fbpx

Level Candu Drama Korea, Kamu Termasuk Yang Mana?

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
level candu drama korea

Seminggu belakangan, kamu sering terlambat bangun karena tidur terlalu malam. Penyebabnya bukan karena mengerjakan tugas atau revisi kantor, namun karena kamu semalam suntuk begadang menonton serial drama korea. Hayo, siapa yang kayak begini?

Kamu awalnya meyakinkan diri bahwa hanya menonton satu episode malam ini sebelum tidur.  

Tapi ketika satu episode selesai kamu tonton, kamu masih penasaran untuk mengetahui apa lanjutannya.  

Kamu menolerir diri untuk menambah satu episode lagi dan lagi, hingga kamu sadar bahwa jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi.  

Jika ilustrasi di atas tidak terasa asing dan sering kamu alami, kami rasa kamu adalah salah satu orang yang sudah kecanduan drama korea, GenK.  

Kenapa Kita Bisa Kecanduan Drama Korea?

Berbicara tentang demam drama korea (drakor) di Indonesia, sesungguhnya sudah menjadi hal yang tidak asing hampir dalam dua dekade terakhir. Seperti halnya musik dan fashion, drakor yang masuk ke Indonesia merupakan salah satu pengaruh dari Gelombang Korea atau Hallyu.  

drama korea 1

Cuplikan drama korea “Endless Love (Autumn In My Heart)” (sumber: idntimes.com)

Pada awal 2000-an, banyak remaja dan ibu-ibu di Indonesia yang ikutan sedih karena akting yang memukau dari Song Hye Kyo ketika berperan sebagai gadis yang sakit kanker di drama Endless Love (Autumn In My Heart).  

Tak lama setelah itu Song Hye Kyo juga kembali menyapa penggemarnya lewat drama komedi romantis Full House, berpasangan dengan artis sekaligus penyanyi Rain.  

Kamu pasti juga tidak asing dengan drakor Princess Hours, Boys Before Flowers, Descendants of the Sun, hingga Goblin (Guardian: The Lonely and Great God).  

Jika kamu bertanya-tanya tentang alasan mengapa film drama dari korea bisa menyebabkan kecanduan, beberapa hal berikut mungkin bisa menjadi penjelasan.  

Alur yang Menarik dan Tidak Mudah Ditebak

Salah satu pemikat utama dari drakor adalah memiliki alur yang menarik dan tidak mudah ditebak.

drama korea 2

Drama korea “Cheese In The Trap” (sumber: mydramalist.com)

Bagi penyuka drama romantis, drakor menawarkan kisah cinta dari tokoh-tokoh yang memiliki berbagai latar belakang. Entah itu mahasiswa yang introvert (Cheese in the Trap), seorang pengelola hostel (Memories of Alhambra), hingga Tentara (Descendants of the Sun).

Tidak hanya genre romantis, drakor juga menawarkan genre horor seperti Kingdom hingga drama kolosal tentang kerajaan Korea seperti Dae Jang Geum atau Queen Seondeok.

Alur cerita yang dimiliki drakor tentunya sangat berbeda dengan sinetron Indonesia yang cenderung hanya menambahkan konflik yang tak kunjung usai dari premis utama cerita.

Drakor sering memberikan plot twist yang membuatnya makin seru untuk diikuti.

Baca Juga   5 Rekomendasi Musisi Korea Selatan di Luar Kpop

Akting yang Natural

drama korea 3

Cuplikan drama korea “The Heirs” (sumber: owkeren.com)

Drakor memang seringkali dihiasi pemain yang cantik dan tampan, namun kemampuan akting yang mereka miliki adalah pemikat utama dari drakor. Kita bisa melihat bagaimana upaya artis korea untuk berperan secara natural.

Mereka benar-benar terlihat marah, senang, atau menangis tanpa terlihat dibuat-buat. Tidak heran, banyak penggemar drakor yang semakin klepek-klepek melihat artis kesayangannya.

