Film, Animasi & Video

Meski Takut, Kenapa Kita Suka Nonton Film Horor?

alasan suka film horor

3. Mengajarkan Kita Menangani Rasa Takut  

Alasan lain mengapa kita tertarik pada film seperti ini adaah karena film jenis ini mampu mengajarkan kita menangani rasa takut. Psikolog Svein Åge Kjøs Johnsen menjelaskan bahwa seseorang bisa memiliki kontrol atas dua situasi, yakni pengalaman saat menonton dan rasa takut yang muncul. Dalam dunia psikologi, hal tersebut dikenal sebagai regulasi emosional. Selain itu, menyaksikan film seram juga bisa mengalihkan perhatian kita dari perasaan yang lain. Wah, kalau galau mendingan kamu nonton film horor saja, daripada film drama yang membuatmu semakin mellow.

4. Adanya Sensasi Fisiologi

Glenn Sparks, seorang profesor di Purdue University melakukan penelitian yang menemukan bahwa detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan seseorang yang menyaksikan film horor akan meningkat. Hal tersebut masih terasa bahkan setelah film selesai. Ada sensasi fisiologi yang membuat kita justru tidak merasakan takut, melainkan perasaan senang. Dengan adanya sensasi fisiologi tersebut, kita jadi ingin merasakannya lagi dan lagi. Hal ini menjelaskan mengapa kita tetap menyukai film hantu meskipun menyeramkan. 

5. Penasaran Dengan Rasa Takut

Mungkin terdengar aneh ya, tapi sebagian besar dari kita ternyata memang ingin mengalami sensasi dari perasaan takut itu sendiri. Hal ini dikemukakan oleh profesor psikologi sosial dan organisasi dari Universitas Utrecht bahwa orang yang memutuskan untuk menyaksikan film horor memang ingin merasakan efek yang ditimbulkan oleh rasa takut. Inilah yang mungkin menyebabkan kita bisa mengalami rasa kecewa saat film horor yang kamu saksikan ternyata tidak membuatmu takut sama sekali. Kekecewaan memang pahit. 

6. Sadar Bahwa Hal Menyeramkan Tersebut Adalah Fiksi

Pada beberapa dekade lampau di tahun 1994, Haidt, McCauley, dan Rozin melakukan penelitian terhadap para mahasiswa untuk menyaksikan tiga film dokumenter. Film dokumenter pertama bercerita tentang proses penyembelihan sapi, yang kedua tentang seekor monyet yang kepalanya dipukul lalu dimakan otaknya, dan yang ketiga adalah film tentang operasi wajah.

Sekitar 90 persen mahasiswa tersebut berhenti menonton sebelum film selesai diputar karena merasakan mual dan berpendapat bahwa mereka lebih rela mengeluarkan uang untuk menyaksikan film horor ketimbang film dokumenter tersebut.

Alasan dibalik fenomena tersebut baru diketahui lima tahun kemudian oleh McCauley. Ia menyimpulkan bahwa respondennya lebih menyukai horror karena mereka tahu bahwa film horor merupakan rekayasa atau fiksi, bukan seperti film dokumenter yang benar-benar terjadi. Jadi, kita lebih nyaman apabila tahu bahwa yang kita tonton memang sengaja dibuat sekadar untuk menakuti-nakuti kita. Oh iya, buat kamu yang kepo soal film dokumenter, kami juka bakal membahas tentang pengertian dan jenis-jenis film dokumenter di artikel berikutnya loh. So, jangan sampai ketinggalan informasinya.

About author

Related posts
Film, Animasi & Video

Setelah Pulang Kerja, Nonton 5 Serial Korea Ini Bisa Menghilangkan Stress Dan Lelah Kamu!

Film, Animasi & Video

Tips Membuat Video Unboxing Super Mudah

Film, Animasi & Video

Tips Membuat Konten dengan Green Screen Biar Hasilnya Makin Menarik

Film, Animasi & Video

7 Film Indonesia Terbaru tentang Keluarga yang Bikin Emosi Terkuras

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *