fbpx

Ayo Belajar Macro Photography!

Dibaca Normal: 5 menit aja 😊
macro photography

Kamu pernah mendengar tentang macro photography? Teknik fotografi yang satu ini memang memiliki keunikan tersendiri, yaitu mampu menunjukkan gambar yang detail akan suatu objek.

Tanpa kamu sadari, sebenarnya teknik ini kerap digunakan untuk pemotretan iklan di majalah dan lain-lain. Namun, namanya yang masih asing di telinga sebagian orang ini membuat teknik ini kurang dikenal.

Apa Itu Macro Photography?

Macro photography adalah sebuah teknik fotografi yang dilakukan dengan cara memotret objek dengan jarak yang sangat dekat, supaya mendapatkan detail yang tinggi tanpa harus menggunakan alat pembesar optik seperti mikroskop.

Teknik fotografi ini umumnya memiliki rasio 1:1, di mana besar gambar yang dihasilkan saat memotret akan sama dengan ukuran objek yang asli.

[Melihat_Detail_dengan_Macro_Photography]_1

Foto lebah menggunakan macro photography (sumber: pexels.com)

Objek yang digunakan di dalam macro photography sebetulnya bisa berupa apa saja, baik makhluk hidup maupun benda mati. Contoh makhluk hidup yang dijadikan objek fotografi ini adalah bunga, dedaunan, kumbang, belalang, kupu-kupu, dan lain-lain. Sedangkan contoh benda mati yang dijadikan objek fotografi ini adalah perhiasan, pensil, tetesan air, dan lain-lain.

Saat ini kamera DSLR sudah memiliki mode makro yang membantu para penggunanya untuk memotret objek yang jauh menjadi lebih dekat. Kamera jenis ini mampu memotret makro tanpa memerlukan lensa makro khusus atau aksesori kamera lainnya.

Baca Juga   Serunya Memotret dengan Disposable Camera

Alat untuk Memotret Macro Photography

Kalau kamera kamu belum memiliki fitur makro, kamu memerlukan lensa makro khusus. Lensa tipe ini umumnya memiliki perbesaran 1:1 atau ada juga yang lebih dari itu. Akan tetapi, untuk memiliki lensa makro, kamu perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena harganya yang cukup mahal, GenK.

[Melihat_Detail_dengan_Macro_Photography]_3

Lensa makro (sumber: dancarrphotography.com)

Walaupun begitu, memotret makro cukup digandrungi di kalangan fotografer loh. Dengan menggunakan lensa makro, fotografer bisa melakukan eksperimen untuk memotret makhluk hidup atau benda mati secara detail. Sehingga objek tersebut terlihat besar di dalam frame.

Eits, tapi kamu tidak perlu khawatir, karena ada beberapa alternatif lain yang bisa kamu aplikasikan saat memotret makro. Kamu bisa menggunakan extension tube, reverse ring, atau menggunakan filter close up. Supaya kamu lebih paham, yuk bahas satu per satu!

Extension Tube

Extension atau ekstensi memiliki arti perpanjangan atau perluasan. Berarti extension tube adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan objek yang berada di jarak yang jauh, kemudian dapat dipindahkan ke depan lensa kamu. Semakin maju jangkauan lensa, maka semakin dekat fokus objek yang kamu dapatkan.

Baca Juga   Merekam Kisah Manusia lewat Fotografi Human Interest

Extension tube bekerja dengan cara meningkatkan perpanjangan atau perluasan lensa kamu. Extension tube ini merupakan tabung berongga, rapat, dan bisa pas diposisikan di antara lensa dan dudukan kamera.

Semakin dekat lensa kamu dapat menangkap objek, maka semakin banyak pembesaran yang kamu dapatkan. Tujuan menggunakan extension tube ini adalah untuk mendapatkan jarak fokus yang lebih dekat, supaya kamera bisa memotret objek yang kecil.

