Cara Membuat Film Pendek – Part 3. Offline dan Online Editing

Dibaca Normal: 4 menit aja
offline dan online editing

Apabila syuting sudah selesai dilakukan, berarti sekarang saatnya membawa hasil syuting tersebut untuk diedit oleh editor. Tahap ini disebut pasca produksi film, di mana editor melakukan offline dan online editing sampai final rendering.

Di dalam produksi sebuah film pendek ada tiga tahap yang perlu dilewati olehmu sebagai filmmaker, yaitu pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Hasil rekaman video yang sudah di-shoot pada tahap produksi film selanjutnya akan diproses lagi pada tahap pasca produksi film. Hasil gambar yang masih raw perlu diedit lagi untuk menghasilkan sinematik yang apik.

Editing adalah proses finalisasi hasil syuting.

Saat masuk ke proses editing, seorang editor harus kreatif dalam memilih dan merangkai footage. Untuk dapat menyelesaikan semuanya, ada dua tahap utama yang mesti dilalui saat proses editing film, yaitu offline editing dan online editing.

Apa perbedaan offline dan online editing? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Offline Editing

Mengedit video (sumber: unsplash.com)

Offline dan online editing terkadang masih sulit dibedakan oleh sebagian orang. Sederhananya, offline editing adalah proses penggabungan beberapa potongan footage hasil syuting menjadi satu kesatuan cerita yang utuh.

1. Membuat Proxy Footage

Pada tahap ini, raw footage diduplikasi untuk kemudian dikonversi menjadi proxy footage, yaitu gambar dengan low resolution. Konversi video dilakukan agar offline editor lebih mudah saat memotong dan merangkai video. Apalagi kalau kamu menggunakan kamera dengan resolusi 4K, bakal berat banget gambarnya, GenK, karena tidak semua device dan software edit video mumpuni untuk mengedit high resolution footage.

Baca Juga
Cara Membuat Film Pendek - Part 1. Tahap Pra Produksi

2. Sinkronisasi Gambar dan Suara

Proses sync atau sinkronisasi antara video yang diambil oleh cameraman dan audio yang diambil oleh soundman akan dilakukan pada tahap offline editing. Semuanya akan disinkronisasi sesuai timecode, itulah makanya penggunaan clapper board sangat diperlukan, GenK.

perbedaan online dan offline editing

Clapper board (sumber: unsplash.com)

Buat kamu yang belum tahu, clapper board adalah papan kayu yang dibunyikan untuk membantu sinkronisasi antara gambar dan suara, serta untuk menandai adegan tertentu selama proses produksi berlangsung.

Ingin tahu fungsi dan cara membuat clapper board? Semuanya bisa kamu baca di artikel yang pernah kami tulis sebelumnya.

3. Menyusun Proxy Footage Sesuai Alur Cerita

Pekerjaan berikutnya yang bakal kamu lakukan di offline editing adalah menyusun proxy footage sesuai alur cerita dengan memilih dan mensortirnya terlebih dahulu. Susunan ini berdasarkan script yang ditulis oleh script writer dan sudah disetujui oleh sutradara pada tahap pra produksi film.

4. Membangun Mood Cerita

Tidak sekadar menyusun footage saja loh, seorang offline editor dituntut untuk bisa membangun mood cerita dengan memperhatikan flow antara shot satu dengan shot berikutnya serta antara scene satu dengan scene berikutnya. Flow yang baik adalah flow yang tidak menghancurkan garis imajiner penonton, entah itu dari segi gambar maupun suaranya.

Dapat memancing emosi penonton lewat susunan footage yang sudah dipilih juga merupakan salah satu tugas offline editor, GenK.

Baca Juga
Mengenal Apa Itu Mise en Scene dalam Produksi Film
Artikel Terkait
Film, Animasi & Video

7 Rekomendasi Anime Winter 2020 yang Wajib Kamu Tonton

Film, Animasi & Video

Selain Parasite, 11 Film Asing Ini Pernah Masuk Nominasi Best Picture

Film, Animasi & Video

Sejauh Ini, Hanya Tiga Orang Asia yang Berhasil Menang Best Actor/Actress Oscar

Film, Animasi & Video

Jangan Lewatkan! Ini Dia Jadwal Film Bioskop 2020: Januari-Maret

            Thank u, next!     
Mau inspirasi mengalir deras dan kreativitas anti mandek? Dapetin kurasi konten berkualitas dan undangan eksklusif ke acara-acara seru kreativv ID!
close-link