Buat Fotomu Jadi Istimewa lewat Fotografi Golden Hour 

Dibaca Normal: 5 menit aja
fotografi golden hour

Buat kamu yang punya hobi fotografi di outdoor, cobain deh jenis fotografi yang satu ini. Namanya adalah golden hour, GenK. Mungkin nama tersebut sudah tidak asing lagi di telingamu. Jenis fotografi ini juga disebut sebagai magic hour, karena foto yang dihasilkan benar-benar memukau. Digadang-gadang sebagai foto dengan cahaya yang terbaik. Semua komponennya membuat jenis foto ini punya segudang keistimewaan. Sehingga banyak fotografer yang tergila-gila dengan fotografi golden hour. Buat kamu yang tertarik untuk mengenal lebih dalam soal magic hour, mari kita jelajahi bersama penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Golden Hour Photography?

golden hour 2

Contoh foto golden hour (sumber: pexels.com)

Yuk, kenali dulu pengertian dari jenis fotografi kece yang satu ini. Golden hour adalah waktu disaat matahari terbit dan terbenam, di mana posisi matahari selaras dengan horizon yang kemudian menghasilkan warna keemasan yang memberikan kesan hangat. Cocok diaplikasikan untuk memotret portrait ataupun landscape. Keuntungan memotret pada magic hour adalah bayangan yang dihasilkan tidak sekeras bayangan pada siang hari. Magic hour ini tidak mungkin terjadi di waktu lainnya. Hal ini terjadi karena posisi matahari sangat rendah di cakrawala. Cahayanya jadi lebih terarah dan mampu menciptakan bayangan panjang yang lembut. Bayangan inilah yang kemudian memberikan efek dimensi pada foto kamu, GenK.

UPDATES

Slider

UPDATES

Slider

Kapan Waktu Golden Hour? 

golden hour 3

Contoh foto saat sunset (sumber: pexels.com)

Di dalam fotografi, waktu magic hour terjadi pada saat matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset). Kira-kira pada jam 5-7 pagi dan jam 5-7 sore. Di dalam rentang waktu tersebut, kamu akan mendapatkan hasil golden hour yang sesungguhnya. Namun, dibandingkan dengan sunrise, warna yang dihasilkan pada saat sunset lebih memberi warna yang hangat ala-ala keemasan yang sempurna. Karena merupakan waktu yang paling ideal untuk memotret di luar ruangan.

Kalau sudah paham soal perkiraan waktunya, maka kamu akan lebih mudah menangkap momen keemasan tersebut deh. Untungnya momen ini bisa kamu temukan dua kali dalam sehari. Jadi, sekarang tinggal persiapan gear untuk hunting foto saja deh.

Baca Juga
Gak Cuma Golden Hour, Ternyata Ada Blue Hour Photography, GenK!

Jenis Pencahayaan Golden Hour

Untuk memotret saat magic hour, kamu perlu menguasai the exposure triangle terlebih dahulu. Seperti pengaturan aperture, shutter speed, dan ISO. Apalagi jika kamu mau menjadi fotografer andal. Jika sudah, sekarang langsung saja simak jenis-jenisnya berikut ini.

  1. Front Light adalah ketika posisi cahaya berada di depan objek. Cahaya pada saat magic hour akan lebih halus daripada pada siang hari, maka akan menghasilkan kesan hangat. Cahaya ini cocok digunakan untuk memotret landscape.
  2. Backlight adalah ketika bagian punggung subjek yang menghadap ke arah datangnya matahari, sehingga subjek dikelilingi oleh cahaya hangat. Ketika metode pencahayaan seperti ini, pastikan untuk memeriksa tingkat eksposur agar subjek tidak underexposure.
  3. Rim Light adalah ketika latar fotonya gelap tetapi tetap mendapat cahaya redup di sekitar subjek, karena cahaya menyorot pada posisi sudut ¼ subjek. Teknik ini mirip dengan blacklight, tapi hasilnya lebih terang.
  4. Flare adalah ketika sinar matahari mengenai bagian depan lensa. Biasanya flare terbentuk ketika lensa kamu tidak sengaja menyorot langsung ke arah matahari. Walaupun demikian, adanya flare mampu menambah daya tarik visual dari hasil fotomu.
  5. Siluet adalah efek yang berasal dari perbedaan yang signifikan antara pantulan cahaya subjek utama di bagian depan gambar dengan background. Untuk membuat foto siluet, pastikan cahaya dari bagian belakang subjek sangatlah terang.