[Melihat_Detail_dengan_Macro_Photography]_4

Extension tube (sumber: kenkousa.com)

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kamu perlu mengetahui cara-cara untuk menggunakan extention tube.

Cara yang paling tepat adalah dengan mengatur lensa ke fokus manual. Karena dengan menggunakan fokus manual, kamu bisa lebih leluasa mengatur tingkat fokus lensa terhadap objek yang akan kamu potret.

Keuntungan menggunakan extension tube adalah kamu dapat menggunakannya dengan lensa apa saja. Apalagi kalau kamu membeli satu set, kamu bisa menggabungkan dua extension tube secara bersama-sama. Namun, kekurangannya adalah kamu bisa kehilangan cahaya, sehingga kamu perlu menggunakan ISO yang lebih tinggi untuk meminimalisasi hilangnya cahaya.

Reverse Ring

Reverse ring adalah alat bantu yang digunakan untuk menyatukan badan kamera dengan bagian lensa yang sengaja dipasang terbalik. Kenapa terbalik ya, GenK? Karena dengan cara seperti itu, kamu bisa menghasilkan foto makro tanpa perlu membeli lensa makro terlebih dahulu.

Saat menggunakan reverse ring, mount lensa yang biasanya terpasang di badan kamera, kini berada di depan. Berkat alat ini, lensa tetap bisa menyatu dengan badan kamera walau dalam keadaan terbalik sekali pun.

Baca Juga   Rekomendasi Tips & Kamera Vlog Buat Kamu yang Mau jadi Vlogger

[Melihat_Detail_dengan_Macro_Photography]_5

Reverse ring (sumber: bukalapak.com)

Saat membeli reverse ring, kamu pastikan dulu produknya sudah sesuai dengan merek kamera yang kamu pakai untuk memotret. Karena, setiap kamera memiliki lubang lensa yang berbeda-beda. Jadi jangan sampai reverse ring yang sudah kamu beli ternyata tidak pas saat dipasang di kamera kamu, GenK.

Gambar yang dihasilkan dengan menggunakan teknik ini sebenarnya lebih tajam daripada saat kamu menggunakan extension tube. Akan tetapi, kalau kamu menggunakan teknik ini, kamera tidak bisa membaca lensa yang sedang terpasang terbalik. Untuk mengakalinya, pasang lensa terbalik di depan lensa lain yang sudah dipasang dalam posisi normal. Sehingga kamu bisa mengontrol fokus lensa.

Filter Close Up

Alternatif selanjutnya untuk memotret makro adalah dengan menggunakan filter close up, yaitu sebuah filter kaca pembesar dengan kualitas tinggi yang dipasang di depan lensa kamera. Dengan menggunakan alat ini, kamu bisa memotret dari jarak yang sangat dekat dengan objek foto.

[Melihat_Detail_dengan_Macro_Photography]_6

Filter Close Up (sumber: loadstonestudio.com)

Cara menggunakan filter close up sangatlah mudah. Kamu hanya perlu memasang alat ini di bagian depan lensa kamera. Lalu fokus kamera diubah menjadi otomatis. Namun, saat kamu melakukan perbesaran yang tinggi, kamu perlu mengganti fokusnya ke manual.

Walau filter close up bisa membuat gambar terlihat menjadi lebih besar, tetapi alat ini juga ada kekurangannya loh. Filter close up tidak bisa memberikan gambar yang fokus pada keseluruhan bidang datar. Sehingga di bagian tepi gambar terlihat lebih lembut atau tidak tajam. Untuk mengakalinya, kamu perlu mengecilkan diafragma lensa. Selain itu, kualitas gambar yang diambil menggunakan filter close up juga tergantung dengan jenis kamera yang kamu pakai.

Baca Juga   Begini Nih Perkembangan Kamera Polaroid!

