Ternyata, Film Horor Baik Loh untuk Kesehatan Mental!

Dibaca Normal: 4 menit aja 😊
film horor dan kecemasan mental

Film horor, baik yang bersentuhan langsung dengan setan dan dunia supranatural, atau subgenre thriller, slasher, dan gore, punya keseruan tersendiri. Penikmatnya setia menantikan judul-judul baru rilis di bioskop dan platform menonton online. Tapi tahukah kamu film genre ini punya manfaat bagi kesehatan mental?

Pernahkah kamu memilih tontonan horor setelah capek seharian beraktivitas, sedang sedih, sedang cemas, atau sedang marah?

Setelah menonton, apakah kamu jadi lega dan merasa teralihkan dari emosi-emosi negatif kamu sebelumnya?

Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana pengaruh film horor buat kesehatan mental kamu.

Penyaluran

Ketika pertama kali sadar bahwa menonton film seram memberikan kelegaan dan keseruan setelah menonton, mungkin kamu jadi ragu sendiri, apakah jauh di dalam hati kamu juga punya kesenangan menyimpang seperti yang  dilakukan tokoh antagonisnya.

Tapi tenang, GenK, film bergenre horor rupanya tidak benar-benar akan membuat kita jadi psikopat yang memburu mangsa.

Film Horor rekomendasi dari Kreativv ID

Ilustrasi piskopat dalam film. Sumber: pexels.com

Pada dasarnya, kita punya empat emosi: bahagia, sedih, marah, dan takut. Untuk yang terakhir, seringkali kita sulit mengungkapkannya. Tidak jarang orang mengatakan, “udah, jangan takut!” atau lebih buruk, “halah gitu aja takut.”

Emosi yang satu ini jadi terhambat penyalurannya karena kita mengamini tekanan-tekanan orang lain agar tidak mengekspresikan rasa takut.

Margee Kerr, sosiolog dalam buku Scream: Chilling Adventures in the Science of Fear menjelaskan, film horor dan subgenrenya memungkinkan kita untuk meresapi emosi itu tanpa takut merasa malu atau dipermalukan.

Saat menonton film seram, kita secara sukarela menonton untuk merasakan emosi-emosi negatif seperti ketakutan, kengerian, keputusasaan, kemarahan, dan lainnya. Namun, dengan jarak psikologis sebagai penonton dan film yang ditonton, kita jadi sadar adegan-adegan itu tidak nyata. Kontrol atas emosi negatif inilah yang kita nikmati saat menonton.

Baca Juga   Praktisnya Membuat Opening Video Online lewat 5 Situs Web Berikut!

Mengurai kecemasan

Persepsi manusia terhadap emosi, seperti marah, takut, dan sedih, diatur oleh bagian otak yang bernama amigdala.

Ketika kita mengalami pengalaman yang menakutkan saat suasana sedang gelap gulita, memori dan emosi itu kemudian menjadi pengalaman yang tersimpan di otak.

Film Horor rekomendasi kreativv ID

Ilustrasi suasana gelap yang horor. Sumber: pexels.com

Amigdala memunculkan persepsi bahwa suasana gelap di hari-hari lain adalah sinyal bahaya yang menakutkan, sehingga muncul rasa ingin menghindari tempat-tempat gelap untuk melindungi diri.

Kecemasan saat dewasa bisa muncul dari pengalaman-pengalaman buruk di masa kecil. Efeknya bisa lebih buruk jika kamu punya kecemasan yang berlebih.

Jika kamu punya gejala kecemasan, aktivitas amigdala kamu jauh lebih aktif daripada orang sehat. Ini menyebabkan kamu lebih mudah cemas pada hal yang tidak ada, hanya di pikiran.

Nah, di sinilah peran menonton film horor berada.

Adegan horor memungkinkan kita untuk merasakan sensasi pengalaman traumatis, namun tidak terlalu berat untuk membuat kita merasa benar-benar dalam bahaya.

Di samping itu, ketika kita berulangkali melihat gambar wajah-wajah aktor yang tengah ketakutan di film, reaksi kita pada kerja amigdala menurun. Otak kita pelan-pelan belajar bahwa sumber kecemasan kita tidak menghasilkan bahaya apa-apa di dunia nyata.

Karena kecemasan bisa terbentuk sejak masih kecil, menikmati film seram dari kecil juga membantu meredakan kecemasan kamu. Memori menyenangkan saat menonton film seram dan tidak terjadi hal-hal menyeramkan setelahnya membuat kamu sadar tidak perlu menjadi nervous dan overthinking.

Baca Juga   Tutorial After Effect Praktis untuk Membuat Scribble Effect

Lupa rasa sakit dan sedih sesaat

Ketika kita menonton film bergenre horor, otak mensekresi neurotransmitter dopamine, glutamate, dan serotonin. Hormon ini meningkatkan kesenangan dan kesadaran otak untuk beberapa saat.

Di samping itu, sinyal bahaya yang melewati hipotalamus di otak saat menonton horor akan menstimulasi kelenjar adrenan untuk memproduksi adenalin dan opiates. Efeknya seperti anastesi, yang membuat kita sesaat kebal akan rasa sakit.

Adrenalin bisa membantu kamu yang punya gejala depresi untuk merasa lebih happy, dengan menurunkan rasa kecemasan, kesedihan dan putus asa.

Nah, setelah menonton selama 90 menit, sistem tubuh kembali tenang dan sistem pertahanan tubuh jadi lebih kuat untuk beberapa saat. Kenapa bisa demikian? Rupanya, adrenaline rush yang kamu rasakan juga memicu jumlah sel darah putih naik.

Di samping itu, sistem otak kita yang mendadak dibanjiri ketakutan dari adegan film pelan-pelan kembali tenang. Seiring penurunan rasa tegang dan takut ini, otak merilis hormon serotonin, glutamate, dan dopamin tadi, yang menguatkan sistem imun dan menjaga otak tetap aktif.

Baca Juga   Cara Membuat Motion Graphic lewat Adobe After Effects

Permainan mood

Ketika adegan-adegan seram di layar begitu mencekam, tubuh kamu menangkapnya sebagai ancaman dan mengaktifkan mode fight or flight: kewaspadaan untuk melawan (dengan tetap menonton) atau kabur (dengan menutup mata atau memeluk teman di sebelah).

Di saat yang bersamaan, otak melepas hormon adrenalin, serotonin, dopamin, dan oksitosin. Hormon-hormon ini membuat kamu merasa perasaan takut ini jadi sesuatu hal yang menyenangkan, karena kamu lepas dari rasa bosan dan rasa suntuk sebelum menonton.

Hal ini juga berlaku ketika kamu pergi ke rumah hantu. Masuk dan merasakan keseraman penunggu rumah membuat mood kamu jadi meningkat, baik karena merasakanannya bersama teman-teman seperjalanan atau sendirian.

Efek katarsis

Menonton film horor ternyata tidak hanya mengalirkan ketakutan, kebosanan, dan kesedihan jadi emosi yang lebih positif. Kemarahan rupanya juga bisa tersalur lewat menonton para psikopat ini membantai orang.

Inilah momen yang terkadang membuat kamu bingung. Kamu puas melihat bagaimana si antagonis beraksi, padahal seharusnya tidak setuju dengan apa yang mereka lakukan.

Jangan cemas, GenK. Kamu berbeda dengan mereka. Perbedaan itu terletak pada moral dan etika yang kamu pegang. Kamu sadar bahwa kamu berada di kehidupan nyata dan kamu tidak boleh melakukan tindakan kejam mereka.

Nah, menonton adegan-adegan yang tidak akan kamu lakukan ini  memberikan kamu saluran untuk mengalirkan kemarahan kamu sendiri. Seiring film berjalan, tumpukan emosi negatif kamu mengalir dan menghilang.

Membantu kamu lebih percaya diri

Yep, kamu tidak salah baca, GenK. Rupanya kesadaran kamu bahwa detak jantung jadi meningkat, telapak tangan kamu jadi berkeringat, dan bulu kuduk berdiri, bisa membantu kamu untuk bersiap pada situasi nyata yang tidak nyaman.

Contohnya seperti saat akan presentasi, saat rumah kamu diketuk orang yang tidak dikenal, atau mengalami kejadian supranatural betulan.

Karena sudah pernah merasakan ketakutan saat menonton, otak kita merasa familiar dengan pengalaman ini, dan tahu bahwa momen yang tidak nyaman ini tidak akan bertahan selamanya.

Karenanya, kita jadi lebih percaya diri dan lebih siap menghadapi kejadian dan situasi yang membuat nervous dan takut di dunia nyata.


Wah, rupanya film horor punya banyak pengaruh positif buat kesehatan mentalmu, GenK. Tetapi jangan lupa, tonton adegan seram yang masih nyaman untuk kamu saksikan, sehingga penyaluran emosi dan rasa takutmu tidak terasa menyiksa. Oh ya, coba juga tonton film zombie yang pernah kami ulas beberapa waktu lalu sebagai film yang tak akan pernah mati. Selamat menonton, ya!

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Film, Animasi, dan Video

Ini Dia 8 Macam Genre Film Utama Biar Gak Keliru Lagi

Film, Animasi, dan Video

Ini Dia Tiga Jenis Film yang Wajib Diketahui Calon Filmmaker

Film, Animasi, dan Video

Mengenal Apa Itu Mise en Scene dalam Produksi Film

Film, Animasi, dan Video

Tutorial After Effect Praktis untuk Membuat Scribble Effect

Film, Animasi, dan Video

Belajar Dasar-Dasar Sinematografi, Anak Film Wajib Baca

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Film Pendek - Part 2. Tahap Pembuatan Film

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Film Pendek - Part 1. Tahap Pra Produksi

Film, Animasi, dan Video

Tutorial Cara Mengedit Video untuk Membuat Efek Clone

Film, Animasi, dan Video

Mengenal Haul Video, Tren YouTube Kekinian Anak Milenial

Film, Animasi, dan Video

Tutorial Cara Membuat Color Coded Lyrics Cepat dan Mudah

Film, Animasi, dan Video

Kenapa Motion Graphic Designer Banyak Dicari?

Film, Animasi, dan Video

Jenis-Jenis Camera Movement yang Harus Dikuasai Filmmaker

Film, Animasi, dan Video

7 Motion Graphic Software untuk Pemula Sampai Profesional

Film, Animasi, dan Video

Tips Membuat Travel Vlog, Supaya Liburan Lebih Berkesan

Film, Animasi, dan Video

10 Rekomendasi Efek Transisi Video Keren yang Memukau

Film, Animasi, dan Video

4 Peralatan yang Wajib Dimiliki Para Travel Vlogger

Film, Animasi, dan Video

5 Fakta Unik Film Gundala, Kostumnya Sepabrik dengan Film Watchmen

Film, Animasi, dan Video

Tutorial Cara Membuat Time Lapse Video untuk Pemula

Film, Animasi, dan Video

5 Alasan Utama Kenapa Kamu Harus Nonton Film Gundala

Film, Animasi, dan Video

4 Jenis Microphone Eksternal untuk Membuat Video

            Artikel Selanjutnya