peralatan syuting, salah satunya adalah clapper board. Alat ini bukan cuma untuk gaya-gayaan doang loh. Tetapi punya peran penting di dalam proses video editing. Yuk simak selengkapnya, GenK!

Kalau kamu melihat proses syuting film, pasti kamu pernah melihat di mana sutradara berteriak “Action!”. Tak lama dari itu ada seseorang yang memegang papan hitam-putih sampai terdengar bunyi “Ctak!”. Papan ini dinamakan clapper board.  

Clapper Board 1

Contoh pemakaian clapper board saat syuting (sumber: pexels.com)

Clapper board adalah sebuah papan dari bahan kayu yang digunakan untuk membantu sinkronisasi gambar dan suara serta untuk memilih dan menandai suatu adegan tertentu selama berjalannya proses produksi.

Mungkin kamu akan bertanya-tanya bagaimana cara kerja papan kecil ini.

Supaya lebih paham lagi, yuk kita simak fungsi clapper board berikut ini, GenK!  

Fungsi Clapper Board

Clapper board tidak hanya untuk gaya-gayaan dan konten Instagram saja loh. Terdapat fungsi yang sangat krusial. Makanya setiap syuting proyek besar mesti banget melibatkan alat ini. Kalau tidak, semuanya akan ribet dan tentunya akan menghambat tahapan pascaproduksi.

Berikut ini fungsi clapper board yang wajib banget kamu ketahui, GenK!

1. Mengeluarkan bunyi “Ctak!”

Mahal-mahal beli clapper board buat mendengar bunyi “Ctak!” doang?

Eits, jangan salah. Suara itulah yang nantinya akan berguna banget untuk penyelarasan gambar dan suara.

Papan ini akan saling dihantamkan bagian atas dan bawahnya untuk menghasilkan bunyi yang sangat keras. Sehingga terekam juga ke dalam file audio yang dipegang oleh soundman.

2. Menulis data adegan

Clapper Board Sederhana 2

Ilustrasi menulis data adegan (sumber: pexels.com)

Bagian bawah papan ini merupakan tempat yang digunakan untuk menuliskan data adegan dengan angka. Data ini sangat membantu untuk mengidentifikasi pengambilan gambar saat proses editing.

Saat tape recorder dan kamera rolling, maka clapper (sebutan untuk orang yang bertugas memegang clapper board) menempatkan papan ini di depan kamera dan memastikan papan ini masuk ke dalam frame. Gunanya supaya kamera dapat menangkap setiap data yang sudah ditulis oleh clapper.

Baca Juga   Sejarah Anime Hingga Sampai ke Indonesia

3. Untuk Mengorganisir Data Hasil Syuting

Saat proses syuting, clapper board direkam tepat saat kamera rolling. Kemudian clapper menulis adegan dan take mana saja yang dipilih oleh sutradara berdasarkan data yang tercatat di papan. Catatan ini diberikan kepada video editor.

Ketika video editor hendak melihat hasil footage syuting, ia tidak perlu lagi mengecek satu-satu video yang akan ia kerjakan. Ini karena data adegan yang ditulis di papan sudah muncul di thumbnail video.

Selain itu, video editor lebih mudah untuk mengorganisir data hasil syuting dengan cara membaginya ke dalam folder sesuai scene dan shot adegan. Praktis banget kan, GenK!

4. Sinkronisasi gambar dan suara

Clapper Board 3

Ilustrasi penyelarasan gambar dan suara (sumber: O’Reilly – Video Training YouTube Channel)

Pada saat kamu merekam menggunakan mic internal kamera, gambar dan suara tentu akan selaras. Ini karena keduanya direkam pada pita yang sama. Namun bakalan lain ceritanya saat kamu syuting menggunakan perangkat kamera dan audio yang terpisah. Sehingga gambar dan suaranya pun direkam di dalam perangkat yang berbeda.