Tips dan Trik Macro Photography

Kalau kamu tertarik untuk memotret makro, kami akan membagikan tips dan trik saat memotret makro khusus buat kamu, GenK. Ini bisa dipraktikkan oleh kamu yang baru ingin memulai untuk memotret makro. Berikut adalah tips dan triknya.

  1. Menggunakan lensa makro, walaupun harganya memang menguras isi dompet, tetapi lensa makro benar-benar worth it untuk dibeli. Karena pada dasarnya untuk memotret makro, lensa inilah yang harus kamu gunakan. Kalau tidak ada lensa ini, gunakan cara alternatif lain yang sudah kami jelaskan di atas.
  2. Pilih objek yang sesuai, karena tidak semua objek bagus saat dipotret makro. Ada beberapa objek tertentu yang menjadi tidak jelas wujudnya saat difoto dari dekat, sehingga foto jadi tidak memiliki konteks yang jelas.
  3. Sesuaikan latar belakang foto, caranya dengan memilih latar belakang yang tidak saling berbenturan dengan objek. Umumnya fotografer makro memilih menggunakan latar belakang yang kontras dan posisinya terlihat lebih jauh dari objek utama. Sehingga latar belakang menjadi blur dan tampak indah saat dipandang.
  4. Buat pencahayaan yang lebih baik, karena cahaya merupakan komponen utama dalam fotografi. Saat memotret makro, kondisi pencahayaan yang baik bisa menjadi keuntungan buat kamu, karena foto akan tampak lebih bagus. Selain menggunakan cahaya alami, kamu bisa menambahkan cahaya tambahan untuk mengatur eksposur gambar.


Sekali-kali, coba-cobalah berkreasi dengan macro photography, GenK. Soalnya, hasil gambar yang dihasilkan saat memotret makro terlihat sangat indah. Siapa tahu bisa jadi hobi barumu. Selamat mencoba ya!

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Fotografi

5 Tips untuk Menguasai Panning Photography dengan Mudah

Fotografi

Inspirasi Background Keren untuk Toy Photography

Fotografi

Membangun Cerita lewat Gambar dengan Photo Story

Fotografi

4 Rekomendasi Action Cam Murah Terbaik yang Gak Bikin Kantong Jebol

Fotografi

Mengenal Macam-Macam Lensa Kamera, Anak Fotografi Wajib Baca

Fotografi

5 Tips Travel Photography untuk Pemula

Fotografi

Mengenal Macam-Macam Teknik Pencahayaan dalam Fotografi

Fotografi

Mengenal Type of Shot Kamera, yang Ingin Belajar Film Wajib Baca

Fotografi

Ingin Bisnis Laris Manis? Yuk Intip Cara Foto Produk Pakaian Berikut!

Fotografi

Mengenal Fashion Photography dan Jenis-Jenisnya

Fotografi

5 Tips Fashion Fotografi dengan HP untuk Tampil Lebih Memukau

Fotografi

Memanfaatkan Cahaya Minim dengan Low Light Photography

Fotografi

Tutorial VSCO untuk Food Photography yang Ciamik

Fotografi

Pentingnya Food Photography untuk Promosi Restoran 

Fotografi

Memotret Keindahan Bayangan lewat Shadow Photography

Fotografi

Yuk, Pelajari Teknik Fotografi Mainan

Fotografi

Mengenal Seni Menghidupkan Mainan Lewat Toy Photography

Fotografi

Tutorial Cara Menghilangkan Objek di Photoshop

Fotografi

5 Tips Membuat Portofolio Fotografi Profesional

Fotografi

Food Photography Tips - Part 2. Komposisi dan Komponen Foto

            Artikel Selanjutnya     
kid logo
Mau inspirasi ngalir deras,
kreativitas anti mandek?
Dapetin newsletter gratis dan undangan eksklusif ke acara-acara kreativv ID!

 
close-link
kid logo
EARLY BIRD
Daftar dengan mengisi form di bawah ini

 
close-link