Baca Juga
Memahami Dasar Exposure Triangle dalam Fotografi 

Cara Membuat Foto Golden Hour

Nah, sekarang kamu jadi lebih kenal dengan teknik foto keemasan ini, kan? Selanjutnya siapkan kameramu. Pergilah ke tempat outdoor untuk menangkap golden hour ala kamu. Sambil memotret, ada beberapa cara dan tips untuk memotret magic hour yang perlu kamu ingat. 

1. Datang Lebih Awal

Menyiapkan peralatan (sumber: pexels.com)

Karena kamu hanya punya waktu yang singkat untuk menangkap magic hour, tentukan dulu lokasi pemotretan. Setelah kamu menentukan lokasinya, datanglah lebih awal ke lokasi tersebut. Jangan sampai terlambat dari waktu golden hour. Kalau terlambat, kamu bisa kehilangan momen. Pilihlah tempat yang lapang dan pemandangannya indah. Contohnya seperti pantai, bukit, dan ladang ilalang. Lokasi seperti itu akan sangat pas untuk menjadi background foto golden hour.

2. Menunggu Momen

golden hour 4

Ilustrasi menunggu momen (sumber: pexels.com)

Kuncinya adalah sabar, karena langkah yang berikutnya adalah menunggu momen magic hour itu datang. Untuk masalah ketepatan jam sebenarnya tidak mutlak dari jam 5-7 pagi atau sore. Semua tergantung pada cuaca hari itu dan lokasi yang kamu pilih. Mumpung masih menunggu, kamu dapat menyiapkan gear yang akan kamu gunakan nantinya, seperti kamera, lensa, dan tripod. Mengingat momen ini hanya datang sebentar, sehingga kamu perlu memaksimalkan waktu agar tidak terbuang untuk sekadar menyiapkan peralatan kamera. Ketika sudah dekat dengan momen magic hour, pastikan kameramu sudah siap.

Baca Juga
5 Tripod Kamera Murah Terbaik Harga di Bawah 1 Juta

3. Setting Kamera

Setting ISO di kamera (sumber: oneshutterspeed.com)

Berikutnya yang wajib kamu lakukan adalah setting kamera. Untuk pengaturannya, ganti dari white balance ke mode shade atau cloudy. Mode ini akan menghasilkan warna foto yang lebih hangat dan lebih terasa golder hour-nya. Kamu juga dapat menurunkan ISO untuk meminimalisasi adanya noise. Tapi kamu tetap bisa menaikkan ISO ketika cahaya keemasan mulai muncul dengan terang. Untuk pengaturan ISO tinggal kamu sesuaikan saja dengan situasi dan kondisi sekitar dan jenis pencahayaan yang kamu inginkan.

4. Gunakan Aperture yang Lebar golden hour 5

Contoh foto magic hour (sumber: pexels.com)

Cahaya pada magic hour merupakan cahaya yang paling bagus untuk membuat foto portrait. Cahayanya yang menyebar akan memberikan tampilan kulit yang lembut dan hangat. Kamu dapat menggunakan bukaan f/5.6 atau lebih. Maka akan muncul bokeh yang indah sambil tetap fokus pada subjek yang kamu potret. Gunakan tripod untuk memotret landscape atau membuat foto human interest agar gambar tetap fokus saat kamu mengubah pengaturan segitiga fotografi.

Untuk sentuhan akhir, kamu dapat mengedit warnanya dengan memberi filter atau menggunakan presets foto golden hour. Jangan lupa juga untuk upload di media sosial. Ternyata yang bisa membuat jenis foto ini tidak hanya fotografer andal loh, kamu juga bisa. 