Soundtrack Drakor Bikin Terngiang-ngiang

Kalau kamu perhatikan, soundtrack yang hadir di drakor begitu nempel di telinga. Bahkan kamu ingat adegan apa yang diiringi lagu tersebut.

Umumnya, drakor membuat soundtrack khusus, bukan menggunakan lagu yang sudah ada. Itulah sebabnya mengapa kita sering merasa bahwa lagu-lagu tersebut cocok banget dengan drakornya.

Episode Terbatas Namun Tetap Berkesan

drama korea 4

Cuplikan drama korea “Hwarang” (sumber: sbs.com.au)

Karena jumlah episode terbatas, cerita yang dibuat menjadi lebih padat. Hal ini membuatmu seringkali masih penasaran dan menginginkan kelanjutan dari drakor yang kamu tonton.

Meski ratingnya tinggi, drakor tidak menambah-nambah episode menjadi lebih panjang. Melainkan mempertahankan rasa penasaran dari para penikmatnya.

Setting Drakor yang Detail

drama korea 5

Cuplikan drama “The Good Doctor” (sumber: dramabeans.com)

Daya tarik lain yang dimiliki oleh drakor adalah setting yang dibuat detail dan mirip dengan dunia nyata.

Apabila kamu menyaksikan The Good Doctor, kamu bisa merasakan suasana dan ketegangan seperti ruang operasi yang sesungguhnya. Berbeda dengan sinetron Indonesia yang membuat setting dengan ala kadarnya.  

Baca Juga   Sejarah Film dari Masa ke Masa

Level Kecanduan Drakor

Bagi para fans garis keras, melewatkan satu episode adalah hal yang tabu. Kami sadar bahwa drakor memiliki daya tarik tersendiri seperti yang sudah kami jelaskan di atas. Entah itu para pemainnya, alur cerita, hingga soundtrack yang mengisi adegan-adegan di dalam drakor.  

Bagi kamu yang tergila-gila dengan drakor, kamu mungkin penasaran dengan level kecanduan drakor yang kamu miliki.  

Supaya makin seru, kami membuat beberapa level kecanduan drakor yang mungkin sesuai dengan dirimu. Yuk, cek, ada di level mana kamu?  

Level Maknae

drama korea 6

Ilustrasi level maknae (sumber: dramabeans.com)

Layaknya anggota yang paling muda (maknae) kamu adalah pemula yang baru mencoba mengikuti drama korea. Kamu masih bingung membedakan tokoh yang satu dengan yang lain dan tidak begitu mengenal nama-nama pemerannya.

Waktu yang kamu habiskan untuk menonton drakor pun terbilang sedikit dan hanya menonton di saat kamu benar-benar senggang. Kamu menjadikan drakor sebagai hiburan dan pengisi waktu luang, bukan suatu keharusan.

Tidak jarang, kamu bahkan lupa untuk menyaksikan episode selanjutnya dan berhenti di tengah-tengah.

Level Hoobae

drama korea 7

Ilustrasi level hoobae (sumber: sbs.com.au)

Ini adalah level pertengahan yang menggambarkan kecanduanmu dengan drakor.

Hoobae memiliki arti adik kelas, sehingga levelmu belum tinggi-tinggi banget nih, GenK. Meski begitu kamu sudah menguasai kata-kata dasar yang sering muncul di drakor seperti annyeong, saranghae, noona, ahjumma, ahjussi, dan sebagainya yang singkat serta mudah dimengerti.

Waktu yang kamu habiskan untuk menonton drakor juga sudah lebih banyak ketimbang level maknae. Kamu bisa menyaksikan drakor setiap hari dan menyelesaikan 16 episode drama dalam waktu satu minggu.

Kemampuanmu dalam mengingat nama-nama pemain dan judul drakor juga baik. Tidak seperti maknae yang masih sering tertukar dalam menyebut nama-nama artis drakor.

