Ini Dia Tiga Jenis Film yang Wajib Diketahui Calon Filmmaker

Dibaca Normal: 4 menit aja
jenis film

Film dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu film dokumenter, fiksi, dan eksperimental. Buat kamu yang ingin mempelajari lebih dalam soal jenis-jenis film, yuk kita simak penjelasannya di artikel berikut!

Film dikelompokkan berdasarkan cara berceritanya, apakah itu fiksi atau non fiksi. Setiap jenis film dibuat karena memiliki tujuan masing-masing, sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan si pembuat. Di sini kami akan menjelaskan satu per satu nih, GenK. Yuk dibaca!

Film Dokumenter

Jenis film yang akan kami bahas pertama yaitu film dokumenter.

Film dokumenter adalah sebuah film yang mendokumentasikan kenyataan alias non-fiksi. Sebuah film akan masuk kategori ini jika berhubungan dengan orang, tokoh, peristiwa, dan lokasi yang nyata alias tidak dibuat-buat. Sehingga tidak ada plot dan pembagian tokoh seperti fiksi. Tapi tetap memiliki struktur berdasarkan tema atau argumen dari si filmmaker, GenK.

Biasanya jenis film ini diciptakan untuk mengangkat isu-isu terkini yang sedang hangat diperbincangkan publik. Misalnya untuk menyebarkan berita, biografi seseorang, pengetahuan, pendidikan, sosial, politik, propaganda, dan lain-lain.

Makanya saat sedang ada berita yang trending, tak jarang kamu akan menemukan film dokumenter dengan struktur yang sederhana. Sehingga penonton lebih mudah untuk memahami dan mempercayai fakta yang disuguhkan di dalam film. Terdapat dua jenis metode dalam pembuatan film dokumenter, yaitu:

Merekam Langsung Kejadian

Produksi film dokumenter dengan menggunakan metode ini bisa selesai dalam waktu yang singkat jika data sudah memadai atau bertahun-tahun lamanya jika data yang didapat belum mumpuni.

Merekam sebuah kejadian yang terjadi detik itu juga sangatlah sulit. Salah sedikit saja, kamu tidak dapat melakukan retake seperti saat membuat film fiksi. Karena kejadian yang sudah berlalu tidak bisa diputar kembali, GenK.

Persiapan secara matang sangat disarankan untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan ketika syuting. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat produksi film dokumenter:

  1. Melakukan riset yang mendalam, supaya kamu benar-benar menguasai topik yang diangkat. Usahakan sampai kamu mendapatkan data yang kamu inginkan.
  2. Kamera selalu stand-by, ingatlah bahwa peristiwa yang sudah terjadi tidak akan bisa terulang lagi. Supaya kamu selalu menangkap setiap momen penting yang nantinya akan berguna sebagai footage film kamu, GenK.
  3. Selalu sedia memory card dan baterai cadangan, jangan biarkan memori penuh dan kehabisan baterai mengganggu proses syuting. Kami sarankan untuk selalu menyediakan cadangannya.
  4. Mental baja, hal ini menjadi sangat penting. Apalagi kalau kamu mengejar footage video tentang kerusuhan atau propaganda. Harus tahan banting yah, GenK!

Baca Juga
Cara Membuat Motion Graphic lewat Adobe After Effects

Melakukan Rekonstruksi Ulang Kejadian

jenis film

Interview untuk film dokumenter (sumber: premiumbeat.com)

Metode yang dapat kamu lakukan untuk menciptakan jenis film dokumenter yang berikutnya adalah dengan melakukan rekonstruksi ulang sebuah kejadian yang sudah terjadi. Tekniknya mirip seperti film fiksi, karena menggunakan pengadeganan dan persiapan terlebih dahulu.

Selain itu, metode rekonstruksi biasanya berisikan wawancara atau interview yang menjelaskan secara rinci terjadinya sebuah peristiwa. Kemudian mencari tahu apa pendapat dan perasaan narasumber saat kejadian berlangsung.