Buat kamu yang punya hobi fotografi di outdoor, cobain deh jenis fotografi yang satu ini. Namanya adalah golden hour, GenK. Mungkin nama tersebut sudah tidak asing lagi di telingamu. Jenis fotografi ini juga disebut sebagai magic hour, karena foto yang dihasilkan benar-benar memukau. Digadang-gadang sebagai foto dengan cahaya yang terbaik. Semua komponennya membuat jenis foto ini punya segudang keistimewaan. Sehingga banyak fotografer yang tergila-gila dengan fotografi golden hour. Buat kamu yang tertarik untuk mengenal lebih dalam soal magic hour, mari kita jelajahi bersama penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Golden Hour Photography?

golden hour 2

Contoh foto golden hour (sumber: pexels.com)

Yuk, kenali dulu pengertian dari jenis fotografi kece yang satu ini. Golden hour adalah waktu disaat matahari terbit dan terbenam, di mana posisi matahari selaras dengan horizon yang kemudian menghasilkan warna keemasan yang memberikan kesan hangat. Cocok diaplikasikan untuk memotret portrait ataupun landscape. Keuntungan memotret pada magic hour adalah bayangan yang dihasilkan tidak sekeras bayangan pada siang hari. Magic hour ini tidak mungkin terjadi di waktu lainnya. Hal ini terjadi karena posisi matahari sangat rendah di cakrawala. Cahayanya jadi lebih terarah dan mampu menciptakan bayangan panjang yang lembut. Bayangan inilah yang kemudian memberikan efek dimensi pada foto kamu, GenK.

Kapan Waktu Golden Hour? 

golden hour 3

Contoh foto saat sunset (sumber: pexels.com)

Di dalam fotografi, waktu magic hour terjadi pada saat matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset). Kira-kira pada jam 5-7 pagi dan jam 5-7 sore. Di dalam rentang waktu tersebut, kamu akan mendapatkan hasil golden hour yang sesungguhnya. Namun, dibandingkan dengan sunrise, warna yang dihasilkan pada saat sunset lebih memberi warna yang hangat ala-ala keemasan yang sempurna. Karena merupakan waktu yang paling ideal untuk memotret di luar ruangan.

Kalau sudah paham soal perkiraan waktunya, maka kamu akan lebih mudah menangkap momen keemasan tersebut deh. Untungnya momen ini bisa kamu temukan dua kali dalam sehari. Jadi, sekarang tinggal persiapan gear untuk hunting foto saja deh.

Baca Juga
Gak Cuma Golden Hour, Ternyata Ada Blue Hour Photography, GenK!

Jenis Pencahayaan Golden Hour

Untuk memotret saat magic hour, kamu perlu menguasai the exposure triangle terlebih dahulu. Seperti pengaturan aperture, shutter speed, dan ISO. Apalagi jika kamu mau menjadi fotografer andal. Jika sudah, sekarang langsung saja simak jenis-jenisnya berikut ini.

  1. Front Light adalah ketika posisi cahaya berada di depan objek. Cahaya pada saat magic hour akan lebih halus daripada pada siang hari, maka akan menghasilkan kesan hangat. Cahaya ini cocok digunakan untuk memotret landscape.
  2. Backlight adalah ketika bagian punggung subjek yang menghadap ke arah datangnya matahari, sehingga subjek dikelilingi oleh cahaya hangat. Ketika metode pencahayaan seperti ini, pastikan untuk memeriksa tingkat eksposur agar subjek tidak underexposure.
  3. Rim Light adalah ketika latar fotonya gelap tetapi tetap mendapat cahaya redup di sekitar subjek, karena cahaya menyorot pada posisi sudut ¼ subjek. Teknik ini mirip dengan blacklight, tapi hasilnya lebih terang.
  4. Flare adalah ketika sinar matahari mengenai bagian depan lensa. Biasanya flare terbentuk ketika lensa kamu tidak sengaja menyorot langsung ke arah matahari. Walaupun demikian, adanya flare mampu menambah daya tarik visual dari hasil fotomu.
  5. Siluet adalah efek yang berasal dari perbedaan yang signifikan antara pantulan cahaya subjek utama di bagian depan gambar dengan background. Untuk membuat foto siluet, pastikan cahaya dari bagian belakang subjek sangatlah terang.

