Gak Cuma Golden Hour, Ternyata Ada Blue Hour Photography, GenK!

Dibaca Normal: 4 menit aja 😊
blue hour photography

Di saat-saat tertentu, langit tampak berwarna biru yang indah dipandang mata. Momen seperti ini dinamakan dengan blue hour. Tidak cuma sampai di situ, keadaan langit berwarna biru ini dapat dijadikan sebagai salah satu jenis fotografi loh. Ingin tahu lebih lengkap soal blue hour photography? Simak penjelasannya berikut, yuk!

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah golden hour, yaitu memotret di jam-jam saat cahaya matahari berwarna keemasan. Tapi selain golden hour ternyata ada yang namanya blue hour photography loh. Wah apaan tuh?

Jika kamu tertarik untuk mengenal lebih dalam soal jenis fotografi yang satu ini, yuk kita jelajahi bersama dimulai dari pengertiannya. Cekidot!

Apa Itu Blue Hour Photography?

blue hour 1

Blue hour (sumber: creative-photographer.com)

Keindahan hamparan langit di malam hari memang mampu memanjakan setiap mata yang melihatnya. Lebih-lebih lagi kalau kamu beruntung melihat adanya bulan dan bintang yang mempercantik pemandangan malam kala itu. Bawaannya jadi pengen diabadikan dengan kamera deh

Ketika memeriksa hasil jepretanmu, langit malam terlihat biru di foto. Bisa jadi karena kamu memotret di saat blue hour, GenK. 

Blue hour adalah keadaan saat langit terlihat biru, yaitu sebelum matahari terbit di pagi hari dan sesudah matahari terbenam di sore hari.

Saat itu langit tidak benar-benar gelap, melainkan cenderung berwarna kebiru-biruan. Kegiatan memotret di waktu seperti itu disebut dengan blue hour photography atau blue light photography

Kapan Waktu Blue Hour?

Kalau kamu tertarik untuk belajar blue hour photography, kamu mesti tahu dulu nih kapan waktu yang tepat untuk memotretnya. Seperti yang sudah kami sampaikan di atas, blue hour terjadi saat sebelum matahari terbit dan sesudah matahari terbenam. 

blue hour 2

Waktu terjadinya blue hour (sumber: creative-photographer.com)

Lebih tepatnya pada jam 7-7.30 pagi dan 6.40-7 malam. Kondisi langit berwarna biru hanya bertahan selama 20 sampai 40 menit lamanya. Sehingga kamu mesti buru-buru memotret sebelum kehilangan momen tersebut. 

Tapi aturan jam ini tidak menjadi patokan, tergantung lokasi dan cuaca saat kamu hunting foto. Warna biru yang dihasilkan pun tidak selalu sama setiap kali memotret, GenK.

Oh iya, saat-saat blue hour seperti itu sangat cocok jika diterapkan pada city photography. Di perkotaan, lampu bangunan dan lampu jalanan masih menyala, menjadikannya sebagai waktu yang ideal untuk memotret suasana perkotaan dengan latar nuansa langit yang berwarna kebiruan. 

Tips Memotret Blue Hour Photography

Supaya hasil fotomu lebih menakjubkan, coba ikuti beberapa tips memotret blue hour photography berikut ini!

1. Tentukan lokasi pemotretan

Supaya gak hilang arah, ada baiknya kamu menentukan dari awal di mana lokasi yang akan kamu datangi untuk memotret blue light. Apakah itu cityscape atau mungkin memotret di alam untuk mendapatkan hamparan langit yang luas tanpa adanya gedung-gedung pencakar langit. Tentukan sejak awal dan pastikan kamu dapat dengan mudah mengakses lokasi tersebut.

2. Membawa peralatan foto tambahan

Selain kamera dan lensa, ada beberapa peralatan foto yang sangat kami rekomendasikan untuk kamu gunakan saat memotret blue light, yaitu tripod dan remote shutter release. Mau tahu alasannya? Simak poin-poin berikut ini, yuk!

blue hour 3

Pakai tripod (sumber: expertphotography.com)

  • Tripod

Blue hour hanya bertahan selama 20 sampai 40 menit, itu berarti sejak awal kamu sudah mesti mengatur setting kamera sampai akhirnya warna langit terlihat biru. Daripada tangan pegal memegang kamera, sebaiknya diletakkan saja di tripod, GenK. 

Selain itu, tripod sangat membantumu ketika memotret dengan shutter speed yang lambat. Teknik handheld tidak cukup steady untuk menangkap ketajaman fokus pada shutter speed yang rendah. 

