fbpx

Begini Caranya Fotografi Melatih Memori Kamu

Dibaca Normal: 4 menit aja 😊
fotografi melatih ingatan

Berkembangnya teknologi digital dan teknologi smartphone memungkinkan kita mengambil ribuan foto tiap harinya. Saking banyaknya, sampai-sampai kita lupa kapan kita pernah mengambilnya. Padahal, fotografi bisa dimanfaatkan untuk melatih memori loh!

Pada dasarnya, semua foto yang kita ambil adalah jendela untuk melihat ke waktu yang telah lewat. Kemampuan kita untuk mengambil momen dalam sebuah pengalaman sehari-hari ini membuat kita bisa melongok sekali-sekali ke masa lalu.

Namun rupanya, penelitian terbaru tentang fotografi menunjukkan, kita bahkan tak perlu melongok ke folder foto kita untuk mengingat detail momen pengalaman yang seru.

Jika kita tahu cara melatih memori dengan fotografi, mengingat detil pengalaman kamu dan mengambil pelajaran dari pengalaman jadi lebih mudah, GenK.

Mengingat dengan Bantuan Visual

Fotografi Melatih Memori kata Kreativv ID (2)

Sumber: Alfonso Reyes, unsplash.com

Jadi, penelitian tentang meningkatkan kemampuan memori otak dengan mengambil foto dilakukan oleh Alixandra Barasch (New York University Stern School of Business), Kristin Diehl (USC Marshall School of Business), Jackie Silverman (The Wharton School of the University of Pennsylvania), dan Gal Zauberman (Yale School of Management).

Penelitian dalam jurnal Psychological Science 2018 ini menguji 294 partisipan untuk mengikuti tur pameran di museum yang menampilkan artefak-artefak Etruscan.

Sambil berkeliling, mereka diperdengarkan suara panduan dari file audio yang diputarkan untuk mereka. Sebagian partisipan diberikan kamera dan diminta mengambil setidaknya sepuluh foto.

Di akhir tur, semua partisipan diminta untuk menjawab soal pilihan ganda. Soal-soal itu beresi objek-objek yang mereka lihat selama tur.

Rupanya, para partisipan yang mengambil foto mengenali lebih banyak objek di museum dibandingkan dengan yang tidak mengambil foto.

Fotografi = Melimpahkan Memori?

Fotografi Melatih Memori kata Kreativv ID (1)

Sumber: Ian Dooley, unsplash.com

Memang, mengambil foto tidak selalu jadi jalan efektif untuk melatih memori. Penelitian Linda Henkel dalam jurnal yang sama pada 2014, contohnya.

Pada studi yang dilakukan psikolog asal Fairfield University ini, 27 partisipan diminta untuk mengunjungi sebuah museum.

Mereka dibagi ke dalam tiga kelompok, yang pertama diminta mengambil foto sambil menyusuri pameran di museum. Kelompok partisipan kedua diminta mengambil foto dan diberitahu bahwa foto-fotonya setelah itu akan dihapus. Kelompok partisipan ketiga tidak mengambil foto.

Kenapa Linda membeda-bedakan arahan di tiap kelompok?

Alasannya, karena ia ingin menguji apakah kelompok pertama, yang mengira fotonya tidak akan dihapus, akan cepat melupakan apa yang dipotretnya. Karena buat apa mengingat, toh kalau lupa, mereka tinggal melihat lagi foto-foto yang mereka ambil kan, GenK.

Rupanya, hasilnya tidak demikian. Kelompok partisipan pertama, kedua, dan ketiga punya ingatan yang sama baiknya ketika ditanya ulang soal objek-objek di pameran.

Para peneliti di studi ini menemukan, ingatan yang baik dari para partisipan dipicu oleh motivasi mengambil foto.

Para partisipan kelompok pertama memang menyimpan fotonya, namun intensi mengambil foto memudahkan ia melihat-lihat lebih jauh objek foto dan menyerap ilmu ke dalam memorinya sembari mengambil foto.

Para partisipan kelompok dua merekam memori dengan baik karena terpicu untuk lebih meniatkan diri mengingat apa yang mereka sedang foto, karena akan dihapus setelahnya.

Sementara itu, partisipan kelompok tiga, dapat mengingat dengan baik juga karena dipaksa untuk mengingat baik-baik selama mereka tidak punya alat bantu mengingat, yakni kameranya.

Dari situ Kristin dkk. menyimpulkan, niat atau motivasi berperan penting untuk melatih memori sambil mengambil foto.

Niatan ini berbanding terbalik dengan niatan kita saat menuliskan daftar belanjaan ke atas kertas atau handphone. Ketika kita menuliskan daftar itu, kita meniatkan diri untuk melupakan dan melepaskan daftar belanjaan itu dari otak. Jika kita lupa, kita meniatkan diri untuk melihat saja daftar tersebut.

Sementara itu, niatan mengambil foto orang, pengalaman, dan objek bertujuan untuk menangkap momen yang berarti, yang ingin kita ingat. Nah, niatan inilah yang mendorong kita untuk melihat lebih hati-hati, lebih detail, pada semua detail visual momen-momen dan pengalaman kita, agar kelak bisa mengingatnya lagi.