Clapper board bakal berguna banget buat kamu yang syuting dengan menggunakan mic eksternal. Bunyi “Ctak!” yang terekam di mic internal kamera dengan yang terekam di mic eksternal bisa digunakan untuk menyelaraskan gambar dan suara.

Saat editor melakukan penyuntingan gambar, ia tinggal menjajarkan kedua file audio. Karena bunyi hantaman clapper board yang sangat kencang akan terekam. Jadi editor langsung tahu bagian mana yang ada bunyi “Clap!”. Gambar dan suara jadi sinkron deh, GenK.  

Layout Data Clapper Board

Layaknya sebuah papan tulis, clapper board bisa ditulis dan dihapus menggunakan kapur atau spidol. Selain menggunakan bahan dasar kayu dan akrilik, sekarang banyak juga yang memproduksi papan ini dengan model digital. Sehingga format pencatatan data adegan dapat disampaikan dalam bentuk digital.

Clapper Board  4

Contoh layout data adegan di clapper board (sumber: rakuten.com)

Setiap clapper board memiliki format layout data yang berbeda-beda. Tidak ada yang benar maupun salah. Karena yang terpenting adalah kenyamanan semua kru yang bersangkutan.

Di dalam artikel ini, kami akan memberikan apa saja standar data yang umumnya tercantum di clapper board beserta fungsinya. Ayo kita simak sama-sama, GenK!  

  1. Production

Pertama adalah kolom production yang digunakan untuk menuliskan nama tim produksi. Sehingga ada data tentang siapa pemilik footage syuting.  

  1. Title

Kolom title digunakan untuk menulis judul film yang sedang kamu garap.

  1. Director

Kolom yang ini digunakan untuk menulis nama sutradara. Seorang sutradara memang memiliki peran penting dalam pembuatan sebuah film. Makanya ia memiliki spot tersendiri di clapper board.  

Baca Juga   Cara Membuat Stop Motion dan Bahan yang Dibutuhkan

  1. DOP

Kolom DOP atau singkatan dari Director of Photography digunakan untuk menulis nama DOP yang bertugas. Kalaupun ternyata kamu tidak menggunakan jasa DOP, kolom ini bisa diisi dengan nama cameraman yang bertugas.  

  1. Scene

Berikutnya adalah kolom scene yang digunakan untuk menulis scene yang sedang direkam. Setiap adegan terbagi menjadi scene, shot, dan sequence. Ketiga ini penting banget ditulis pada clapper board untuk memudahkan pekerjaan video editor.  

  1. Shot

Sama halnya dengan kolom scene, kolom shot penting banget untuk diisi, GenK. Di kolom ini tertera informasi shot keberapa yang sedang direkam saat syuting.  

  1. Take

Setiap shot pasti diambil secara berulang-ulang sampai sutradara merasa puas dengan gambar yang diambil. Selama sutradara belum puas, maka jumlah take akan terus bertambah.  

  1. Roll

Kalau dulu kolom ini digunakan untuk menulis data roll film. Sekarang sudah masuk era digital, sehingga kolom ini dialihfungsikan untuk menulis data memory card yang digunakan saat syuting.  

  1. Date

Kolom ini dipakai untuk menulis tanggal syuting. Semakin banyak hari yang digunakan untuk syuting, maka semakin banyak pula data yang direkam. Tanggal syuting penting banget buat dicatat di clapper board. Gunanya untuk mempermudah pendataan setelah proses syuting selesai.  

  1. Int dan Ext

Kedua kolom ini mesti kamu pilih salah satu dengan cara dicentang. Jika proses syuting dilakukan di dalam ruangan, maka beri tanda centang di kolom Int. Sedangkan jika proses syuting dilakukan di luar ruangan, maka beri tanda centang di kolom Ext.  

  1. Day dan Night

Cara menggunakan kedua kolom ini hampir sama dengan kolom Int dan Ext. Bedanya kolom day dicentang jika syuting di pagi atau siang hari. Sedangkan kolom night dicentang jika syuting di malam hari.  