Ada juga yang menggunakan pemeran lain yang dilatih sedemikian rupa agar sama dengan karakter asli. Namun sebelumnya kamu harus riset dan wawancara karakter aslinya terlebih dahulu jika memungkinkan.

Film Fiksi

Siapa yang tidak kenal jenis film yang satu ini?

Film yang kerap menghiasi layar kaca ini memang banyak penggemarnya. Berbeda dengan dokumenter, film fiksi adalah genre yang mengisahkan cerita fiktif atau rekayasa. Cerita ini sengaja dibangun sesuai dengan plot yang sudah dirancang sebelumnya.

Di dalamnya terdapat hubungan sebab-akibat pada setiap adegan, adanya motivasi pemeran utama, pembagian tokoh protagonis dan antagonis, perancangan naskah, pengaturan kamera yang mendetail, dan lain sebagainya.

Meski terlihat mudah karena sudah dirancang secara matang sebelumnya, film fiksi merupakan jenis film yang paling rumit pembuatannya. Bisa jadi akibat dari jumlah kru yang tidak memadai, terlalu sering melakukan retake adegan, pemain yang berhalangan hadir, atau faktor cuaca buruk.

jenis film

Syuting film fiksi (sumber: pexels.com)

Berikut adalah tiga tahapan yang bakal kamu lewati untuk membuat film fiksi dengan hasil yang maksimal:

  1. Pra Produksi, merupakan fondasi awal sebuah film. Di dalamnya terdapat proses kreatif, menulis script, membuat shot list, menggambar storyboard, open casting, dan lain-lain. Proses selengkapnya dapat kamu baca di artikel cara membuat film pendek pada tahap pra produksi yang pernah kami tulis sebelumnya.
  2. Produksi, di sinilah saatnya kamu merealisasikan semua konsep dasar yang sudah dibuat, seperti proses merekam gambar dan elemen suara yang dibutuhkan untuk mendukung adegan. Untuk lebih detailnya dapat kamu baca di artikel tentang cara membuat film pendek pada tahap produksi.
  3. Pasca Produksi, kalau yang ini merupakan tahap akhir pembuatan film fiksi, seperti penambahan efek visual dan efek suara. Karena ini fiksi, kamu dapat memanipulasi gambar dan suara sesuai keinginanmu.

Baca Juga
Cara Membuat Color Grading di Adobe Premiere

Film Eksperimental

Menurut Wikipedia, film eksperimental adalah sebuah metode pembuatan film dengan mengevaluasi ulang sinematik dan juga mengeksplorasi bentuk-bentuk non naratif. Merupakan jenis film yang paling unik dan berbeda daripada yang lain, karena umumnya bekerja di luar lingkup industri film yang mainstream.

Mungkin kamu akan kebingungan saat pertama kali menonton film eksperimental dan bertanya-tanya sebenarnya apa sih maksud dari film tersebut?

Kebanyakan film ini tidak menceritakan apapun dan menentang sebab-akibat. Alhasil jadi sulit dipahami karena di dalamnya terdapat simbol-simbol personal yang diciptakan sendiri oleh pembuatnya.

Film eksperimental tidak punya plot, tapi punya struktur, GenK. Setiap struktur yang dirancang sangat mungkin dipengaruhi oleh subjektivitas pembuatnya. Seperti ide, pemikiran, dan emosi yang menjadi keresahannya selama ini.

Ternyata jenis film ada banyak yah. Belum lagi kalau dipecah sesuai genrenya, pasti bakal lebih banyak, GenK. Dari ketiga jenis film tersebut, manakah yang ingin kamu buat? Yuk share di kolom komentar!

Polling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
Film, Animasi & Video

7 Rekomendasi Anime Winter 2020 yang Wajib Kamu Tonton

Film, Animasi & Video

Selain Parasite, 11 Film Asing Ini Pernah Masuk Nominasi Best Picture

Film, Animasi & Video

Sejauh Ini, Hanya Tiga Orang Asia yang Berhasil Menang Best Actor/Actress Oscar

Film, Animasi & Video

Jangan Lewatkan! Ini Dia Jadwal Film Bioskop 2020: Januari-Maret

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link