Baca Juga
Memahami Dasar Exposure Triangle dalam Fotografi 

Cara Membuat Foto Golden Hour

Nah, sekarang kamu jadi lebih kenal dengan teknik foto keemasan ini, kan? Selanjutnya siapkan kameramu. Pergilah ke tempat outdoor untuk menangkap golden hour ala kamu. Sambil memotret, ada beberapa cara dan tips untuk memotret magic hour yang perlu kamu ingat. 

1. Datang Lebih Awal

Menyiapkan peralatan (sumber: pexels.com)

Karena kamu hanya punya waktu yang singkat untuk menangkap magic hour, tentukan dulu lokasi pemotretan. Setelah kamu menentukan lokasinya, datanglah lebih awal ke lokasi tersebut. Jangan sampai terlambat dari waktu golden hour. Kalau terlambat, kamu bisa kehilangan momen. Pilihlah tempat yang lapang dan pemandangannya indah. Contohnya seperti pantai, bukit, dan ladang ilalang. Lokasi seperti itu akan sangat pas untuk menjadi background foto golden hour.

2. Menunggu Momen

golden hour 4

Ilustrasi menunggu momen (sumber: pexels.com)

Kuncinya adalah sabar, karena langkah yang berikutnya adalah menunggu momen magic hour itu datang. Untuk masalah ketepatan jam sebenarnya tidak mutlak dari jam 5-7 pagi atau sore. Semua tergantung pada cuaca hari itu dan lokasi yang kamu pilih. Mumpung masih menunggu, kamu dapat menyiapkan gear yang akan kamu gunakan nantinya, seperti kamera, lensa, dan tripod. Mengingat momen ini hanya datang sebentar, sehingga kamu perlu memaksimalkan waktu agar tidak terbuang untuk sekadar menyiapkan peralatan kamera. Ketika sudah dekat dengan momen magic hour, pastikan kameramu sudah siap.

Baca Juga
5 Tripod Kamera Murah Terbaik Harga di Bawah 1 Juta

3. Setting Kamera

Setting ISO di kamera (sumber: oneshutterspeed.com)

Berikutnya yang wajib kamu lakukan adalah setting kamera. Untuk pengaturannya, ganti dari white balance ke mode shade atau cloudy. Mode ini akan menghasilkan warna foto yang lebih hangat dan lebih terasa golder hour-nya. Kamu juga dapat menurunkan ISO untuk meminimalisasi adanya noise. Tapi kamu tetap bisa menaikkan ISO ketika cahaya keemasan mulai muncul dengan terang. Untuk pengaturan ISO tinggal kamu sesuaikan saja dengan situasi dan kondisi sekitar dan jenis pencahayaan yang kamu inginkan.

4. Gunakan Aperture yang Lebar golden hour 5

Contoh foto magic hour (sumber: pexels.com)

Cahaya pada magic hour merupakan cahaya yang paling bagus untuk membuat foto portrait. Cahayanya yang menyebar akan memberikan tampilan kulit yang lembut dan hangat. Kamu dapat menggunakan bukaan f/5.6 atau lebih. Maka akan muncul bokeh yang indah sambil tetap fokus pada subjek yang kamu potret. Gunakan tripod untuk memotret landscape atau membuat foto human interest agar gambar tetap fokus saat kamu mengubah pengaturan segitiga fotografi.

Untuk sentuhan akhir, kamu dapat mengedit warnanya dengan memberi filter atau menggunakan presets foto golden hour. Jangan lupa juga untuk upload di media sosial. Ternyata yang bisa membuat jenis foto ini tidak hanya fotografer andal loh, kamu juga bisa. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Terkait
Fotografi

Tips Atau Cara Rawat Kamera Mirrorless Milikmu Agar Awet

Fotografi

5 Tips Fashion Fotografi dengan HP untuk Tampil Lebih Memukau

Fotografi

7 Tips Mudah Cara Membuat Foto Siluet untuk Pemula

Fotografi

4 Aplikasi Edit Foto Polaroid di Android dan iPhone Gratis

Fotografi

Food Photography Tips - Part 1. Perlengkapan Kamera

Fotografi

Simak Tren Fotografi 2020 Biar Fotomu Dapat Banyak Like

Quizzes

Slider
      TRENDING
#Trending
Next >>