  • Remote Shutter Release

Peralatan yang berikutnya yang mesti kamu bawa adalah remote shutter release. Dengan menggunakan alat ini, kamu tidak perlu menyentuh kamera ketika sedang memotret, terjadinya gambar yang shaky pun dapat dihindari deh. Namun kalau kamu gak punya alat kece yang satu ini, kamu dapat menggunakan cara lain kok, yaitu dengan mengatur timer pada kamera.

  • Baterai tambahan

Memotret blue hour photography akan membutuhkan waktu yang lama dan kameramu akan terus-terusan stand by sampai akhirnya fase langit berwarna biru menghilang. Ini berarti kamu mesti membawa kamera tambahan. Kalau kata peribahasa sih “Sedia payung sebelum hujan”. Buat jaga-jaga, GenK!

3. Datang lebih awal ke lokasi

Tidak ada salahnya datang lebih awal ke lokasi pemotretan. Di sana kamu bisa tes kamera dan melakukan eksplorasi singkat di lokasi tersebut, mana tahu ada spot bagus di tempat tersembunyi. Setelah itu tunggu sampai blue hour tiba deh. Karena sudah tes kamera, kamu jadi sudah tahu bagaimana komposisi foto yang akan dibuat.

4. Setting kamera sebelum memotret

setting kamera

Ilustrasi setting kamera (sumber: photographytalk.com)

Nah, ini dia yang paling krusial, yaitu setting kamera.

Bagaimana pengaturan kamera tergantung dengan lokasi dan foto seperti apa yang ingin kamu buat. Misalnya kamu ingin membuat foto pemandangan langit di perkotaan dengan latar gedung-gedung pencakar langit. Gunakanlah aperture dengan bukaan kecil untuk dapat menampilkan background pemandangan yang lebih jelas dan tajam, GenK.

Shutter speed disesuaikan dengan pergerakan yang ingin kamu tangkap dengan kamera. Misalnya kamu ingin menangkap pergerakan burung yang terbang di sore hari, gunakanlah angka shutter speed yang tinggi, mungkin 1/200 sec atau lebih tinggi lagi. 

Tips: Pelajari lebih dalam soal exposure triangle yang pernah kami tulis di artikel sebelumnya, karena exposure triangle merupakan dasar-dasar pemotretan gambar.


Bagaimana hasil foto punyamu, GenK? Pasti jadi lebih kece setelah mengikuti tips dan trik di atas bukan? Pergilah ke tempat-tempat yang punya spot foto menarik.  Tak lupa perbanyak latihan dan eksplorasi untuk menghasilkan blue hour photography yang memukau.

Polling

Tentang Penulis

Yurista Andina atau yang kerap disapa dengan Yuri ini merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual. Dari hobi, kini menulis telah menjadi passion yang digeluti oleh perempuan penggemar musik K-Pop ini. Saat ini ia bekerja sebagai Content Writer di Kreativv ID. Saat tidak disibukkan dengan pekerjaan kantor, ia sering menghabiskan waktu untuk menulis cerita fiksi.

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Fotografi

Memahami Dasar Exposure Triangle dalam Fotografi 

Fotografi

Mengenal Apa Itu Vignette dan Serba-Serbi di Dalamnya

Fotografi

Mengabadikan Cantiknya Lintasan Cahaya lewat Bulb Photography

Fotografi

Tutorial Menggunakan Aplikasi Edit Foto Ngeblur di Ponsel

Fotografi

Tutorial Snapseed untuk Foto Instagram Lebih Estetik

Fotografi

5 Tripod Kamera Murah Terbaik Harga di Bawah 1 Juta

Fotografi

Membangun Cerita lewat Gambar dengan Photostory - Part 2. Tips & Trik

Fotografi

Belajar Dasar-Dasar Three Point Lighting untuk Fotografi

Fotografi

7 Tips Mudah Cara Membuat Foto Siluet untuk Pemula

Fotografi

5 Tips untuk Menguasai Panning Photography dengan Mudah

Fotografi

Inspirasi Background Keren untuk Toy Photography

Fotografi

Membangun Cerita lewat Gambar dengan Photo Story - Part 1. Pengertian

Fotografi

4 Rekomendasi Action Cam Murah Terbaik yang Gak Bikin Kantong Jebol

Fotografi

Mengenal Macam-Macam Lensa Kamera, Anak Fotografi Wajib Baca

Fotografi

5 Tips Travel Photography untuk Pemula

Fotografi

Mengenal Macam-Macam Teknik Pencahayaan dalam Fotografi

Fotografi

Mengenal Type of Shot Kamera, yang Ingin Belajar Film Wajib Baca

Fotografi

Ingin Bisnis Laris Manis? Yuk Intip Cara Foto Produk Pakaian Berikut!

Fotografi

Mengenal Fashion Photography dan Jenis-Jenisnya

Fotografi

5 Tips Fashion Fotografi dengan HP untuk Tampil Lebih Memukau

            Artikel Selanjutnya