Seni Rupa & Desain

Freelancer Harus Banget Tahu, Ini Tips Mudah Menentukan Harga Desain

Menentukan Harga Desain

Menentukan harga desain menjadi salah satu kendala yang sering banget bikin para freelancer kebingungan. Banyak yang dibuat pusing saat harus menghitung berapa besar harga untuk sekali desain. Kamu sendiri gitu juga nggak, nih, GenKs? Well, menetapkan berapa harga desain sesuai standar yang kita inginkan itu asli njelimet, karena emang ada banyak hal yang perlu dihitung.

Buat kalian para desainer grafis freelancer yang ingin menghitung berapa sih, harga desain sesuai standar biar cuan, berikut kamu rangkum beberapa cara super simple nentuin harga desain yang bisa diaplikasikan untuk semua jasa perdesainan, entah itu sekedar retouching foto, publishing item hingga corporate identity, guys.

Nah, dalam penghitungan harga jasa mendesain ada dua komponen penting, yaitu:

  1. Indeks/standar harga per jam kerja
  2. Tahapan kerja dan proses kreatif

Tapi, untuk artikel kali ini kita cuma bakal bahas metode indeks/standar per jam kerja doang, ya, GenKs.

Metode Indeks / Standar per Jam Kerja

Menentukan Harga Desain

Sumber Gambar : shoghlk.com

Contohnya, si A adalah lulusan Fakultas Desain sebuah universitas di Jakarta. Sebagai fresh graduate, si A lagi nyebarin lamaran ke berbagai perusahaan dan dia pun mengetahui gaji rata-rata yang diterima seorang desainer lulusan baru itu berkisar antara Rp 2 jutaan sampai Rp 3,5 jutaan, guys.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah, berapakah indeks per jam kerja si A?

Untuk menghitungnya, kita ambil anggapan si A digaji Rp 2 juta setiap bulan:

Jam kerja per hari: 8 jam (minus istirahat)

Jumlah hari kerja sebulan: 22 hari

Jadi, indeks per jam kerja si A adalah:

Rp 2.000.000 : 8 : 22 = Rp 11.363 (biar gampang kita bulatkan aja jadi Rp 12.000 🙂

Si A dapet job untuk bikin flyer, tapi si klien juga minta beberapa alternatif sebagai perbandingan. Selain itu karena klien orangnya gaptek, klien minta hasil flyer-nya dipresentasikan dalam bentuk print.

Berikut cara menghitung harga desain yang harus diajukan si A:

  • Redraw logo: 3 jam
  • Browsing cari background: 3 jam
  • Bikin teks: 1 jam
  • Cari ide konsep: 4 jam
  • Bikin sketsa desain: 4 jam
  • Mulai layout: 4 jam untuk 1 alternatif, karena klien si A minta 3 alternatif, jadi totalnya 12 jam
  • Ngeprint: 1 jam
  • Revisi hasil print: 2 jam
  • Ngeprint hasil lalu ditempelkan ke karton hitam agar terlihat keren saat presentasi: 2 jam
  • Perjalanan ke kantor klien: 2 jam (PP)

Total proses pengajuan: 34 jam

Gimana Kalau Ada Revisi?

Sumber Gambar : Highlight.ID

Ini kalau nggak ada revisi-revisian. Tapi kalau setelah presentasi si klien minta revisi ulang lagi:

  • Klien memilih 2 desain dan minta keduanya dikawinkan: 6 jam
  • Ngeprint hasil: 2 jam
  • Kasih tunjuk hasil akhir ke klien: 2 jam

Total pengerjaan dengan 1 kali revisi adalah 10 jam. Tapi ternyata klien masih minta revisi sampai tiga kali, artinya si A harus bekerja selama total 30 jam.

Nah, kalau sudah fix deal, si A masih haris menyiapkan data separasi/FA sebagai tahapan proses pra-cetak, guys.

  • Cek warna desain pilihan: 1 jam
  • Cek kualitas foto-foto yang dipakai: 1 jam
  • Proses postscript file: 30 menit
  • Proses mengubah data ke PDF High Quality: 30 menit
  • Burning ke CD: 30 menit
  • Final print: 30 menit
  • Perjalanan ke kantor klien: 2 jam

Nah, total proses pra-cetaknya adalah 6 jam.

Jadi, total keseluruhan jam kerja si A dari awal sampai akhir adalah 70 jam. Tinggal kamu kalikan dengan indeks per jam kerja si A, yakni Rp 12.000. Hasilnya ketemu Rp 8400.000. Tapi ingat, ini nggak termasuk keuntungan.

Nah, itulah panduan sederhana untuk menentukan harga desain yang harus kamu ketahui sebagai freelancer biar bisa cuan. Gimana, siap menerapkannya, GenKs?

About author

Related posts
Seni Rupa & Desain

6 Tren Warna Desain Interior 2022 yang Bakalan Hits Tahun Ini

Seni Rupa & Desain

Desa Belega, Desa Pengrajin Bambu di Bali

Seni Rupa & Desain

DTP vs Graphic Design, Kenapa Keduanya Dianggap Berbeda?

Seni Rupa & Desain

Ide Konten Digital Marketing Untuk Promosi Media Sosial Perusahaan Desain Interior