DIY Clapper Board

Kalau tadi sudah mempelajari soal fungsi dan apa saja data adegan yang tertera, sekarang kami akan membagikan kepada kamu cara membuat clapper board yang low budget.

Sebenarnya kamu bisa membeli papan ini di toko online. Harganya pun beragam yang dimulai dari harga Rp100.000,-. Ada harga tentu ada kualitas, GenK. Namun gak ada salahnya untuk membuat clapper board sendiri. Yuk intip langkah pembuatannya, GenK!  

Bahan-bahan:

  • Kayu
  • Papan jalan bening
  • 90 derajat bracket
  • Sekrup atau baut
  • Semen karet
  • Isolasi bening
  • Cat akrilik warna putih
  • Cat akrilik warna hitam

Alat-alat:

  • Obeng
  • Penggaris
  • Gergaji tangan
  • Kuas cat
  • Ampelas

Cara membuat clapper board:

Pertama-tama siapkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat clapper board. Kamu dapat menambah alat lain untuk mempermudah proses pembuatan papan ini. Kalau sudah siap, sekarang saatnya masuk ke step pertama.  

Step 1 – Ukur panjang kayu

Clapper Board 5

Contoh bentuk kayu (sumber: theblackandblue.com)

Ukur batang kayu yang kamu punya. Panjang kayu disesuaikan dengan ukuran papan jalan, karena papan jalan nantinya akan digunakan sebagai tempat menulis data adegan.

Gunakan penggaris untuk mengukur dan beri tanda bagian mana saja yang ingin kamu potong.

Buat dua potong kayu yang sama panjang. Satu kayu digunakan untuk bagian bawah dan satu kayunya lagi untuk bagian atas. Bagian atas nantinya akan dihantamkan dengan bagian bawah untuk menghasilkan bunyi “Ctak!”.  

Baca Juga   Kenapa Green Screen Warnanya Hijau?

Step 2 – Tumpulkan bagian pojok kayu atas

Step berikutnya adalah menumpulkan bagian pojok kayu atas. Buat menjadi bentuk seperempat lingkaran. Ini penting banget, GenK, karena dengan sudut membulat ini kamu akan lebih mudah membuka tutup slate.  

Step 3 – Haluskan permukaan kayu menggunakan amplas

Permukaan kayu yang kasar wajib banget kamu haluskan dengan menggunakan amplas. Amplas sampai saat kamu menyentuh permukaan kayu sudah halus dan nyaman.

Step 4 – Warnai batang kayu

Clapper Board 6

Contoh warna kayu (sumber: theblackandblue.com)

Berikutnya adalah mewarnai batang kayu dengan menggunakan cat akrilik hitam dan putih. Beri warna selang-seling seperti clapper board pada umumnya. Atau kamu bisa mengganti warnanya dengan warna yang lebih terang untuk meningkatkan visibilitas papan di kamera.

Kalau sudah, diamkan dulu sampai cat mengering dengan sempurna.  

Step 5 – Cetak template data adegan

Selanjutnya adalah membuat atau mencetak template data adegan. Kamu bisa membuatnya sendiri atau langsung mengunduh gambar template data adegan di internet.

Cetak gambar adegan di kertas HVS putih berukuran A4. Atur ukuran cetakan gambar menjadi ukuran penuh atau 100%. Tujuannya supaya kertas dipenuhi dengan template data adegan.

Seperti yang sudah kami bahas sebelumnya, data adegan berfungsi untuk memberikan informasi sejelas-jelasnya kepada video editor untuk mempermudahnya saat proses penyuntingan gambar.  

Step 6 – Lepaskan klip besi di papan jalan bening

Di ujung papan jalan terdapat klip besi yang berguna untuk menjepit kertas. Namun di dalam pembuatan clapper board kamu tidak memerlukannya lagi, GenK.  

