fbpx

Pak Raden: Dari Suyadi untuk Anak-anak Indonesia

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
Pak-Raden-Suyadi

Siapa yang tidak tahu Pak Raden? Buat yang tumbuh di tahun 80an dan 90an, nama Pak Raden pasti sudah tidak asing ya, GenK. Berkumis tebal, menggunakan pakaian adat jawa lengkap dengan blangkon, sosoknya menghibur anak anak-anak Indonesia melalui acara Si Unyil yang mulai tayang pada 1981 di TVRI.

Tapi, apa kamu sudah tahu siapa sosok di balik Pak Raden? Beberapa mungkin sudah, namun ada beberapa yang belum. Nah, sosok di balik tokoh terkenal tersebut bernama Drs. Suyadi. Namun, terlepas dari perannya sebagai Pak Raden, tampaknya banyak yang belum tahu jika Drs. Suyadi juga merupakan pelukis, ilustrator dan juga animator yang handal.

Sosok di Balik Tokoh Pak Raden

Lahir pada tanggal 28 November 1932 di wilayah Puger, Jember, Jawa Timur, Suyadi sudah memiliki hobi menggambar sejak kecil. Hobinya waktu itu disalurkan dengan menggambar halaman rumahnya menggunakan alat kapur dan arang. Selain itu Ia juga sering membuat patung dari bahan tanah liat dan lilin. Hobi inilah yang mengantarkan pria dengan nama asli Raden Soejadi ini masuk ke jurusan seni rupa di ITB (Institut Teknologi Bandung) pada tahun 1952.

Kampus ITB Tempat Kuliah Pak Raden - kreativv ID
Kampus ITB tempat Pak Raden kuliah dahulu (sumber: malangtoday.net)

Kecintaan terhadap anak-anak pun bisa terlihat sejak masa Suyadi mengenyam pendidikan tinggi. Selain terus mengembangkan bakat menggambarnya, anak ketujuh dari total sembilan bersaudara ini aktif membuat buku cerita bergambar dan juga animasi bagi anak-anak. Perhatiannya kepada dunia anak-anak merupakan salah satu alasan pemerintah waktu itu memberikan beasiswa ke Suyadi untuk melanjutkan pendidikan di bidang studi animasi di sekolah film Les Cineastes Associes dan di Les Films Martin Boschet, Prancis.

Kampus Perancis Tempat Kuliah Pak Raden - kreativv IDIlustrasi Prancis (sumber: ebay.co.uk)

Selain mengenyam pendidikan di Prancis, Suyadi juga sempat bekerja sebagai tenaga animator di Les Cineast Associest dan pelukis animasi Les Film Martin Boschet. Berangkat pada tahun 1961, Suyadi merupakan mahasiswa Indonesia pertama yang mengenyam pendidikan animasi di Prancis, GenK! Paris yang dikenal sebagai pusat seni dunia sempat membuat Suyadi mengalami gegar budaya. Tapi namanya juga seniman, Suyadi selalu menggambarkan pengalaman lucu, terkadang satire, yang dialaminya di Paris dalam bentuk sketsa.

Baca Juga   Jangan Sampai Kelewatan 3 YouTuber Indonesia Ini, GenK!

Pulang ke Tanah Air dan Kelahiran Pak Raden

Pulang dari Prancis pada tahun 1964, Suyadi kemudian menjadi staf pengajar di jurusan Seni Rupa ITB pada tahun 1965 hingga 1975, tepatnya untuk seni ilustrasi. Selain menjadi pengajar, Suyadi juga bekerja menjadi art director di beberapa film  seperti Lampu Merah, Pemburu Mayat, Kabut di Kintamani, serta Kobra. Namun, ia tak merasa betah di dunia art directing, GenK.

Kerjaan art director yang juga harus menangani kostum dan make up pemain membuatnya merasa kurang sreg. “Padahal saya ini kan tukang gambar, jadi animator-lah sebenarnya profesi saya,” jelas Suyadi sebagaimana dikutip dalam buku Apa dan Siapa yang terbit pada tahun 1985.

Buku Apa dan Siapa Mengulas Pak Raden - kreativv IDsumber: tokopedia.com

Akhirnya, ia pun bekerja di studio film Pusat Produksi Film Nasional (PPFN). Di studio film milik negara itu ia menikmati berkubang di ruangan 8 x 8 meter di tengah boneka-boneka yang sebagian besar dari tanah liat. Di sanalah boneka-boneka karakter Si Unyil lahir, GenK. Semuanya dibuat berdasarkan skenario Kurnaen Suhardiman yang dianggap sebagai bapak serial boneka Si Unyil.

Baca Juga   Sejarah Anime Hingga Sampai ke Indonesia

Salah satu karakter yang lahir di ruang itu adalah karakter Pak Raden. Seorang karakter yang awalnya di plot sebagai sosok antagonis dalam serial Si Unyil. Pak Raden adalah sosok yang pelit dan juga galak. Suara Pak Raden yang lantang selalu berhasil membuat Unyil dan teman-temannya kabur. Suyadi dipercaya sebagai pengisi suara Pak Raden karena suaranya yang mengintimidasi.

Pada buku Apa dan Siapa, Suyadi menggambarkan suara dirinya sendiri menggunakan karakter pewayangan. “Suara saya mirip suara Burisrawa dan Dursasana, atau kalau marah seperti suara Baladewa,” jelas Suyadi. Agar karakter Pak Raden menjadi lebih menarik, sebagai penggagas serial Si Unyil dan juga pengisi suara Pak Raden, Suyadi memasukan nilai-nilai lain bagi karakter Pak Raden.