Melatih Memori dengan Fotografi

Fotografi Melatih Memori kata Kreativv ID (3)

Sumber: jeshoots.com

Nah, kamu bisa mulai memanfaatkan fotografi untuk melatih memori kamu mengingat momen, objek, dan pengalaman lebih baik. Berikut langkah-langkahnya:

  •         Pilih apa yang mau difoto

Ketika kita fokus mencari apa dan angle mana yang mau difoto, tanpa sadar kita jadi lebih perhatian pada objek foto dan lingkungan sekitar, yang pada akhirnya membantu kita untuk lebih mengingat momen tersebut.

Meskipun kita tidak sengaja atau tidak sadar melakukannya, itu adalah momen pembelajaran yang membantu memori kita lebih aktif mengingat.

Ditambah lagi jika kita melihat hasil-hasil foto itu setelahnya. Kita jadi bisa mengevaluasi dan lebih mengingat konteks kejadian dan objek yang kita pilih untuk foto.

Kemampuan ini ditemukan Kristin dkk. dan dituliskan dalam jurnal Attitudes and Social Cognition.  Partisipan penelitian mereka menggunakan sistem eye tracking saat mengunjungi museum arkeologi.

Rupanya, saat mengambil foto, ditemukan bahwa mereka menghabiskan waktu lebih banyak untuk melihat masing-masing artefak yang ada.

Hal ini pula yang memungkinkan kita melatih memori meskipun tidak jadi mengambil foto sebuah objek. Kenapa demikian? Karena ketika kita memegang kamera dan berniat untuk mengambil foto, kita memerhatikan objek tersebut dan jadi mengingat detilnya.

  •         Ambil detail foto

Penelitian Kristin dkk. menemukan bahwa para fotografer yang menggunakan fitur zoom dan mengambil foto detail-detail sebuah objek mengingat detil objek mereka dengan baik.

Mengambil detail objek juga mengaktifkan perhatian kita lebih jauh, sehingga tanpa sadar kita menyimpan informasi baru tersebut pada memori.

  •         Siasati auditory cost

Memang, melatih memori dengan mengambil foto tidak efektif jika dilakukan sambil mendengar panduan dari file audio atau dari pemandu tur.

Penelitian Kristin dkk. menyebut perhatian kita punya keterbatasan. Saat kita fokus dengan indera penglihatan saat fokus mengambil foto, indera pendengaran merelakan sensibilitasnya. Risikonya, suara yang terdengar tidak terekam di memori dengan baik saat kita mengambil foto.

Padahal, pendengaran punya peran penting untuk proses belajar dan mengingat hasil pembelajaran di memori otak.

Untuk menyiasatinya, ketika ada suara pemandu, suara dari karya interaktif di pameran, atau suara rekaman lainnya yang berisi informasi, turunkan sejenak kameramu dan dengar baik-baik suara yang terucap. Dengan begitu, indera pendengaran dan indera penglihatanmu dapat bergantian membantu otak menyimpan memori pembelajaran di hari itu.


Nah, begitulah cara-cara melatih memori dengan fotografi, GenK. Jangan lupa juga untuk terus melatih kemampuanmu supaya jadi fotografer andal ya. Semangat hunting!

Tulis Komentar

Artikel Terkait
Fotografi

5 Tips untuk Menguasai Panning Photography dengan Mudah

Fotografi

Inspirasi Background Keren untuk Toy Photography

Fotografi

Membangun Cerita lewat Gambar dengan Photo Story

Fotografi

4 Rekomendasi Action Cam Murah Terbaik yang Gak Bikin Kantong Jebol

Fotografi

Mengenal Macam-Macam Lensa Kamera, Anak Fotografi Wajib Baca

Fotografi

5 Tips Travel Photography untuk Pemula

Fotografi

Mengenal Macam-Macam Teknik Pencahayaan dalam Fotografi

Fotografi

Mengenal Type of Shot Kamera, yang Ingin Belajar Film Wajib Baca

Fotografi

Ingin Bisnis Laris Manis? Yuk Intip Cara Foto Produk Pakaian Berikut!

Fotografi

Mengenal Fashion Photography dan Jenis-Jenisnya

Fotografi

5 Tips Fashion Fotografi dengan HP untuk Tampil Lebih Memukau

Fotografi

Memanfaatkan Cahaya Minim dengan Low Light Photography

Fotografi

Tutorial VSCO untuk Food Photography yang Ciamik

Fotografi

Pentingnya Food Photography untuk Promosi Restoran 

Fotografi

Memotret Keindahan Bayangan lewat Shadow Photography

Fotografi

Yuk, Pelajari Teknik Fotografi Mainan

Fotografi

Mengenal Seni Menghidupkan Mainan Lewat Toy Photography

Fotografi

Tutorial Cara Menghilangkan Objek di Photoshop

Fotografi

5 Tips Membuat Portofolio Fotografi Profesional

Fotografi

Food Photography Tips - Part 2. Komposisi dan Komponen Foto

            Artikel Selanjutnya     
kid logo
Mau inspirasi ngalir deras,
kreativitas anti mandek?
Dapetin newsletter gratis dan undangan eksklusif ke acara-acara kreativv ID!

 
close-link
kid logo
EARLY BIRD
Daftar dengan mengisi form di bawah ini

 
close-link