Ini Dia Sutradara Perempuan Indonesia yang Karyanya Patut Diacungi Jempol

Dibaca Normal: 3 menit aja
sutradara perempuan indonesia

Industri perfilman di Indonesia semakin berkembang. Hasilnya dapat dilihat dari banyaknya judul film yang berhasil tembus ke pasar Hollywood, sehingga karya-karya sineas Indonesia mendapat pengakuan di panggung internasional. Peran sutradara menjadi penting karena semua kendali produksi sebuah film ada di tangannya. 

Sutradara adalah salah satu profesi di balik pembuatan film yang memiliki peran vital, karena bertanggung jawab penuh atas segala pengarahan yang diberikan. Baik dari alur cerita, pemain, dan hal-hal teknis lainnya. Dari sekian banyak sutradara film, di artikel kali ini kami akan fokus membahas deretan sutradara perempuan Indonesia yang karyanya patut diacungi jempol. Yuk disimak!

1. Upi Avianto

 

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider
View this post on Instagram

 

Just wanna say Hi. Long time no selfie. This is an old photo btw. Life has been tough lately. And this anxiety bitch is driving me crazy 😑.

A post shared by Upi (@upirocks) on

 Setelah film “Gundala” mendulang kesuksesan, film “Sri Asih” nantinya akan menjadi film kedua dari Jagat Sinema Bumilangit. Upi Avianto adalah sutradara perempuan Indonesia yang dipercaya untuk menjadi sutradara film “Sri Asih”. Di dalam filmnya, Upi cenderung menampilkan cerita dari perspektif laki-laki. Misalnya dalam film “Realita, Cinta dan Rock’n Roll” yang diperankan oleh Vino Bastian. Selain itu, Upi juga paling jago membuat penonton terbahak-bahak. Terutama dalam film “My Stupid Boss” yang diperankan oleh Reza Rahardian.

2. Nia Dinata

 Sutradara perempuan Indonesia yang berikutnya adalah Nia Dinata yang merupakan cucu pahlawan nasional Otto Iskandardinata dan putri dari Dicky Iskandardinata. Nia mulai jatuh cinta pada industri perfilman sejak ia menyaksikan film “The Sound of Music” hingga “Help!”. Kedua film tersebut menjadi inspirasi Nia untuk berkarier di industri perfilman Tanah Air. Beberapa judul film yang pernah disutradarai Nia yaitu “Arisan!”, “Berbagi Suami”, dan “Ca Bau Kan”. 

Baca Juga
Mengenal Apa Itu End Slate, Filmmaker Harus Tahu Fungsinya Nih

3. Lola Amaria

 

View this post on Instagram

 

Frozen

A post shared by Lola Amaria (@lola.amaria) on

 Sebelumnya, Lola Amaria lebih dikenal sebagai model dan aktris. Kemudian sejak tahun 2006 ia mulai merambah ke dunia balik layar. Lola Amaria terkenal sebagai sutradara dan produser dengan film-film idealisnya. Film “Betina” yang disutradarai Lola menjadi salah satu film Indonesia yang ditayangkan di luar Indonesia, yaitu di acara Festival Film Internasional Singapura Ke-20. Lewat film “Betina”, ia membuktikan bahwa ia layak masuk ke dalam daftar sutradara perempuan Indonesia terbaik. Namun, selain film, ternyata Lola juga aktif mengembangkan bisnis kuliner loh.

4. Djenar Maesa Ayu

 

View this post on Instagram

 

Love causes blindness. Hatred too. #spreadthelovenothate

A post shared by Djenar Maesa Ayu (@djenarmaesaayu) on

 Nama Djenar Maesa Ayu sebelumnya lebih dikenal sebagai novelis ini ternyata juga mahir berakting dan juga menggarap film sebagai sutradara. Kiprah Djenar di dunia perfilman mulai naik lewat karya filmnya yang berjudul “Mereka Bilang, Saya Monyet” yang dirilis pada tahun 2008. Film tersebut berhasil mengantongi beberapa penghargaan bergengsi di Festival Film Indonesia 2009. Belum lama ini ada kabar baik dari Djenar. Sineas perempuan ini menikah dengan sutradara asal Singapura bernama Kan Lume. Wah, selamat yah!

Baca Juga
Selain Baper, 5 Film Komedi Romantis Thailand Ini Juga Bikin Ngakak

5. Gina S. Noer

 Perempuan bernama Retna Ginatri S. Noer atau yang terkenal dengan nama Gina S. Noer ini merupakan sutradara perempuan Indonesia yang sedang banyak diperbincangkan karena film “Dua Garis Biru” yang disutradarainya berhasil mendulang kesuksesan. Lewat film tersebut, Gina ingin mengajarkan tentang sex education yang selama ini dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia. Selain sutradara, Gina juga merupakan penulis skenario film dan televisi. Contohnya skenario film “Ayat-Ayat Cinta” yang ia tulis bersama suaminya, Salman Aristo pada tahun 2008 yang sukses memecahkan rekor 3,5 juta penonton.

6. Livi Zheng

 

View this post on Instagram

 

After a day of work, sunset at the #goldengatebridge #sanfrancisco

A post shared by Livi Zheng (@livizheng) on

 Belum lama ini, nama Livi Zheng hangat diperbincangkan publik karena pro dan kontra soal film “Bali: Beats of Paradise”. Film yang disebut-sebut masuk daftar nominasi penghargaan film Oscar ini dibintangi oleh Judith Hill dan Don Hall. Kontroversi mengenai Livi Zheng semakin menjadi-jadi karena debatnya dengan Joko Anwar di salah satu stasiun televisi swasta. Berbicara soal karya, Livi juga pernah menggarap film “Brush with Danger” yang rilis pada tahun 2015. Di film tersebut Livi berusaha memadukan antara drama dan laga.

Itu dia beberapa nama sutradara perempuan Indonesia yang karyanya patut diacungi jempol. Semoga kedepannya semakin banyak perempuan Indonesia yang berhasil mencetak kesuksesan di industri perfilman.

Artikel Terkait
Film, Animasi & Video

Jangan Lewatkan! Ini Dia Jadwal Film Bioskop 2020: Januari-Maret

Film, Animasi & Video

4 Drama Korea yang Akan Tayang Bulan April 2020

Film, Animasi & Video

10 Film Action Terbaik Indonesia yang Wajib Kamu Tonton!

Film, Animasi & Video

Bukan Cuma Menghibur, Ini Dia Manfaat Behind The Scene Film

Film, Animasi & Video

Rekomendasi Film Horor Thailand Terbaru untuk Tontonan Malam Jumat

Film, Animasi & Video

Perbedaan Teaser dan Trailer, Media Promosi Film yang Paling Ampuh

Quizzes

Slider