Sosok Pak Raden dimusuhi anak-anak karena pelit. Kamu yang menonton Si Unyil dulu tentu masih ingat, GenK, bahwa Pak Raden bisa marah besar bila ada yang mencuri mangganya. Meski dimusuhi karena pelit, ia dikenal memiliki perhatian terhadap anak-anak di desanya. Pada beberapa episode Si Unyil, Pak Raden mengajari Unyil dan kawan-kawan kegiatan baris-berbaris, tentu masih dengan sikap galaknya. 

Si Unyil Pak Raden diulas kreativv IDSumber: beritagar.id

Serial boneka Si Unyil kemudian menjadi acara anak-anak terpopuler tahun 1980-an. Tidak hanya memberi edukasi, serialnya juga menghibur. Karena nilai edukasi dan kemampuannya untuk menghibur anak-anak Indonesia, pada 1983, Unicef, organisasi di bawah PBB yang mengurusi anak-anak, menganugerahi Si Unyil sebagai film pendidikan terbaik untuk negara-negara berkembang.

Seiring kepopuleran Si Unyil karakter Pak Raden makin tidak bisa dipisahkan dari Suyadi. Pak Raden yang awalnya hanyalah sosok antagonis yang ditakuti anak-anak, perlahan menjadi karakter favorit penonton karena karakternya yang tegas dan juga perhatiannya pada anak-anak. Suyadi pun mulai muncul di acara-acara luar televisi dengan kostum Pak Raden, lengkap dengan pakaian adat jawa, blangkon, kumis dan alis tebal dan membawa tongkat.

Ketika Si Unyil turun pamornya, Suyadi tidak kehilangan semangat untuk terus mengajar dan menghibur anak-anak Indonesia. 

Suyadi hadir di panggung-panggung kecil untuk mendongeng dan juga mengajari anak-anak Indonesia menggambar. Berbekal kemampuan berbahasa Inggris, Prancis, Belanda dan juga Italia yang dikuasainya, Suyadi juga mengajarkan bahasa asing ke anak-anak Indonesia di berbagai kota loh, GenK!

Baca Juga   Wong Kar Wai dan 3 Filmnya yang Perlu Kamu Tonton

Suyadi juga masih tidak bisa lepas dari dunia ilustrasi. Beliau sempat mendapat kepercayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menjadi ilustrator buku pelajaran Bahasa Indonesia tingkat sekolah dasar. Kamu ingat idiom “Ini Budi. Ini Ibu Budi.” yang lengkap dengan ilustrasinya, GenK? Itu merupakan salah satu hasil karya Suyadi.

Sayangnya pada 30 Oktober 2015 lalu, Drs. Suyadi  telah tutup usia. Sebagai bentuk penghargaan terhadap jasanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendeklarasikan hari kelahiran Suyadi (28 November) sebagai Hari Dongeng Nasional. Tidak hanya sebagai bentuk penghargaan, Hari Dongeng Nasional merupakan sebuah penanda seberapa penting hiburan yang mendidik bagi anak Indonesia.

Pada sebuah wawancara di dalam film dokumenternya, The Portrait of Pak Raden, Suyadi berkata dirinya menginginkan penerus yang mampu menghibur dan juga mendidik anak-anak Indonesia. “Terus terang saya belum tau siapa yang bisa menjadi penerus saya,” terang Suyadi. Kepada siapa pun yang ingin menjadi penerusnya Suyadi menekankan nilai utama untuk mendidik anak Indonesia, “Anak-anak Indonesia itu harus kreatif dan yang paling penting adalah (anak-anak) bahagia.”


Bagaimana, GenK? Apakah kamu tertarik melanjutkan perjuangan Pak Raden? Mungkin tidak harus dengan medium boneka. Ada banyak cara loh untuk menghibur dan mendidik anak-anak Indonesia demi generasi yang lebih baik. Kreativitas kamulah yang harus menemukannya.

Tentang Penulis

Halo GenKreativv disini.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Film, Animasi, dan Video

Ini Dia Cara Membuat GIF Menarik di Ponsel!

Film, Animasi, dan Video

Tips dan Trik Dasar Membuat Showreel

Film, Animasi, dan Video

9 Anime Terbaik yang Dirilis Hingga Mei 2019

Film, Animasi, dan Video

Mengenal Fungsi dan Cara Membuat Clapper Board Sederhana

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Motion Graphic lewat Adobe After Effects

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Lip Sync di Video Animasi Kamu

Film, Animasi, dan Video

Cara Membuat Stop Motion dan Bahan yang Dibutuhkan

Film, Animasi, dan Video

Ternyata, Film Horor Baik Loh untuk Kesehatan Mental!

Film, Animasi, dan Video

Apa Benar ASMR Bagus Buat Kesehatan?

Film, Animasi, dan Video

Level Candu Drama Korea, Kamu Termasuk Yang Mana?

Film, Animasi, dan Video

8 Film Musikal Terbaik yang Bikin Kamu Sing-along

Film, Animasi, dan Video

10 Film Animasi yang Gak Ngebosenin Buat Ditonton Ulang

Film, Animasi, dan Video

8 Film Animasi Terbaik Disney dari Tahun ke Tahun

Film, Animasi, dan Video

Meski Takut, Kenapa Kita Suka Nonton Film Horor?

Film, Animasi, dan Video

Kenapa Green Screen Warnanya Hijau?

Film, Animasi, dan Video

10 Film Action Terbaik Indonesia yang Wajib Kamu Tonton!

Film, Animasi, dan Video

10 Film yang Diangkat dari Novel Laris Indonesia

Film, Animasi, dan Video

Sejarah Film dari Masa ke Masa

Film, Animasi, dan Video

Jenis, Prinsip, Hingga Cara Membuat Animasi Lengkap

Film, Animasi, dan Video

Wong Kar Wai dan 3 Filmnya yang Perlu Kamu Tonton

            Artikel Selanjutnya