Baca Juga   8 Film Musikal Terbaik yang Bikin Kamu Sing-along

Level Sunbae

drama korea 8

Ilustrasi level sunbae (sumber: dramabeans.com)

Ini dia level kecanduan drakor yang paling tinggi.

Bagaikan kakak kelas, sunbae sudah mengetahui seluk-beluk drakor yang ditontonnya. Ia bahkan sudah lebih dulu mengetahui isi cerita drakor dari spoilers yang dibahas dalam forum-forum.

Jika kamu berbicara tentang tokoh pemain yang ada di dalam suatu drakor, level sunbae ini bisa menceritakan peran apa saja yang telah dimainkan oleh si artis lengkap dengan judul dramanya. Ia juga mampu menyebut kalimat-kalimat berbahasa korea dengan fasih. Bahkan mengikuti les bahasa korea, GenK.

Berbicara tentang waktu yang dihabiskan untuk menyaksikan drakor, jangan heran jika level sunbae ini cukup membutuhkan 2-3 hari untuk menghabiskan seluruh episode.

Baginya, marathon drakor sama pentingnya dengan makan. Ia akan memanfaatkan semua waktu luang untuk drakor, entah itu saat berangkat, jam istirahat, perjalan pulang di kereta, saat makan, hingga malam sebelum tidur.

Wah, tingkat dewa nih GenK!


Jadi, kamu masuk level kecanduan drama korea yang mana, GenK? Apa pun levelnya, jangan sampai drakor mengganggu kegiatan dan kesehatanmu ya. Kamu harus ingat dengan kewajiban yang harus dikerjakan. Jangan sampai aktivitas sehari-hari jadi terganggu karena waktumu habis untuk menonton. Saranghae!  

Tentang Penulis

Yurista Andina atau yang kerap disapa dengan Yuri ini merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual. Dari hobi, kini menulis telah menjadi passion yang digeluti oleh perempuan penggemar musik K-Pop ini. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Saat tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, ia sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita fiksi.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Film, Animasi, dan Video

Ini Dia Cara Membuat GIF Menarik di Ponsel!

Film, Animasi, dan Video

Tips dan Trik Dasar Membuat Showreel

Film, Animasi, dan Video

9 Anime Terbaik yang Dirilis Hingga Mei 2019

Film, Animasi, dan Video

Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Clapper Board Sederhana

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Motion Graphic lewat Adobe After Effects

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Lip Sync di Video Animasi Kamu

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Stop Motion dan Bahan yang Dibutuhkan

Film, Animasi, dan Video

Ternyata, Film Horor Baik Loh untuk Kesehatan Mental!

Film, Animasi, dan Video

Apa Benar ASMR Bagus Buat Kesehatan?

Film, Animasi, dan Video

8 Film Musikal Terbaik yang Bikin Kamu Sing-along

Film, Animasi, dan Video

10 Film Animasi yang Gak Ngebosenin Buat Ditonton Ulang

Film, Animasi, dan Video

8 Film Animasi Terbaik Disney dari Tahun ke Tahun

Film, Animasi, dan Video

Meski Takut, Kenapa Kita Suka Nonton Film Horor?

Film, Animasi, dan Video

Kenapa Green Screen Warnanya Hijau?

Film, Animasi, dan Video

10 Film Action Terbaik Indonesia yang Wajib Kamu Tonton!

Film, Animasi, dan Video

10 Film yang Diangkat dari Novel Laris Indonesia

Film, Animasi, dan Video

Sejarah Film dari Masa ke Masa

Film, Animasi, dan Video

Jenis, Prinsip, Hingga Cara Membuat Animasi Lengkap

Film, Animasi, dan Video

Wong Kar Wai dan 3 Filmnya yang Perlu Kamu Tonton

Film, Animasi, dan Video

Film Zombie Bakal Terus Ada

            Artikel Selanjutnya