Baca Juga   Cara Membuat Lip Sync di Video Animasi Kamu

Step 7 – Tempel kertas data adegan di papan jalan

Clapper Board 7

Contoh kertas yang ditempelkan ke papan jalan (sumber: theblackandblue.com)

Selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menempelkan kertas yang merupakan hasil cetak gambar data adegan di papan jalan. Gunakan isolasi bening untuk merekatkan keduanya. Oh iya, posisi kertas harus terbalik, GenK. Sehingga kamu menulis di papan jalan bukan di kertas.  

Step 8 – Pasang bracket ke kayu

Clapper Board 8

Contoh posisi bracket (sumber: theblackandblue.com)

Dua batang kayu yang sudah dikeringkan catnya kemudian dipasang 90 derajat bracket. Pertama pasangkan ke sisi kiri batang kayu menggunakan sekrup. Dua sekrup di bagian bawah harus lebih pendek sehingga tidak menembus sisi lain. Pasang sekrup sekencang mungkin.

Sekrup di bagian atas harus melewati kayu dan diberi mur di ujung lainnya supaya aman.  

Step 9 – Tempel kayu ke papan jalan

Langkah terakhir adalah menempelkan kayu ke papan jalan dengan menggunakan semen karet. Pastikan kayu dan papan merekat dengan sempurna dan posisinya sudah benar.

Coba bunyikan kayu hingga terdengar suara “Ctak!”.

Kalau sudah, berarti kamu berhasil membuat clapper board sendiri, GenK.


Sekarang kamu jadi tahu betapa pentingnya peran clapper board dalam produksi film. Jadi selalu usahakan untuk menggunakan papan ini. Apalagi kalau film yang sedang kamu garap merupakan produksi besar-besaran, GenK.

Simpan Artikel Ini.

Simpan artikel ini untuk kamu baca lagi nanti, GenK.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Film, Animasi, dan Video

9 Anime Terbaik yang Dirilis Hingga Mei 2019

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Motion Graphic lewat Adobe After Effects

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Lip Sync di Video Animasi Kamu

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Stop Motion dan Bahan yang Dibutuhkan

Film, Animasi, dan Video

Ternyata, Film Horor Baik Loh untuk Kesehatan Mental!

Film, Animasi, dan Video

Apa Benar ASMR Bagus Buat Kesehatan?

Film, Animasi, dan Video

Level Candu Drama Korea, Kamu Termasuk Yang Mana?

Film, Animasi, dan Video

8 Film Musikal Terbaik yang Bikin Kamu Sing-along

Film, Animasi, dan Video

10 Film Animasi yang Gak Ngebosenin Buat Ditonton Ulang

Film, Animasi, dan Video

8 Film Animasi Terbaik Disney dari Tahun ke Tahun

Film, Animasi, dan Video

Meski Takut, Kenapa Kita Suka Nonton Film Horor?

Film, Animasi, dan Video

Kenapa Green Screen Warnanya Hijau?

Film, Animasi, dan Video

10 Film Action Terbaik Indonesia yang Wajib Kamu Tonton!

Film, Animasi, dan Video

10 Film yang Diangkat dari Novel Laris Indonesia

Film, Animasi, dan Video

Sejarah Film dari Masa ke Masa

Film, Animasi, dan Video

Jenis, Prinsip, Hingga Cara Membuat Animasi Lengkap

Film, Animasi, dan Video

Wong Kar Wai dan 3 Filmnya yang Perlu Kamu Tonton

Film, Animasi, dan Video

Film Zombie Bakal Terus Ada

Film, Animasi, dan Video

Jangan Sampai Kelewatan 3 Kreator Konten YouTube Indonesia Ini, GenK!

Film, Animasi, dan Video

Pak Raden: Dari Suyadi untuk Anak-anak Indonesia

            Artikel Selanjutnya