Film, Animasi & Video

Sekilas Sejarah Tentang Hari Film Indonesia, Terungkap Juga Pembuatan Film Pertama

Hari Film Indonesia

Kamu suka nonton film, kan? Film termasuk salah satu karya seni sekaligus hiburan yang menarik bagi semua orang. Proses pembuatan film juga nggak gampang. Makanya, diselenggarakan peringatan Hari Film Indonesia atau juga biasa dikenal dengan Hari Film Nasional. Yuk, baca sekilas tentang sejarahnya.

Penetapan Hari Film Nasional

Menurut Film Indonesia, Dewan Film Indonesia melakukan konferensi kerja dengan organisasi perfilman pada 11 Oktober 1962. Kemudian, ada salah satu keputusan dari konferensi tersebut, yang menetapkan hari shooting pertama, untuk pembuatan film nasional pertama juga. Judul film pertama tersebut adalah Long March.

Lantas, sejak saat itulah, Hari Film Indonesia ditetapkan pada 30 Maret. Sementara, diangkat juga dua nama sebagai Bapak Perfilman Nasional. Keduanya yaitu Usmar Ismail (Perfini) dan Djamaludin Malik (Persari).

Sumber : studioantelope.com

Namun, peraturan perundangan yang resmi, tentang penetapan Hari Film Nasional, baru dikeluarkan pemerintah pada 1999, dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 1999. Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), penetapan Keppres tersebut dilaksanakan di Jakarta, 29 Maret 1999, dan ditetapkan oleh Presiden BJ Habibie.

Hari Film Indonesia yang ditetapkan pada 30 Maret, adalah bentuk upaya peningkatan motivasi dan kepercayaan diri para insan perfilman Indonesia. Selain itu, tujuannya juga untuk meningkatkan prestasi, agar film Indonesia mampu bersaing secara regional, nasional dan internasional. Siapa tahu, Karena nggak cuma di Indonesia aja, tapi ada juga Hari Film Sedunia untuk apresiasi insan film di berbagai negara.

Tentang Film The Long March

Sumber : komunitaskretek.or.id

Menurut Film Indonesia, The Long March atau Darah dan Doa, adalah film hitam putih yang diproduksi pada tahun 1950. Sutradara film ini adalah Usmar Ismail yang juga menjadi produser (Perfini) filmnya.

Nah, ada cerita dan sejarah film Indonesia pertama ini. Film ini berkisah tentang perjalanan panjang (long march) prajurit Republik Indonesia, yang mendapat perintah untuk kembali ke pangkalan awal, yakni dari Yogyakarta menuju Jawa Barat. Fokus ceritanya yakni Kapten Sudarto, tapi bukan sebagai sosok seorang pahlawan. Melainkan, gambaran sosoknya sebagai manusia biasa yang juga memiliki segala kelemahan.

Hari Film Indonesia

Sumber : inibaru.id

Ada arti penting tersendiri dari film The Long March. Sebab, film ini menjadi tanda awal dimulainya pembuatan film nasional. Walau sebetulnya, film pertama yang dibuat di Indonesia yaitu Loetoeng Kasaroeng pada 1926.

Baca Juga :   Nggak Perlu Gimbal, Intip 4 Tips Merekam Video Super Smooth Ini!

Nah, menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dalam pembuatan film The Long March, Usmar Ismail menggunakan kamera film dengan merek Éclair Cameflex. Berat kamera 12 kilogram dengan dimensi 44 x 24 x 35 sentimeter. Kamera ini juga digunakan studio di lapangan, yakni oleh Perusahaan Film Negara untuk memproduksi berbagai film dalam periode 1950-1960. Sekarang, kamera bersejarah ini disimpan di Museum Penerangan Kominfo.

Hari Film Indonesia

Sumber : Kompas.com

Tentang Usmar Ismail

Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Usmar Ismail merupakan seorang pelopor drama modern di tanah air. Usmar lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 20 Maret 1921, dan wafat pada 2 Januari 1971.

Usmar Ismail dianggap sebagai Bapak Film Indonesia karena The Long March garapannya adalah film pertama produksi orang Indonesia. Momentum ini sekaligus menjadi awal diperingatinya Hari Film Indonesia.

Hari Film Indonesia

Sumber : 4muda.com

Nggak hanya itu, Usmar juga mendirikan Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) dan Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI). Buat mengenang jasanya, diabadikanlah namanya sebagai nama gedung perfilman. Gedung tersebut adalah Pusat Perfilman Usmar Ismail di kawasan Kuningan, Jakarta.

Demikian sejarah tentang Hari Film Indonesia. Beruntung, ya, ada Bapak Usmar Ismail, yang akhirnya memproduksi film Indonesia pertama. Yuk, kita dukung terus perfilman Indonesia, dengan nonton filmnya di bioskop atau beli film aslinya.

About author

Related posts
Film, Animasi & Video

Cuma Untuk Para Pemberani, Ini 5 Rekomendasi Film Horor Korea!

Film, Animasi & Video

Ini Dia 4 Drama Korea JTBC Komedi Yang Bisa Menemani Puasa Kamu

Film, Animasi & Video

Drama Korea Where The Stars Land, Romantisme di Tengah Kompleksitas Bandara

Film, Animasi & Video

Jangan Lewatkan Rekomendasi Film yang Tayang Maret-April 2021, Super Seru!