6 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuat Stop Motion

Dibaca Normal: 5 menit aja
cara membuat stop motion

Siapa yang tahu kesamaan “Coraline”, “The Nightmare Before Christmas”, “Shaun The Sheep,” dan “Missing Link”? Yup, kesemuanya dibuat dengan teknik animasi stop motion. Meski animasi CGI kini berkembang pesat, teknik animasi stop motion yang sudah terdokumentasi sejak 1898 ini tak ditinggalkan, bahkan kian diapresiasi sebagai karya seni!

Sekilas Perjalanan Stop Motion

Pada dasarnya, stop motion adalah teknik animasi yang memperlihatkan sejumlah foto dengan objek yang berubah-ubah posisi dalam kecepatan tinggi, sehingga objek foto seolah bergerak. Ilusi pergerakan objek dalam foto inilah yang jika dikumpulkan selama beberapa menit, menjadi kesatuan utuh film animasi berteknik stop motion.

Stop motion pertama kali dibuat pada tahun 1898 oleh J. Stuart Blackton dan Albert E. Smith. Karya mereka yang berjudul “The Humpty Dumpty Circus” dibuat dengan menggunakan mainan anak-anak mereka sebagai aktor yang disebut sebagai model. Film ini mengisahkan kehidupan di arena sirkus. Setelah itu, film “The Haunted Hotel” dan “Modelling Extraordinary” mendapat sambutan amat positif dari kritikus dan penonton. Sejak saat itu, stop motion menjadi primadona di industri animasi era 80’an. Video klip musik di MTV sampai visual effect di “Star Wars” bahkan memakai teknik ini. 

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Semua animasi sebelum era CGI datang pun dibuat dengan prinsip dasar stop motion. “Mickey Mouse” di era kemunculan Disney, misalnya, digambar satu-satu pergerakannya sekecil apa pun agar menghasilkan kesan bergerak itu. Nah, kejayaan ini mulai redup ketika CGI muncul. Teknologi memudahkan pembuatan animasi dengan komputer. Pada tahun 90-an, muncul “The Nightmare Before Christmas”, “Chicken Run”, dan “James and the Giant Peach”.

Kesemua film stop motion ini meraih amat banyak penggemar, namun penonton juga terpukau dengan kehadiran Toy’s Story yang dibuat Pixar dengan teknologi komputer. Nah, popularitas stop motion kembali bangkit ketika teknologi editing software untuk teknik ini muncul. Fitur framegrabber di software semacam Adobe Premiere dan Stop Motion Pro memungkinkan animator melihat langsung hasil foto dan pergerakannya di komputer.

Dari situ, berkembanglah judul-judul seperti “Shaun The Sheep” besutan Aardman di TV, lalu “Coraline”, “Paranorman”, dan “Missing Link” dari studio LAIKA yang hasilnya tak kalah ciamik dari film-film animasi CGI. Bahkan, “Fresh Guacamole”, film pendek stop motion, dinominasikan di Oscar. Sekarang, membuat stop motion semudah menjepret foto dan menyusunnya aplikasi editing foto. Kamu bisa mulai belajar jadi animator dari rumah. Referensi di YouTube pun berlimpah untuk jadi inspirasi. Kalau sudah jadi, kamu bisa share karyamu dan dapatkan feedback dari netizen yang budiman. Tapi, sebelum melempar karyamu ke media sosial, kita pelajari dulu hal penting sebelum membuat stop motion yuk, GenK.

Baca Juga
Kenapa Green Screen Warnanya Hijau?

Quizzes

Slider

Quizzes

Slider

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
Film, Animasi & Video

Yuk Kreasikan Videomu dengan Aplikasi Edit Transisi Video Berikut!

Film, Animasi & Video

Ingin Membuat Anime? Yuk Pahami Perbedaan Anime dan Kartun

Film, Animasi & Video

Ternyata, Film Horor Baik Loh untuk Kesehatan Mental!

Film, Animasi & Video

Wong Kar Wai Legenda Sineas Hongkong dan 3 Filmnya yang Perlu Kamu Tonton

Next >>
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link
Silahkan isi form terlebih dahulu untuk mengunduh Media Kit
Asset Media Kit
close-link